Agustus Gea, S.H. : Mahasiswa dan Buruh Teriak Dulu, Belum Baca UU

0
557
Foto : Agustus Gea, SH

Jakarta, NAWACITAPOST – Demo Undang – Undang (UU) Cipta Kerja Omnibus Law masih terus menjadi perbincangan hangat. Sebab, Menteri Kabinet Indonesia Maju menyatakan bahwa ada dalang dibalik demo. Tak pelak Agustus Gea, SH angkat bicara pada 9 Oktober 2020. Agustus Gea adalah pakar hukum ketenagakerjaan yang kiprahnya dari awal berkaitan dengan HRD di berbagai perusahaan industri jasa.

BACA JUGA: Diduga Pendemo Omnibus Law Dibayar, Cikeas Cendana Terlibat?

Agustus Gea sebagai senior yang telah banyak bergelut di urusan ketenagakerjaan dan perusahaan prihatin melihat demo mahasiswa terkait UU Omnibus Law. Hal ini jadi perhatian karena setelah dibaca dengan baik dan menyeluruh sangat baik. Oleh karenanya Agustus Gea yakin bahwa mahasiswa dan buruh belum baca sudah teriak. Teriak tolak. Betapa ruginya kedepan jika tidak dibuat UU ini.

BACA JUGA: Gatot, KAMI bersama AHY Ciptakan Seperti Tragedi 98?

“Saya sangat apresiasi UU Cipta Kerja ini yang mampu menyederhanakan sekitar 70an UU atau 1300 pasal. Yang mana sebelumnya berdiri sendiri – sendiri dan terkadang bertabrakan satu sama lain. Tetapi dengan disahkannya UU Cipta Kerja terjadi sinkronisasi, kemudahan dan kepastian hukum. Untuk memahami UU Cipta Kerja ini dituntut kesabaran dan ketelitian karena banyaknya halaman yang terdiri dari 10 Klaster sebagaimana disebutkan dalam pasal 5nya,” terang Agustus Gea.

Foto : suasana demo

Agustus Gea pun melanjutkan penjelasannya. “Para buruh dan mahasiswa, saya yakin mereka hanya fokus pada klaster ketenagakerjaan saja  dan itupun kemungkinan belum dibaca dengan baik dan benar. Jika yang membaca tidak terpengaruh dengan hiruk pikuk demo dan berita hoax di berbagai medsos (media sosial) maka pasti mengatakan UU Cipta Kerja ini sangat baik dan penting. Apalagi selalu diakhiri bahwa aturan lebih lanjut akan diatur di Peraturan Pemerintah (PP) yang harus rampung 3 bulan setelah UU Cipta Kerja ini disahkan,” paparnya.

BACA JUGA: PKI, Kebohongan Rezim Kejam Soeharto?

Agustus Gea pun memberikan saran kepada masyarakat khususnya pendemo. “Kepada mereka yang gemar demo, ada baiknya dibaca dulu dengan baik dan benar agar tidak salah dalam menilai dan menyimpulkan bahwa UU Cipta Kerja ini merugikan rakyat. Kita harapkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera menandatangani UU Cipta Kerja ini. Sehingga sudah dapat diberlakukan setelah dicatat di Lembaran Negara. Dan jika ada pihak yang tidak puas juga dapat mengajuan Judicial Review kepada MK (Mahkamah Konstitusi),” pungkasnya.

BACA JUGA: Klaster Baru Covid 19 Demo Omnibus Law, Ini Para Tokoh yang Harus Tanggung Jawab