Selasa, 23 Juni 2026

Kepulauan Nias Dapil II Sumut Terpilih, Kemanakah Saat Pandemi Covid 19 ?

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:08 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Asumsi publik kebanyakan menyudutkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Prof. Yasonna H. Laoly, SH, MSc, PhD atau Yasonna lebih dikenal, tidak kontribusi untuk Nias. Memang Yasonna ada darah Nias. Namun bukan Dapil II Sumut, bukan wakili suara Kepulauan Nias saat pemilu dapatkan kursi DPR. Termasuk juga Marinus Gea, SE, MAk atau dikenal Marinus yang berhasil masuk legislatif.  Marinus memang berdarah Nias. Tapi bukan Dapil II Sumut, bukan wakili suara Kepulauan Nias saat pemilu legislatif. Marinus menjadi Dapil Banten 3. Mungkin memang nama santer terdengar hanya Yasonna dan Marinus. Pasalnya keduanya memang aktif pula dalam berkegiatan diluar politik.

BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng

Foto : Menkumham Yasonna bersama Kemenkumham Peduli Covid 19

Yasonna, berangkat dari Dapil Sumut (Sumatera Utara) 1. Berawal pada pemilu 1999. Mengantarkan Yasonna terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (1999- 2004). Usai pemilu 1999, dilanjutkan ke pemilu 2004. Dia mengikuti Kursus Guru Kader Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh DPP PDIP. Lalu dia diberi amanah untuk mengkoordinir kursus serupa di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Kerja kerasnya berhasil.

BACA JUGA: Ray, Penderita Kanker Otot, Butuh Uluran Tangan

-
Foto : Legislatif Marinus Gea bersama Yayasan Sehati berbagi

Barulah Yasonna mewakili Nias. PDIP mendapat dua kursi di daerah pemilihan. Dia melenggang ke kursi istimewa. Dipindahkan ke Daerah Pemilihan Sumut II (meliputi Kepulauan Nias, Tapanuli, Asahan dan Labuhan Batu). Kemudian, dia ditunjuk sebagai Ketua Fraksi PDIP MPR RI dan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI. Dia juga beberapa kali memimpin Panitia Khusus RUU Politik.

BACA JUGA: Putra Nias, Melenggang dari Guru Besar Jadi Pendamping Menteri

-
Foto : Kemenkumham Peduli Covid 19

Yasonna mendapatkan indikator kunci keberhasilan. Yaitu selama 4 tahun menjadi orang nomor satu di Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM). Yasonna selalu mendapat penilaian terbaik dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dengan nilai WTP, Wajar Tanpa Perkeculian. Sebuah score komprehensif dan totalitas. Tentunya untuk pengelolaan sebuah kantor kementerian yang sangat baik dan bersih. Artinya, disana dipastikan tidak terdapat penyimpangan dan penyalahgunaan. Terutama pada keuangan negara. Tidak merugikan keuangan negara.

BACA JUGA: BUMN Pertamina Dibawah Kepemimpinan Ahok Bungkam Rengekan Harga BBM Turun

-
Foto : Kemenkumham Peduli Covid 19

Yasonna juga mendapatkan predikat akademik tertinggi dari STIK - PTIK RI sekitar bulan Juli 2019 lalu. Yakni sebagai Guru Besar dalam bidang hukum pidana atau ilmu kriminologi. Sebuah pengakuan akademik yang layak disyukuri di tengah medan pekerjaan pemerintahan. Bahkan pula disaat dinamika politik nasional yang luar biasa. Tentu saja memberi perubahan bagi masyarakat.

BACA JUGA: Ganjar – Anies – Kamil, Bakal Trio Capres 2024 ?

-
Foto : HIMNI Peduli Covid 19

Keterkaitan dengan pandemi Covid 19, Yasonna banyak memberikan instruksi kepada jajaran Kemenkumham peduli Covid 19. Diantaranya Rapid Test gratis di lingkungan Kemenkumham. Kemudian ada juga pemberian sembako dan multivitamin untuk para pegawai. Lalu, juga memberikan ribuan paket bantuan sosial (bansos) di provinsi Jawa Tengah (Jateng).

BACA JUGA: Gubernur Anies, Apa Laut Bukan Bagian dari Planet Bumi ?


-
Foto : HIMNI Peduli Covid 19

Kegiatan bansos Jateng merupakan kali ketiga Kemenkumham berkontribusi. Khususnya dalam memberikan bansos kepada masyarakat. Sebelumnya, Kemenkumham telah memberikan bansos pula kepada masyarakat. Yakni di Kota Tangerang, Gunung Sindur dan Rumah Sakit Darurat Covid 19 di Wisma Atlet. Tepatnya pada 24 April 2020. Kemudian menyusul di Kota Tangerang Selatan dan Kota Bekasi pada 28 April 2020.

BACA JUGA: Keluarga Sederhana, Diusir dan Berjualan, Sungkowo Jadi Pranowo

-
Foto : Marinus Gea

Sementara, sama halnya dilakukan oleh Marinus. Marinus menjadi bagian Dapil Banten 3. Namun memang Marinus aktif dalam beberapa organisasi sosial dan kemanusiaan. Seperti HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia), Yayasan Sehati dan lainnya. Baik sebelum maupun sesudah terpilih. Bersinergi dengan masyarakat berlebih dalam materi. Membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid 19. Termasuk masyarakat terPHK, dirumahkan tanpa gaji dan pekerja harian lepas. Begitu pula, berbagi untuk masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

-
Foto : Yasonna

Menjawab asumsi publik akan tidak adanya kontribusi untuk Nias. Masih pantas asumsi ditujukan ke Yasonna atau Marinus? Lantas apa yang sudah diperbuat oleh Dapil Sumut II terpilih? Diantaranya Marwan Dasopang (PKB), Gus Irawan Pasaribu (Gerindra), Trimedya Panjaitan (PDIP), Sihar PH Sitorus (PDIP), Lamhot Sinaga (Golkar), Martin Manurung (Nasdem), Delmeria (Nasdem), Iskan Qalba Lubis (PKS), Saleh Partaonan Daulay (PAN) dan Jhonni Allen Marbun (Demokrat). Tak bersuara dan tak bersua di tengah pandemi Covid 19 melanda. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ekonomi, Bobroknya Orde Baru VS Hebatnya Jokowi

 

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini