Korban Janji Palsu Program Pendidikan Gratis di Nias Selatan Tidak Jelas

0
3516
Foto : Idealisman Dachi dan Sukadamai Ndruru, SH

Jakarta, NAWACITAPOST – Media Nawacitapost didatangi salah satu korban janji palsu program pendidikan gratis di kabupaten Nias Selatan (Nisel). Sebut saja Sukadamai Ndruru, SH yang kini berprofesi sebagai advokat dan atau pengacara. Merupakan lulusan SMA angkatan 2011/2012. Kemudian, ada program pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah daerah (pemda) kabupaten Nias Selatan (Nisel). Kala itu masih dalam masa kepemimpinan Idealisman Dachi. Program dicanangkan mulai dari setingkat SD hingga perkuliahan. Tertarik dengan program, banyak pemuda pemudi berbondong – bondong mendaftar. Termasuk juga dirinya. Mendaftarkan diri ke Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) di Nisel. Setelah setahun kemudian, bertanya – tanya kejelasan status kemahasiswaan. Memang juga memerlukan buku – buku. Lantas diminta studi banding ke USBM di Medan.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Idealisman Dachi

Tiba – tiba mahasiswa mendapat kabar dari rektor kampus di Medan. Bahwasanya belum dibayarkan dari anggaran pemda. Tepatnya usai menjalani pendidikan perkuliahan selama dua tahun. Mahasiswa belum dapat identitas kampus. Belum terbit Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Kemudian memutuskan untuk kembali ke Nisel dari Medan. Dijemput saat sudah sampai di Nisel. Program pendidikan gratis digawang saat Idealisman Dachi kampanye terdahulunya sebelum terpilih jadi bupati. Setelah terpilih, mendirikan USBM. Nisel memang hanya memiliki perguruan tinggi, tidak ada universitas. Dugaan tidak mengenakkan mencuat ke permukaan. Diduga ada upaya menutupi aib yang terselubung dibalik USBM. Pemda melalui kepala Dinas pendidikan Dra. Mardaglena Bago, MM, MBA berusaha memindahkan sejumlah mahasiswa belajar di USBM Medan. Namun memang mahasiswa bukan menemukan solusi. Malah mahasiswa yang dipindahkan terlantar terancam tidak makan. Lantaran demikian, ratusan mahasiswa USBM turun ke jalan melakukan demo. Menanyakan status nasib kepada Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi. Meminta pertanggungjawaban atas programnya. Merasa ditelantarkan.

BACA JUGA: Lobby Tingkat Tinggi Yasonna, Sukses Pemerintah Jokowi

Foto : Sukadamai Ndruru, SH

Lalu, hanya bertemu Sekretaris Daerah (Sekda)nya, Faduhusi Daely. Didampingi Pengelola USBM Sozisokhi Sihura,SE,M,ec,dev. Bupati Idealisman Dachi tidak nampak batang hidungnya. Emosional mahasiswa memuncak. Memberontak didalam kantor bupati. Kemudian geram dan melakukan pelaporan. Pelaporan dilayangkan ke pihak kepolisian, baik polda maupun mabes. Sudah masuk ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) juga. Kajari (Kejaksaan Negeri) Telukdalam Imade Suarjana,SH,MH pun angkat bicara pada 2014. Sebanyak 15 orang saksi sudah diperiksa termasuk yang berada di kota Medan. Namun hingga kini belum ada perkembangan. Sepertinya tidak diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Sehingga salah satu korban mewakili korban lainnya mendatangi media Nawacitapost. Berharap agar proses penyelidikan dan penyidikan kembali dilanjutkan. Tidak terhenti di tengah jalan. Siapa – siapa saja yang terlibat agar ditindaklanjuti dengan tegas. Masih membutuhkan kejelasan. Sebab memang tidak jelas. Kemudian juga bisa dijadikan suatu pembelajaran kepada semua orang dalam memilih kepala daerah kelak. Tidak salah pilih. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Makan Siang dan Arahan Menkumham Yasonna Laoly kepada Manajemen Nawacitapost