BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng
Foto : Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) & Ridwan Kamil (Gubernur Jabar)
Awal tahun 2017 lalu Ganjar menerima penghargaan. Penghargaan didapatkan dari Presiden RI sebagai Penggerak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Teladan untuk periode 2017. Melakukan perluasan dan pengembangan akses keuangan di Jawa Tengah (Jateng). Program riil Ganjar adalah membuat program kredit khusus. Yang mana ditujukan pada pelaku UMKM yang membutuhkan suntikan modal. Sebagai Gubernur, Ganjar terbukti sudah berani mencari terobosan. Yang mana juga sekaligus menggerakkan masyarakat daerah. Membuka akses keuangan agar lebih produktif. Berkat Ganjar, akses keuangan masyarakat Jateng sudah lebih mudah.
-
Sosok Gubernur juga terlihat diam - diam menghanyutkan. Sekilas melihat kehadirannya di layar kaca, mungkin setuju bahwa Ganjar adalah sosok yang kalem. Tapi ternyata Ganjar juga bisa memperlihatkan ketegasannya. Terutama saat mengatasi pungutan liar di daerahnya. Contohnya saat melakukan sidak di jembatan timbang Kabupaten Batang. Ganjar melihat seorang kenek truk. Meninggalkan uang di meja petugas agar tidak dikenakan denda bila kelebihan muatan.
-
Gubernur Jateng dan jajarannya dapat mengelola sektor perhubungan dengan baik. Hal itu terbukti dengan Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama dan Piala Wahana Tata Nugraha Kencana. Diterima pada acara Penghargaan Bidang Perhubungan Darat Tahun 2017 untuk Jateng. Penghargaan merupakan bentuk apresiasi pemerintah. Jateng memiliki nilai plus. Yakni dalam pengaturan lalu lintas, penunjuk arah, kedisiplinan pengemudi, ketertiban berlalu lintas dan pengaturan jalur trayek. Kemudian, ada yang lebih signifikan gebrakannya. Kalau dulu Ahok (Mantan Gubernur DKI Jakarta) menyiapkan fasilitas keluhan masyarakat lewat tatap muka. Namun, Ganjar memilih untuk menggunakan sosial media (sosmed) untuk menampung keluhan warganya dan langsung segera direspon.
-
Gubernur Jateng telah mengeluarkan Kartu Tani. Sudah ada ratusan ribu petani Jateng medapatkan kartu. Proses pendistribusian masih akan terus berlanjut. Kartu bertujuan untuk memaksimalkan distribusi pupuk bersubsidi dengan tepat. Terutama dalam segi harga, kualitas, tempat, waktu, jenis, dan jumlahnya.
-
Kemudian juga bisa membantu mengalokasikan bantuan. Utamanya sarana produksi pertanian dan padi tepat sasaran. Yaitu pada petani dengan kategori kurang mampu. Kartu tani ala Ganjar juga terhubung dengan sistem pertanian Indonesia. Nantinya bisa menyetabilkan harga komoditi pertanian. Terlebih ketika ada lonjakan harga di pasaran. Ganjar mengaku akan terus mendampingi.
-
Sementara, Anies Baswedan atau disapa Anies juga ada kelebihan. Pada 2018, Anies menerima penghargaan dari lembaga pemerintah. Diantaranya tiga penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yaitu Penyelenggaraan Pelayanan Publik Sangat Baik dan Layanan Prima dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara - Reformasi Birokrasi. Kemudian, Penghargaan Kualifikasi Badan Pemerintah Provinsi Paling Informatif dari Komisi Informasi Pusat. Lalu, Penghargaan Indeks Demokrasi Indonesia (Provinsi dengan Indeks Demokrasi Terbaik dari BPS).
-
Lanjut, ada penghargaan lain pula. Yakni Penghargaan Universal Health Care: Jaringan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat. Teruntuk Provinsi dengan Cakupan Jaminan Kesehatan Bagi Warga di Atas 95 persen (Ditingkatkan dari 78 persen menjadi 98 persen dalam waktu enam bulan) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Kemudian juga ada Pemerintah Provinsi dengan Komitmen Tinggi Terhadap Pelaksanaan Pembinaan Sosial Bagi Anak Jalanan dari Kementerian Sosial.
-
Ada lagi tiga penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Penghargaan 10 Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Menyabet pula penghargaan dari lembaga swasta. Antara lain Anugerah Obsession Award 2018 pada kategori Best Achiever in Regional Leader. Selanjutnya Penghargaan Bapak Peningkatan Kompetensi Guru Indonesia dari IGI, Penghargaan Grand Property Award. Dan Anugerah Moeslim Choice Award 2018 dalam rangka 1st Anniversary Moeslim Choice Media.
-
Sedangkan untuk kelebihan Ridwan Kamil (RK) atau disapa Kamil juga ada banyak. Pertama, taman tematik di Bandung. Banyak ruang - ruang terbuka atau disebutnya taman tematik. Taman - taman dibangun ketika Kamil menjabat sebagai walikota Bandung. RK melakukan inovasi infrastruktur. Pasalnya semula minimnya taman terbuka. Di masanya bermunculan taman jomblo, taman hewan peliharaan taman film, dan sebagainya.
-
Kedua, menemukan Bandung Smart City. Konsep dipikirkan oleh Kamil. Sebagai bagian dari menyambut masa depan di mana teknologi kian maju. BSC adalah sebuah ikhtiar pemberdayaan terutama bagi kaum muda. Semasa sebelum menjadi wali kota Bandung, RK adalah seorang yang sangat aktif. Terlebih menjadi penggerak para komunitas di Bandung untuk saling berkolaborasi.
-
Ketiga, ikonik yang lain di kota Bandung yang dibuat oleh Ridwan Kamil adalah Bandung Tour on the Bus. Bus Pariwisata atau dikenal Bandros menawarkan tumpangan kece dan aman. Warga Bandung – dengan Bandros – dapat berkeliling di tempat-tempat terkenal di Bandung. Bus kece ini terdiri atas dua lantai dan memuat kira-kira 40 orang untuk satu kali beroperasi.
BACA JUGA: Putra Nias, Melenggang dari Guru Besar Jadi Pendamping Menteri
-
Setiap manusia pasti ada kekurangan atau kelemahan. Demikian pula oleh masing – masing bakal Trio Capres 2024. Menurut Politikus Gerindra, Ferry Juliantoro terkait kelemahan Ganjar. Dikatakan kepada awak media pada 17 Juni 2017. Ganjar bersih keras ingin membangun pabrik semen. Ganjar tidak ada juga terobosan baru dibuatnya. Pembangunan Jateng dibawah kepemimpinan Ganjar dianggap biasa saja.
-
Sementara menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta, William Yani pada 06 Agustus 2019 kepada awak media. Ada pula kekurangan Anies. Kekurangannya pada kebijakannya yang penting beda dari pendahulunya. Kemudian tidak adanya pertimbangan yang matang. Tidak mau konsultasi kepada ahlinya. Seperti proyek ganjil genap. Anies mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Salah satu poinnya adalah perluasan ganjil-genap. Meskipun sebelumnya sempat mencabut kebijakan Gubernur sebelumnya.
BACA JUGA: Gubernur Jawa Tengah Kaget Saat Sidak Hunian Mahasiswa Nias
-
Di lain sisi, ada catatan khusus masyarakat terkait penghargaan yang diterima Anies pada 2017 dan 2018. Merupakan buah hasil dari pemerintahan DKI Jakarta sebelumnya. Yakni ketika masih dipimpin oleh Ahok (Mantan Gubernur DKI Jakarta). Dipertanyakan benar atau tidaknya hasil kinerja Anies ataukah Ahok? Lanjut lagi, mengenai adanya polemik keteledoran Anies dalam mengecek penganggaran daerah. Seperti munculnya anggaran untuk pembelian lem aibon dengan harga tidak masuk akal dalam pengajuannya. Polemik mendapat komentar dari banyak masyarakat. Termasuk juga pakar komunikasi Ade Armando turut bicara. Kemudian, Anies kini lebih dikenal masyarakat doyan Konpers (Konferensi Pers). Bahkan, dilihat hampir tiap hari. Bukan terjun langsung ke lapangan.
BACA JUGA: Gubernur Anies, Apa Laut Bukan Bagian dari Planet Bumi ?
-
Sedangkan untuk kelamahan dari Kamil pun ada. Indra Prawira, pakar Hukum Tata Negara dan pengamat pemerintahan turut angkat bicara pada 06 September 2019. Dalam hal pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, memang Kamil sudah mengeluarkan kebijakannya. Namun hasilnya belum signifikan. Fokusnya lebih pada infrastruktur. Padahal pembangunan hakekatnya pengembangan budaya. Termasuk perubahan perilaku masyarakat dan birokrasi. Demikian kurang ada sentuhan.
BACA JUGA: Keluarga Sederhana, Diusir dan Berjualan, Sungkowo Jadi Pranowo
-
Lantas mana bakal Capres 2024 kuat melaju melenggang ke Istana Merdeka dari si Trio ? (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?