Anies, Mantan Rektor Anjurkan Berdemo

0
160
Foto : Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Anies Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOST – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merupakan mantan rektor baru – baru ini justru seperti menganjurkan berdemo. Lantaran Anies memiliki tanggapan berbeda dan tidak mempersoalkan banyaknya pelajar yang mengikuti aksi demonstrasi Omnibus Law. Bahkan Anies menyebut, anak yang peduli dengan permasalahan bangsa adalah hal yang bagus. Kepedulian pelajar dengan bangsanya adalah sesuatu yang perlu dirangsang. Sebab, akan lebih bahaya lagi jika mereka tak mau mengetahui kondisi yang terjadi dengan negara.

BACA JUGA: AHY SBY bersama Demokrat Bagai Air di Daun Talas

“Anak-anak justru dirangsang. Kalau ada anak yang peduli soal bangsanya bagus dong. Kalau tidak peduli bangsanya yang repot,” ujar Anies di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, 14 Oktober 2020 malam. Namun, kata Anies, rasa kepedulian bangsa dari pelajar itu harus diarahkan dengan baik. Caranya melalui pendidikan dan pengajaran dari guru dan orang tua agar tak salah arah. “Sekarang diarahkan. Diarahkan dengan tugas yang mendidik. Jadi kira-kira mindsetnya begitu. Kalau ada anak yang mau peduli bangsanya kita suka,” tuturnya.

BACA JUGA: Gubernur Tolak Omnibus Law, Bisa Dipecat

Mantan Mendikbud pun menyebut jika nantinya pelajar yang peduli bangsa itu malah berbuat salah, harus dikoreksi. Sekolah selaku institusi pendidikan jangan malah menjatuhi hukuman yang membuat mereka tak peduli lagi dengan bangsa. “Kalau ada langkah yang dikerjakannya salah, ya dikoreksi. Prinsip dengan educational nanti sekolahnya yang memberikan tugas,” pungkasnya. Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama Polres mengamankan sebanyak 1.377 pemuda dan pelajar terkait unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Foto : Demo pelajar anarkis

Bahasa Anies seolah membenarkan pelajar berdemo. Karena seakan berdemo merupakan wujud kepedulian terhadap permasalahan bangsa. Nyatanya demo pelajar berlangsung anarkis dimana – mana, termasuk di Jakarta. Bahkan pendemo tidak tahu tujuan yang ingin dicapai dari demo. Lha ko bisa dikatakan peduli permasalahan bangsa. Sementara yang demo hanya ikut – ikutan saja. Belum tahu hal yang dituntut dalam demonya. Seperti demo Omnibus Law. Isi Omnibus Law saja tidak tahu.

BACA JUGA: Polri Bersinergi dengan Pemerintah, SKCK Pelajar Berdemo Tidak Diterbitkan

Lebih lagi pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim demo buruh untuk menolak Undang – Undang Omnibus Law Cipta Kerja  telah ditunggangi pihak tertentu. Bahkan pemerintah sudah mengetahui (dalang)  yang menggerakkan aksi demonstrasi berasal dari kalangan elit dan intelektual. Kendati begitu, dia enggan menjelaskan secara detail pihak-pihak yang menunggangi aksi demonstrasi untuk memprotes Undang – Undang Cipta Kerja. “Sebetulnya, pemerintah tahu siapa yang demo itu, kami tahu siapa yang menggerakkan, siapa sponsornya, siapa yang membiayai,”ucapnya secara virtual pada (8/10/2020). Berarti masyarakat sudah terprovokasi dong. Bukan benar mengerti tentang Omnibus Law. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Diduga Pendemo Omnibus Law Dibayar, Cikeas Cendana Terlibat?