Kamis, 4 Juni 2026

Hilarius Duha Berpeluang Besar Kalahkan Idealisman Dachi

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Kamis, 5 November 2020 | 14:42 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 memang menjadi ajang konstestasi politik mendebarkan. Pasalnya memang diselenggarakan secara serentak di Indonesia. Termasuk juga di Kepulauan Nias khususnya Nias Selatan (Nisel). Ada 2 pasangan calon (paslon) yang bersaing. Yakni incumbent atau petahana Hilarius Duha (HD) dan mantan Idealisman Dachi (ID). Diprediksi Hilarius Duha berpeluang besar mengalahkan Idealisman Dachi.

Foto : Yurisman Laia bersama Bupati Nisel

Hilarius Duha yang notabene merupakan incumbent memiliki kelemahan dan kelebihan. Namun setidaknya kelebihan dirasa lebih banyak ketimbang kekurangannya. Sehingga kelebihan yang lebih banyak bisa menutupi kekurangan. Incumbent tentu mudah dinilai kinerjanya oleh rakyatnya dan bakal rakyatnya di periode berikutnya jika terpilih. Terlebih memang HD terkesan kurang komunikatif. Dimaksudkan kurang promosi paslonnya. Wakilnya pun belum ada terpublikasi prestasi dalam berkarir. Walaupun memang diketahui background Pegawai Negeri Sipil (PNS).

BACA JUGA: Korban Janji Palsu Program Pendidikan Gratis di Nias Selatan Tidak Jelas

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo pada (21/4/2016) mengatakan. Satu alasan yang paling utama kekurangan calon dari birokrat alias PNS adalah tidak adanya kemampuan dan pengalaman pengelolaan massa yang baik. Padahal, syarat pertama yang harus dimiliki calon kepala daerah, yakni pengelolaan massa. “Itu faktor utama jika ingin menjadi calon kepala daerah. Percuma saja sang calon memiliki popularitas tinggi, tapi jika tidak bisa melakukan pengelolaan massa yang baik. Nanti, massanya bisa diambil oleh lawan,” paparnya.

-
Foto : Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana berkunjung ke Nias

Sementara, Peneliti Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati, mengatakan pada 10 Desember 2015. Calon kepala daerah petahana ini memiliki banyak keuntungan dibandingkan calon lainnya. “Keuntungan dekat dengan sumber keuangan daerah. Bisa memobilisasi PNS, juga bisa menggunakan fasilitas daerah untuk berkampanye menggunakan dana bansos dengan memberikan santunan atas nama daerah padahal kepala daerah itu mencalonkan diri lagi,” jelasnya. Dengan kata lain, bisa memobilisasi kepala desa dan para aparatur PNS.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Abaikan Sektor Pariwisata dan Perikanan Nias Selatan?

Sama halnya dengan incumbent HD. Tidak hanya diuntungkan sisi itu saja. Tentunya bisa lebih menjanjikan realisasi nyata. Salah satu tokoh masyarakat Nisel, Yurisman Laia, SH mengatakan pada 17 Oktober 2020. “Paslon nomor urut 1 HD - Firman dalam menyampaikan visi dan misi mereka menunjukkan sikap bijak, tenang dan terukur. Berbeda dengan Paslon 2 Ideal - Sanolo, dimana lebih menunjukkan sikap yang emosional,” jelasnya.

-
Foto : Salah satu tokoh masyarakat Yurisman Laia

“Terutama dalam segi topik saja, kita bisa menilai bahwa Paslon 1 dan 2 pada saat pemaparan visi dan misi. Kita sama - sama memahami walaupun ada beberapa yang barangkali semestinya itu tidak dijadikan visi dan misi. Misalnya di Paslon 2 itu menyampaikan tentang program pendidikan gratis. Sebenarnya itu tidak boleh karena hal itu telah diatur oleh undang - undang, yakni pendidikan 12 tahun,” jelas Yurisman.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Yurisman melanjutkan. “Poinnya adalah, Paslon 1 menampilkan sikap yang bijak, tenang, tidak emosional, tidak terburu-buru dalam menyampaikan pertanyaan dan pas, walaupun dalam menyampaikan pertanyaan itu memang kelihatan menyentuh pribadi salah satu Paslon 2, tetapi pertanyaan itu memang terkait visi dan misi Paslon 2 mengenai kejujuran. Dimana, mobil dinas yang dikuasai belum dikembalikan oleh salah satu Paslon 2. Ini kan pertanyaan sehat, tapi salah satu Paslon 2 cenderung menunjukkan sikap emosional seakan-akan tidak menerima. Jadi Paslon 2 ini, belum mampu mengendalikan diri,” sebutnya.

-
Foto :: Sukadamai Ndruru, Advokat dan Pengacara

Demikian pun senada yang diucapkan oleh salah satu masyarakat yang dikecewakan oleh janji marketing program pendidikan gratis ala ID. Sebut saja Sukadamai Ndruru, SH yang kini berprofesi sebagai advokat dan atau pengacara. Merupakan lulusan SMA angkatan 2011/2012. Kemudian, ada program pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah daerah (pemda) kabupaten Nias Selatan (Nisel). Tiba – tiba mahasiswa mendapat kabar dari rektor kampus di Medan. Bahwasanya belum dibayarkan dari anggaran pemda. Tepatnya usai menjalani pendidikan perkuliahan selama dua tahun. Mahasiswa belum dapat identitas kampus. Belum terbit Nomor Induk Mahasiswa (NIM).

BACA JUGA: AHY Tolak Omnibus Law Sebelum Baca, Kader Lari ke Megawati?

Hal lainnya juga dari sisi pariwisata dan perikanan. Ditulis dalam buku Bawomataluo, Destinasi Wisata Nias Pulau Impian oleh Dermawan Waruwu yang dicetak April 2018. Ada yang menarik mengenai pengabaian sektor pariwisata dan perikanan Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Pengabaian diceritakan dalam buku diindikasi dilakukan oleh Bupati Idealisman Dachi (ID) saat menjabat 2011 hingga 2016. Ditekankan pada perubahan kebijakan perubahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Berada dibawah Dinas Perikanan dan Kelautan.

-
Foto : Buku Bawomataluo, Destinasi Wisata Nias Pulau Impian oleh Dermawan Waruwu

Adapun keterangan dari Mantan Sekjend FORNISEL (Forum Nias Selatan) Kornelius Wau melalui WhatsApp ke Nawacitapost pada 13 Oktober 2020 menyampaikan senada dengan tulisan dalam buku tersebut. Dirinya menyebutkan bahwa pernah beraudiensi dengan ID mengenai sektor pariwisata dan perikanan yang dirasa diabaikan. Sehingga dirinya justru mempertanyakan ketidakbergairahan perikanan dan pariwisata saat masa kepemimpinan ID.

-
Foto : Mantan Sekjend FORNISEL Kornelius Wau

Lalu Kornelius Wau menceritakan jawaban ID saat beraudiensi dengannya. ID berpendapat bahwa bakal merugi dan tidak ada feedback dengan melakukan kegiatan seperti Kompetisi Selancar, Pesta Yaahowu dan Kapal Pesiar berlabuh. “Ketika melakukan kegiatan disebutkan maka kita merugi. Tidak sesuai feedback dari budget yang kita keluarkan,” ucapnya.

BACA JUGA: Marissa Haque Cari Panggung Pakai Omnibus Law?

Kemudian Kornelius Wau menyampaikan. “Akan tetapi  menurut ID tidak setuju karena di  Nias Selatan yang perlu dikembangkan Kelapa Sawit. Terbukti disaat ID menjabat, nyaris tidak ada kegiatan pariwisata dan perikanan. Bahkan tidak ada kegiatan Kompetisi Selancar, Pesta Yaahowu dan Kapal Pesiar tidak pernah berlabuh di Nias Selatan,” jelasnya.

-
Foto : Mantan Sekjend FORNISEL Kornelius Wau

Serupa juga dengan proyek Istana Rakyat yang tidak bisa dilanjutkan. Sebab Bupati Nisel sekarang (Hilarius Duha bersama wakilnya Sozanolo Ndruru) harus bekerja keras. Padahal proyeknya digawangi oleh Bupati sebelumnya, ID. Menyiasati pengelolaan anggaran yang ada agar pembangunan tetap berjalan.

BACA JUGA: AHY SBY bersama Demokrat Bagai Air di Daun Talas

Penyebabnya adalah kondisi keuangan daerah Nisel yang kini tidak sehat. Diduga salah satu penyebabnya adalah pengelolaan keuangan daerah yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran. Terlebih besarnya defisit anggaran 2015 yang mencapai lebih dari Rp 300 miliar. Untuk sementara pembangunan Istana Rakyat ditunda. Kalau diberikan anggaran Rp 200 miliar pun belum tentu cukup.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Diduga Melanggar Hukum Kepemilikan Dua Mobil Dinas

Belum lagi persoalan Kelapa Sawit. Yurisman menyampaikan. “Dalam penyampaian program Paslon 2, saya menilai tidak mecing (nyambung) antara penyampaian calon Bupati dengan calon Wakil Bupatinya. Misalnya, soal dalam visi dan misi Paslon 2 adanya pengadaan bibit sawit. Akan tetapi program itu seakan - akan dibantah oleh calon Wakilnya dengan ditambahnya soal padi.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Maksa Menguasai Mobil Dinas?

Yurisman pun menilai bahwa Hilarius Duha, masih yang terbaik dalam memimpin Nisel. Dimana dalam pengelolaan keuangan Nias Selatan sebelum Hilarius menjadi Bupati Nisel selalu mendapat disclaimer dari BPK RI. Namun, pada kepemimpinan Hilarius Duha, mampu mengubah itu menjadi WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Dan terus mewujudkan sila ke 5 dari Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.

-
Foto : Hilarius Duha

“Dimana, hampir seluruh kecamatan di Nias Selatan tersentuh pembangunan, misalnya saja transportasi laut di Kepulauan dan beberapa pembagunan jalan di daratan Nias Selatan. Selain itu, Hilarius Duha juga mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat di masa pandemi ini dengan memprogramkan bibit ternak babi, program 1001 kolam ikan dan pembukaan lahan kepada petani,” pungkas Yurisman.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Abaikan Sektor Pariwisata dan Perikanan Nias Selatan?

