Idealisman Dachi Abaikan Sektor Pariwisata dan Perikanan Nias Selatan?

0
358
Foto : Presiden Jokowi, Hilarius Duha dan Idealisman Dachi

Jakarta, NAWACITAPOST – Ditulis dalam buku Bawomataluo, Destinasi Wisata Nias Pulau Impian oleh Dermawan Waruwu yang dicetak April 2018. Ada yang menarik mengenai pengabaian sektor pariwisata dan perikanan Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Pengabaian diceritakan dalam buku diindikasi dilakukan oleh Bupati Idealisman Dachi (ID) saat menjabat 2011 hingga 2016. Ditekankan pada perubahan kebijakan perubahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Berada dibawah Dinas Perikanan dan Kelautan. Idealisman Dachi abaikan Sektor Pariwisata dan Perikanan Nias Selatan?

BACA JUGA: AHY Tolak Omnibus Law Sebelum Baca, Kader Lari ke Megawati?

Pemerintah Daerah sejatinya semestinya berpihak kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya. Masa pemerintahan Bupati Idealisman Dachi periode 2011 hingga 2016 di Kabupaten Nias Selatan terindikasi kurangnya perhatian. Terutama terhadap pengembangan daya tarik wisata khususnya Bawomataluo.

Foto : Mantan Sekjend FORNISEL, Kornelius Wau

Adapun keterangan dari Mantan Sekjend FORNISEL (Forum Nias Selatan) Kornelius Wau melalui WhatsApp ke Nawacitapost pada 13 Oktober 2020 menyampaikan senada dengan tulisan dalam buku tersebut. Dirinya menyebutkan bahwa pernah beraudiensi dengan ID mengenai sektor pariwisata dan perikanan yang dirasa diabaikan. Sehingga dirinya justru mempertanyakan ketidakbergairahan perikanan dan pariwisata saat masa kepemimpinan ID.

BACA JUGA: Bareskrim Tangkap KAMI, Ternyata Ngeri Percakapannya, PKS Justru Minta Bebaskan

“Sektor pariwisata, saya lebih concern di sektor ini, sesuai dengan potensi yang perlu disentuh. Karena pada dasarnya Pulau Nias pada umumnya merupakan daerah perikanan dan pariwisata. Bahkan kedua potensi ini ada di Nias Selatan. Tetapi kenapa pada jaman Pak Idealis, Dinas Pariwisata dilebur ke Dinas lain? Bapak Presiden Jokowi saja pada saat berkunjung ke Pulau Nias mendukng kedua potensi diatas. Di zaman pak ID, pariwisata di Nias Selatan tidak bergairah,” kata Kornelius Wau.

Foto : Buku karya Dermawan Waruwu

Kornelius Wau menambahkan. “Terbukti disaat ID menjabat, nyaris tidak ada kegiatan pariwisata dan perikanan. Bahkan tidak ada kegiatan Kompetisi Selancar, Pesta Yaahowu dan Kapal Pesiar tidak pernah berlabuh di Nias Selatan,” tambahnya. Lalu dirinya menceritakan jawaban ID saat beraudiensi dengannya. ID berpendapat bahwa bakal merugi dan tidak ada feedback dengan melakukan kegiatan seperti Kompetisi Selancar, Pesta Yaahowu dan Kapal Pesiar berlabuh. “Ketika melakukan kegiatan disebutkan maka kita merugi. Tidak sesuai feedback dari budget yang kita keluarkan,” ucapnya.

BACA JUGA: Marissa Haque Cari Panggung Pakai Omnibus Law?

Namun justru Kornelius Wau mempertanyakan bahwa biasanya setiap kegiatan yang dilakukan, ada cost yang mesti dikeluarkan (marketing fee dari kegiatan yang dilakukan). “Pak  Bupati  semestinya  jauh  lebih  memahami  sebagai  pengusaha  dan  mantan  marketing. Sebagai  contoh  Malaysia,  setiap  mendatangkan  Wisman , Malaysia  harus  mengeluarkan  cost  15USD. Sementara  Indonesia  cuma  2USD. Itu  memudahkan  kita  untuk  mendatangkan  Wisman. Tinggal  bagaimana  kita punya niat untuk melakukan,” jelasnya kepada ID kala beraudiensi.

Foto : Kompetisi Selancar

Kemudian Kornelius Wau menyampaikan. “Akan tetapi  menurut  ID  tidak  setuju  karena  di  Nias Selatan  yang  perlu  dikembangkan  Kelapa  Sawit. Bila  dibandingkan  dengan  di zaman  pak  Hilarius Duha (HD),  dunia  Pariwisata  dibangkitkan  kembali  dari  mati  suri  selama  5 tahun. Terbukti dari kegiatan – kegiatan yang  dilakukan  Al  Yaahowu  Nias  Festival, Kompetisi  Selancar  dan Kapal  Pesiar berlabuh yang  dapat  merangsang  pertumbuhan  perekonomian. Karena kegiatan ini  menyasar  ke seluruh  lapisan  masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA: AHY SBY bersama Demokrat Bagai Air di Daun Talas

Lebih lanjut dikatakan Kornelius Wau. “Kita  akui  masih  banyak  kekurangan, karena  dalam  hidup  ini  tidak  ada yang sempurna. Semoga  informasi  ini  dapat  membuka  pikiran  dan  hati  masyarakat  Nias  selatan  dalam  menentukan  pilihan. Karena kedua  pasangan calon, masyarakat Nias Selatan  pernah  merasakan  kepemimpinan keduanya,” pungkasnya. Namun saat ID mengucapkan janji untuk Pilkada 2020 pada 4 September 2020 tidak menyebutkan sektor pariwisata dan perikanan. “Kalau Tuhan berkenan kami memimpin Nias Selatan ke depan, maka kami pastikan gaji PTTD dan GBD akan kami naikkan, serta kontrak kerja akan dipermanenkan,” janjinya.

Foto : Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana melakukan kunjungan ke Pulau Nias

Padahal, dalam kunjungan kerja ke Kepulauan Nias, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melihat langsung potensi dari daerah tersebut yang dapat ditingkatkan ke depannya. Oleh karenanya, saat berbicara di hadapan pemerintah daerah, masyarakat, dan tokoh adat setempat di Pendopo Kabupaten Nias, Sumatera Utara, 19 Agustus 2016, Presiden menitipkan pesan. Terlebih kepada pemerintah daerah setempat agar fokus terhadap pengembangan potensi pariwisata tersebut.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

“Saya lihat dari atas pas turun, potensi terbesar ada dua menurut saya. Pertama, pariwisata. Kedua, perikanan. Dua ini kita harus fokus,” tegas Presiden. Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo meyakini. “Bila Kepulauan Nias ini fokus pada dua potensi tersebut, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut akan meningkat dengan tajam,” tuturnya. Presiden pun meminta pembangunan industri cold storage perikanan untuk dapat dimulai.

Foto : Pidato Presiden Jokowi saat kunjungan ke Pulau Nias

“Tapi sekali lagi, faktor keamanan sangat diperlukan. Faktor keterbukaan menerima investasi juga diperlukan. Faktor dalam menerima wisatawan juga harus terus disampaikan ke masyarakat,” imbuh Presiden. Terkait dengan potensi wisata dan kaitannya dengan infrastruktur jalan di daerah tersebut, Presiden menyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada masalah yang berarti. “Tadi saya lihat di beberapa ruas jalan, di sini insya Allah tidak ada masalah,” terang Presiden. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Yasonna Laoly Bangga Produk Narapidana, Diminta Daftarkan ke Ditjen HKI