BUMN Pertamina Dibawah Kepemimpinan Ahok Bungkam Rengekan Harga BBM Turun

5
540
Foto : Presiden Joko Widodo bersama Ahok, Komut BUMN Pertamina

Jakarta, NAWACITAPOST – Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang kini menjadi Komisaris Utama (Komut) BUMN Pertamina sepertinya berhasil membungkam. Tentu terhadap rengekan permintaaan harga BBM untuk diturunkan. Pasalnya, Ahok bersama Presiden Joko Widodo, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Pertamina dan jajaran Pemerintah Pusat meyakini bahwa harga minyak dunia belum stabil. Walaupun digadang – gadang Ahok tidak bisa basmi mafia migas usai menjadi Komut.

Foto : Ahok, Komut BUMN Pertamina dan Presiden Joko Widodo

Sebelumnya santer masyarakat meminta penurunan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Sebab harga minyak dunia di negara lain turun. Namun, Ahok belum memenuhi permintaan penurunan. Padahal mendapatkan pula kritikan keras. Datang dari Pakar Politik dan Hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam pada Kamis 30 April lalu.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Penurunan diyakini mampu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid 19. Bahkan, sempat menilai keberadaan Ahok kini tidak bermanfaat untuk rakyat. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok diduga memang memiliki peran. Terutama untuk tidak menurunkan harga BBM karena memiliki kedekatan dengan penguasa. Pasalnya beberapa waktu lalu sempat mencapai level paling rendah dalam 21 tahun terakhir. Harga minyak mentah dibawah nol atau minus. Minusnya hingga -37,63 dollar AS perbarel.

Foto : Pakar Politik dan Hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam

Menepis anggapan yang ada. Benar keyakinan tidak menurunkan harga BBM. Rupanya sungguh mencengangkan. Selama 10 tahun terakhir, tak pernah berada pada level tertinggi. Kini harga minyak dunia tembus level tertinggi. Harga minyak mentah dunia kembali menguat beberapa waktu lalu. Bahkan diklaim menguat ke level tertinggi dalam 10 pekan terakhir.

BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng

Melansir MarketWatch, Kamis 21 Mei 2020 untuk harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI). Khususnya pada pengiriman Juli 2020 naik 1,53 dollar AS atau 4,8 persen ke level 33,49 dollar AS per barel. Hal serupa juga dialami harga minyak mentah acuan global. Brent pengiriman Juli menguat 1,1 dollar AS atau setara 3,2 persen ke level 35,75 dollar AS per barel.

Foto : Gedung Kantor BUMN Pertamina

Penguatan didorong oleh hilangnya kekhawatiran pasar. Tentu terhadap penuhnya kapasitas penyimpanan minyak mentah dunia. Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (AS) melaporkan. Pasokan minyak di kilang menurun hingga 5 juta barel selama sepekan yang berakhir pada 15 Mei 2020. Secara keseluruhan, kilang penyimpanan tidak terisi secepat yang diharapkan. Terlebih dengan pemotongan produksi yang lebih curam. Yang mana memang menyeimbangkan kebutuhan pasar. Demikian dijelaskan oleh Analis Pasar Energi IHS Markit, Marshall Steeves.

BACA JUGA: Ganjar – Anies – Kamil, Bakal Trio Capres 2024 ?

Selain itu, pemangkasan produksi juga berhasil mendongkrak harga minyak mentah di pasar global. Langkah Organisasi Negara Pengekspor Minyak bersama mitra ( OPEC+)  dinilai berhasil mendongkrak harga minyak. Terlebih di tengah melemahnya permintaan akibat lockdown berbagai negara. Langkah dilakukan dengan memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel perhari sejak 1 Mei 2020. Kemudian, AS juga dilaporkan mengalami pelemahan produksi. Pelemahan dialami hingga 100.000 barel menjadi 11,5 juta barel perhari pada pekan lalu. (Ayu Yulia Yang)