Yasonna Laoly Bangga Produk Narapidana, Diminta Daftarkan ke Ditjen HKI

0
186
Foto : Menkumham Yasonna Laoly, Legislatif Marinus Gea, Direktur Merk Nofli, Kakanwil Kemenkumham Jabar Imam Suyudi dan seorang narapidana

Bandung, NAWACITAPOST – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly berkunjung ke Lapas Perempuan Kelas II A Bandung, Jawa Barat. Tepatnya pada 17 Oktober 2020. Yasonna melihat produk – produk narapidana yang mana merupakan hasil dari pembinaan dan pelatihan. Ada yang budidaya tumbuhan, melukis, membuat makanan atau minuman, membuat desain mug dan desain kaos. Yasonna merasa bangga melihat kreativitas para narapidana. Lantas meminta agar produk bisa didaftarkan merknya ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen) HKI.

Foto : Menkumham Yasonna Laoly, Legislatif Marinus Gea, Direktur Merk Nofli, Kakanwil Kemenkumham Jabar Imam Suyudi dan jajaran Kanwil Kemenkumham Jabar

Yasonna lantas bercengkrama dan bercanda gurau dengan para narapidana dengan masing – masing produknya. Terlihat bahwa seorang Menkumham yang tegas mampu pula membawa suasana menjadi lebih akrab. Tidak memandang status seseorang walaupun notabene narapidana. Pertama, Yasonna bercengkrama dengan narapidana yang memperlihatkan produk budidaya tumbuhan. Kemudian dilanjutkan ke produk lukisan narapidana. Yasonna pun memberikan tanda tangan di lukisan bergambar dirinya.

BACA JUGA: Agustus Gea, S.H. : Mahasiswa dan Buruh Teriak Dulu, Belum Baca UU

Lalu Yasonna bercengkrama dengan narapidana yang menunjukkan produk desain mug dan kaos. Rupanya Yasonna dibuat cair suasananya oleh si narapidana dengan gaya bicara yang santai. Yasonna pun membeli beberapa mug dan sebuah kaos berwarna merah. Lebih lagi, Yasonna bersama Marinus Gea akan memesan ribuan mug. Keduanya merasa tertarik dengan desain mug dan harganya terbilang ekonomis.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

“Kamu berapa lama disini? Kamu kurir ya? Lengket langsung ya desain ke mugnya? Saya dulu waktu kampanye pesan 20.000. Pak Marinus, kalau calon kita kampanye, pesan disini. Kasih gambarnya. Berapa satu? Kasih yang murah tapi ada untung. Kaosnya berapa ini? Berapa lama kalau kamu bikin 2.000? Berapa mesin kalian? awas panas. Kalian beli mugnya dimana?,” tutur Yasonna.

Foto : Yasonna bercengkrama dengan narapidana terkait produk narapidana

Lalu narapidana menjawab. “Bukan pak, saya pemakai. Pesan disini saja pak kalau ada kampanye. Ya Rp 20.000 ribu saja. Sudah dapat untung. Kaosnya Rp 120.000 bapak. Kalau mug bikin 2.000 bisa dilakukan 2 hari saja pak. Saya nunggu orderan dari bapak. Ini ada 1 mesin pak. Ini saya sudah tahan panas. Saya cari – cari foto bapak ini di Google yang lagi naik sepeda. Itu rahasia perusahaan pak,” jawabnya.

BACA JUGA: AHY SBY bersama Demokrat Bagai Air di Daun Talas

Yasonna kemudian mengungkapkan bahwa dirinya bangga melihat produk narapidana. “Jadi ada kerinduan warga binaan kita. Walaupun tempat terbatas, kreativitas tidak boleh terbatas. Ini contohnya. Jadi saya sangat menghargai upaya dari Kalapas dan juga warga binaan kita yang terus mendorong proses kemandirian napi. Mendidik mereka untuk mempunyai keterampilan dan pengetahuan. Nah kita lihat apa yang mereka produksi tidak kalah dari apa yang dilakukan oleh orang – orang diluar,” jelasnya.

BACA JUGA: Gubernur Tolak Omnibus Law, Bisa Dipecat

Yasonna pun melanjutkan. “Ya jadi nanti bagi yang sudah mau keluar, ada yang budidaya tanaman, ada yang melukis, ada yang membuat keterampilan untuk buat sablon dan lain – lain. Kita akan dorong terus. Sebabnya tadi saya katakan kepada teman. Ini ada musim kampanye. Harga jauh lebih murah dari umum. Maka ini akan sangat menolong mereka. Mereka dapat premi. Keterampilan terus diasah. Mudah – mudahan nanti kalau order semakin besar, mereka bisa beli tambahan satu peralatan lagi. Sehingga kalau ordernya gede, bisa mereka lebih dapatnya,” lanjutnya.

Foto : Menkumham Yasonna bersama Legislatif Marinus Gea, Direktur Merk Nofli dan Kakanwil Kemenkumham Jabar Imam Suyudi bercengkrama dengan narapidana

Yasonna menambahkan pula. “Dan kalau keluar sudah punya keterampilan. Dengan Undang – Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan, keluar, satu orang bisa mendirikan satu perusahaan perseroan terbatas. Yang sifatnya UMKM, itu langsung bisa dibantu oleh pemerintah. Kami dari Kementerian Hukum dan HAM, dari Direktorat Jenderal AHU akan memfasilitasi pendaftarannya. Jadi ini semua adalah dorongan kita, bukan hanya untuk warga binaan yang ada disini. Di seluruh Indonesia kita dorong untuk kemandirian,” tambahnya.

BACA JUGA: Anies, Mantan Rektor Anjurkan Berdemo

Lebih lanjut, Yasonna pun mengungkapkan rasa sangat bangga terhadap produk para narapidana. “Bikin furniture, ada bikin keterampilan yang lain. Dan kalau saya ke luar negeri, ketemu dengan Presiden Serbia, Menteri, Dirjen, ke Jenewa, saya memberikan souvenir napi, souvenir warga binaan. Itu selalu sampai ke luar negeri. Bukan bangga lagi. Sangat bangga. Karena memang tujuan kita disini kan membina. Mendidik mereka sehingga nanti pada saat mereka keluar bisa menjadi warga negara yang berguna untuk bangsa ini,” tuturnya.

BACA JUGA: Marissa Haque Cari Panggung Pakai Omnibus Law?

Tak ketinggalan, Yasonna pun berpesan agar produk narapidana terlebih desain mug didaftarkan ke Ditjen HKI. Yasonna berpesan ke Direktur Merk, Nofli. Tak lain untuk menindaklanjuti berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat (Jabar), Imam Suyudi. Direktur Merk, Nofli sangat menyambut hangat pesan Yasonna. Bahkan, dirinya menyampaikan bahwa produk narapidana sebaiknya memakai satu merk. Dan untuk pembeda masing – masing Lapas tinggal ditambahkan nama Lapasnya.

BACA JUGA: Petinggi Demokrat Perkosa Wanita, Dicekok Minuman Keras

Nofli juga menambahkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menghasilkan berbagai produk barang sebagai hasil pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Produk yang dihasilkan sangat bervariasi. Saat ini produk – produk yang dihasilkan oleh WBP pada umumnya dipasarkan dengan merk masing – masing Lapas yang bersangkutan.

Foto : Menkumham Yasonna bersama Legislatif Marinus Gea, Direktur Merk Nofli dan Kakanwil Kemenkumham Jabar Imam Suyudi bercengkrama dengan narapidana

“Kami sangat mendukung agar produk atau hasil karya narapidana menggunakan satu merk. Dengan harapan, saat produk atau barang hasil karya narapidana dipasarkan maka orang akan tahu itu adalah produk narapidana. Ini tentunya akan dapat meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing. Kami akan memfollow up arahan Bapak Menteri Hukum dan HAM dan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam membangun merk produk – produk hasil Warga Binaan pada Lembaga Pemasyarakatan. Termasuk berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat,” ungkap Nofli.

BACA JUGA: Viral Emak Ngaku Istri Jaksa, Bentak Aparat Pas Dirazia

Senada dengan Nofli, Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat Imam Suyudi pun sangat menyambut baik pesan Yasonna. Dirinya bahkan merasa bermakna kunjungan Menkumham tersebut. “Kunjungan Menkumham RI di Lapas Perempuan Bandung pada aktivitas kegiatan kerja dan hasil produksi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) menunjukkan. Bahwa WBP Lapas Perempuan Bandung walaupun keberadaan mereka di tempat yang terbatas namun bisa berkreasi yang tidak terbatas,” terangnya.

Foto : Menkumham Yasonna bersama Legislatif Marinus Gea, Direktur Merk Nofli dan Kakanwil Kemenkumham Jabar Imam Suyudi bercengkrama dengan narapidana

Imam Suyudi pun melanjutkan. “Dibuktikan dengan banyaknya hasil kegiatan kerja yang sangat berkualitas dan mampu bersaing di pasaran masyarakat. Seperti tanaman hias, tanaman sayuran, lukisan, sablon kaos dan kaca atau gelas, serta kerajinan tangan, masker dan makanan ringan atau minuman lainnya. Hasil produksi yang telah dibuatkan merknya tentu akan segera didaftarkan merknya di Kanwil Kemenkumham Jabar. Agar lebih eksis dan terjamin dalam hal kualitas dan pemasaran hasil produksinya,” tuturnya.

Foto : Foto : Menkumham Yasonna Laoly, Legislatif Marinus Gea, Direktur Merk Nofli, Kakanwil Kemenkumham Jabar Imam Suyudi dan jajaran Kanwil Kemenkumham Jabar

Menkumham Yasonna Laoly memang menyempatkan untuk berkunjung ke Lapas Kelas II Bandung sebelum pergi ke agenda lainnya di Bandung. Yasonna datang berkunjung bersama jajarannya. Diantaranya Direktur Merk Nofli dan Ketua Umum DPP HIMNI sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Marinus Gea. Kunjungan Yasonna sangat disambut hangat oleh Kakanwil Jawa Barat, Imam Suyudi dan para jajarannya. Seperti Kasubag Humas Kanwil Jabar Yayan, Kepala Lapas Perempuan Putranti, Kepala Lapas Sukamiskin Thurman Hutapea, Kepala Rutan Perempuan Maya dan lainnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bareskrim Tangkap KAMI, Ternyata Ngeri Percakapannya, PKS Justru Minta Bebaskan