Ya bisa dikatakan memang ID sudah menjadi seorang mantan, tidak sedang berkuasa. Walaupun memang dia berani dalam membuat janji – janji. Usianya pun masih terbilang muda. Pernah pula menjadi legislatif. Berpengalaman dalam marketing juga. Tapi justru menyisakan banyak masalah yang harus dituntaskan pada periode kepemimpinan berikutnya. Terutama dalam hal pendidikan gratis. Menyisakan hutang pada beragam kampus. Yang mana penyelenggaraan keuangannya notabene tidak transparan. Bahkan menyisakan defisit anggaran 2015 untuk anggaran daerah.

-
Foto : Idealisman Dachi

Ditambah pula ada banyak catatan skandal kasus korupsi di masa kepemimpinan ID dan banyak orang mengaitkan namanya dalam kasus - kasus tersebut. Dirasa sudah menjadi penantang yang tidak fresh lagi. Banyak orang tentu tahu banyaknya kelemahan saat jadi kepala daerah. Sehingga memang haruslah cermat dan cerdas dalam memilih sosok pemimpin. Tidaklah menjadi seorang pemimpin dengan emosional yang tinggi. Tidak hanya berani buat janji tanpa realisasi. Wakilnya Sozanolo Ndruru pun tak ada terpublikasi prestasinya. Bahkan terkesan demi birahi politik kekuasaan dinasti, dirinya menggantikan pamannya sebagai wakil dari ID.

BACA JUGA: Yasonna Laoly Bangga Produk Narapidana, Diminta Daftarkan ke Ditjen HKI

Lantas Camat Somambawa Fatizamuala Telaumbanua SH, mengatakan pada 27 Agustus 2020 bahwa program Pemerintah Nisel dibawah Kepemimpinan Bupati Nisel, Hilarius Duha SH, MH sudah banyak dirasakan oleh masyarakat. Khususnya Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan. Salah satunya di bidang infrastruktur dan pembangunan. "Pembangunan di wilayah Kecamatan Somambawa semua terlaksana dan pelayanan prima kepada masyarakat yang jujur dan sederhana. Salah satunya insfratruktur pembangunan transportasi jalan menuju Hiliorahua Tasua," katanya.

BACA JUGA: Kepala Daerah Tolak Omnibus Law, Mau Terus Korupsi dan Pungli?

"Kemudian, ada pembangunan Kantor KB dan pembangunan Kantor Korwil, pembangunan Kantor Camat Somambawa, serta pembangunan Puskesmas Somambawa meskipun baru di mulai pengerjaan nya. listrik masuk desa di Desa Hiliorahua Tasua dan di Desa Sifitu Banua Kecamatan Somambawa," jelas Fatizamuala.

-
Foto : Camat Somambawa Fatizamuala Telaumbanua SH

Fatizamuala melanjutkan. "Tentu sangat membantu  masyarakat pengguna transportasi dari Desa menuju Kecamatan. dengan masuknya listrik Desa, masyarakat nyaman  dan menikmati terang, lalu untuk pembangunan Kantor Camat Somambawa masyarakat telah merasakan kenikmatan fasilitasi yang tersedia untuk melakukan pengurusan pengurusan dalam administrasi," lanjutnya.

BACA JUGA: Agustus Gea, S.H. : Mahasiswa dan Buruh Teriak Dulu, Belum Baca UU

Memang terlihat berbeda. HD dikenal dengan sosok yang bisa dijadikan contoh. Dirinya memang terlihat mencotoh sosok Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Bahkan memberikan program infrastruktur pembangunan yang merata untuk rakyatnya. Tidak tebang pilih hingga ke pelosok. Sehingga membantu perekonomian yang berujung kesejahteraan masyarakatnya. Layaknya tidak demikian dengan proyek mercusuar mewah ala ID. Yang mana juga menyuguhkan hura - hura happy ala ID yang isunya pernah mendatangkan bintang.

BACA JUGA: Gubernur Tolak Omnibus Law, Bisa Dipecat

Calon Bupati Nisel nomor urut 1 Hilarius Duha sebagai incumbent (Petahana) yang berpasangan dengan Firman Giawa, benar – benar sosok pemimpin yang penuh dengan jiwa orang tua serta peduli dengan masyarakatnya. Hal itu disampaikan Yosafati Halawa pada 27 Oktober 2020.

BACA JUGA: Anies, Mantan Rektor Anjurkan Berdemo

“Hilarius Duha ini benar – benar pimpinan dan penuh dengan jiwa orang tua, dimana HD tahu kebutuhan rakyatnya. Dan ini fakta, nakanya mari kita sayangi orang tua kita ini, yaitu HD - Firman. Kenapa, kalau orang tua itu harus sederhana dan tahu kebutuhan masyarakatnya,” tuturnya. Dengan komposisi demikian, dipastikan HD berpeluang besar memenangkan Pilkada Nisel. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Pendukung Idealisman Dachi Diduga Sengaja Sebar Hoax

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini