AHY Tolak Omnibus Law Sebelum Baca, Kader Lari ke Megawati?

0
415
Foto : AHY, Ferdinand dan Megawati

Jakarta, NAWACITAPOST – Salah satu kader partai yang dipimpin oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pergi meninggalkan. Perbedaan dalam cara pandang dan prinsip menjadikan salah satu kadernya tidak bisa lagi melanjutkan untuk bergabung di Partai Demokrat. Diketahui AHY dan partai Demokrat menolak adanya pengesahan Rancangan Undang – Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang – Undang (UU). Namun, faktanya belum membaca. Lantas kader lari ke Megawati?

Foto : Pertemuan Megawati, Puan Maharani, AHY bersama istri dan Ibas bersama istri

Partai Demokrat mengakui penolakan dilakukan baik saat rapat mini fraksi hingga rapat sidang paripurna DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI (Republik Indonesia). Demikian dibenarkan dalam surat edaran pernyataan pers no. 021/Bakomstra.PD/X/2020 tentang Partai Demokrat Tolak RUU Ciptaker, Gelombang Fitnah & Hoax Datang Menerjang. Surat tertanggal 9 Oktober 2020 oleh Ossy Dermawan, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat. Dibenarkan pada poin 3 atas penolakan yang dilakukan.

BACA JUGA: Cikeas, Dalang Provokator Demo Buruh Tumbangkan Jokowi?

Namun pada poin 7 ada kejanggalan. Bahwasanya Demokrat belum menerima dokumen RUU Cipta Kerja yang final. Kemudian menuliskan bahwa Partai Demokrat mengirim surat untuk meminta ke Ketua DPR RI secara resmi bisa mendapatkan UU Omnibus Law yang disahkan.

BACA JUGA: Gatot, KAMI bersama AHY Ciptakan Seperti Tragedi 98?

“Banyak dokumen yang berseliweran di ruang publik. Namun tidak diketahui mana yang versi finalnya. Kami berniat mempelajari dokumen final tersebut secara utuh. Agar dapat diketahui substansinya secara lengkap dan jelas, pasal per pasal. Dengan tujuan untuk membuat chaos informasi yang dapat membingungkan publik. Sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat pada pemerintah,” terang Ossy.

BACA JUGA: Apa Hubungan Najwa Shihab dengan Bakrie Group?

Berarti menandakan Partai Demokrat belum membaca dan memahami isi dan substansi UU Omnibus Law. Mengherankan sebelumnya AHY melakukan penolakan tegas. Bahkan disampaikan kepada public sebelum adanya demo buruh tolak Omnibus Law. Entah maksud dan tujuan dibalik penolakannya.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Menurut AHY pada 5 Oktober 2020, tidak ada urgensinya, apalagi di tengah pandemi Covid 19. “Keputusan kami sudah disampaikan lewat fraksi Partai Demokrat dalam pandangan akhir mini fraksi pada Pengesahan Tingkat I di Rapat Kerja Badan Legislasi DPR RI (3/10/2020). Dan kami sampaikan lagi dalam pendapat fraksi Sidang Paripurna DPR RI. Sebagai penegasan atas penolakan kami tersebut, fraksi kita walk-out dari Sidang Paripurna DPR RI”, katanya.

Foto : Diduga mobil Demokrat saat demo Omnibus Law

“Kami tegas menolak RUU Cipta Kerja, namun saya mohon maaf pada masyarakat Indonesia, khususnya buruh dan pekerja. Karena kami belum cukup suara untuk bisa memperjuangkan kepentingan rakyat. Alih – alih berupaya untuk menciptakan lapangan kerja secara luas, RUU tersebut berpotensi menciptakan banyak sekali masalah lainnya,” tegas AHY.

Foto : Ferdinand Hutahaen bersama Presiden Jokowi

Kalau saja tidak ada maksud dan tujuan tertentu, mungkin kader takkan pergi meninggalkan. Nyatanya Ferdinand Hutahaen mengundurkan diri dari Partai Demokrat setelah terjadi sejumlah perbedaan prinsip dan cara pandang isu nasional. “Hari ini saya umumkan resmi di akun medsos saya terutama di Twitter saya dan besok saya sampaikan surat resminya ke DPP Demokrat,” katanya pada 11 Oktober 2020.

BACA JUGA: Najwa Shihab Yakin Jurnalis Profesional?

“Perbedaan prinsip dan perbedaan cara pandang terkait isu-isu nasional antara saya dan pengurus lainnya adalah alasan utama. Terakhir kemarin cara pandang terhadap UU Ciptaker yang sangat mendasar bagi saya semakin menguatkan pilihan saya untuk mundur,” tegas Ferdinand. Lalu dibuktikan pada 12 Oktober 2020. Melalui staf, Ferdinand menyerahkan surat pengunduran diri dan Kartu Tanda Anggota (KTA) dirinya sebagai kader partai. “Saya menyerahkan surat pengunduran diri saya dan KTA saya sebagai kader partai,” jelasnya.

BACA JUGA: Diduga Pendemo Omnibus Law Dibayar, Cikeas Cendana Terlibat?

Mundur dari Partai Demokrat, bukan menjadi akhir perjalanan Ferdinand di dunia politik. Ferdinand akan bergabung dengan partai politik yang memperjuangkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Pancasila secara konsisten. “Nanti pasti akan masuk ke salah satu partai politik yang memperjuangkan NKRI dan Pancasila secara konsisten. Saya pasti akan bergabung ke parpol. Hanya, tunggu tanggal mainnya. Intinya saya tetap akan berpolitik, tapi untuk saat ini mungkin belum masuk partai manaupun dalam waktu beberapa saat,” terangnya.

BACA JUGA: Terawan Dibela, Najwa Shihab Tuai Citra Buruk, Kadrun Kram Otak?

Ferdinand pun berusaha meyakinkan bahwa pilihan mundurnya sudah hal yang tepat. “Daripada jadi konflik di internal, lebih saya pergi dengan keyakinan prinsip politik saya. Bahwa kepentingan bangsa jauh di atas segalanya termasuk diatas kepentingan politik kelompok. Maka saya bersikap untuk pergi dan mundur,” tegasnya. Ferdinand Hutahaean tiba pukul 09.00 WIB di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi nomor 41, Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

BACA JUGA: Karni Ilyas Tidak Adil, Bakrie Tak Diundang Bahas Jiwasraya, Lapindo dan Jungle Land

PDI Perjuangan yang digawangi Megawati pun membuka pintu jika Ferdinand ingin bergabung. Tak lain untuk menjadi kader partai berlambang banteng moncong putih, setelah mundur dari Partai Demokrat. Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan. PDI Perjuangan adalah partai terbuka, maka siapapun warga negara Indonesia boleh bergabung sebagai anggota. “Dengan prasyarat pokok yaitu menerima dan tegak lurus di jalan ideologi Pancasila,” ucapnya di Jakarta, pada (12/10/2020)

Foto : Megawati, Puan Maharani, AHY dan SBY

Djarot menambahkan bahwa setiap warga negara Indonesia jika ingin bergabung dengan PDIP harus memenuhi syarat dan melalui prosedur yang telah ditetapkan. “Ada prosedur yang harus dilalui oleh siapapun yang mau bergabung di PDI Perjuangan. Yakni membikin surat pernyataan untuk masuk sebagai anggota dengan melampirkan fotokopi KTP,” paparnya. Namun sejauh ini belum mendapat informasi Ferdinand bakal masuk ke jajaran Megawati. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bakrie Group Diduga Terlibat Jiwasraya, Nasibmu Kini?