Foto : Manajemen Nawacitapost (Komisaris Faigiziduhu Ndruru, Direktur Utama Otoli Zebua dan Direktur Beesokhi Ndruru) bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
“Ya saya sedari SD, SMP itu juga ikut jualan A, jualan B, dagang A, dagang B. Ikut pekerjaan ini itu sambil sekolah. Nah kalau tadi ditanya ada tidak sesuatu yang pahit, ya ada tentunya. Tapi itu kan ceritanya panjang. Saya jelaskan memang kepribadian itu harus support. Kemauan dan konsekuensi dari sebuah kepribadian itu memang ada. Dan itu yang harus kita terima dengan risiko bahwa ini semua sudah dalam proses perjalanan Tuhan,” terang Pepen.
-
Kegigihan Pepen dibarengi dengan do’a yang selalu dipanjatkannya, mampu menghantarkan perlahan perubahan dalam hidupnya. Namun, sejak dulu dia tidak berambisi dalam mengejar jabatan dan kekuasaan. Semua mengalir begitu saja. Dulu sewaktu kecil, dia berkeinginan untuk menjadi seorang marinir. Namun, dia punya keyakinan akan jalan hidupnya. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia percaya bahwa Tuhan selalu memberikan jalan yang indah untuk setiap hambanya.
BACA JUGA: Terlalu! Mayoritas Kada Terpilih 2020 di Kepni Tak Punya Visi Misi Perihal Narkoba
“Ya begini saya ceritakan ya. Saya itu kan digrounded dari keluarga yang tidak mampu. Dari semua kegiatan, kejadian dan peristiwa itu semua punya proses sejarah yang panjang. Artinya karena digrounded dalam kondisi yang serba kurang tentunya punya jiwa dan watak yang keras. Kerasnya artinya untuk kita menyelesaikan semua kegiatan – kegiatan yang ada. Jadi kalau kelihatannya enjoy saja ya karena memang kita semuanya ya juga untuk pada akhirnya adalah sesuatu itu Tuhan tidak pernah menukar antara yang salah dan yang benar. Jadi ya happy dan yakin bahwa sesuatu itu yang diilhami dari sebuah niat dan keyakinan yang kuat, pasti proses itu terlalui,” ungkap Pepen.
-
Tidak serta merta Pepen merasakan buah manis hidupnya. Yang mana seperti kini dipercaya sebagai Wali Kota Bekasi. Dia memulai karirnya dari bawah. Bekerja sebagai Asisten Warehousing dan Logistic Supervisor di perusahaan minyak Haliburthon. Lalu menjadi Ketua PL (Pimpinan Kelurahan) di daerah Pekayon. Kemudian menjadi Pengurus Kecamatan, hingga terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Sebab kader dan simpatisannya menilai sosok kepemimpinan itu terlihat dari kepribadiannya. Yang mana selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Sampai akhirnya menjadi seorang Walikota. Kendati cita - cita tidak tergapai, namun masih tetap menjadi putra terbaik bangsa Indonesia yang berbakti kepada nusa, bangsa dan negara.
-
“Sukses adalah sebuah proses. Kita yakin, kita berusaha. Proses itu kan dari sebuah kegiatan yang kita yakini akan tercapai. Nah saat sekarang kondisinya tercapai, berarti kita kan menikmati sebuah proses. Tapi menikmati itu tidak euforia. Tapi kita bersyukur ya. Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Allah SWT. Bahwa apa yang kita idam – idamkan, apa yang dicita – citakan dari sebuah proses itu berjalan dengan segala konsekuensi tentunya dalam sebuah proses perjalanan. Dan Alhamdulillah jadi itulah sebuah proses,” imbuh Pepen.
BACA JUGA: Lawan Menteri, Gubernur Anies Terancam Dilengserkan
Perjalanan karir Pepen sebagai Wali Kota tidaklah gampang, semua berjalan penuh proses. Dia pun harus menamatkan jenjang pendidikannya hingga Strata 3 dahulu. Namun, dia mampu menunjukkan kinerja yang berdedikasi dan berintegritas tinggi. Dia mampu meraih berbagai penghargaan. Pada periode 2016, tercatat ada 26 penghargaan dan tahun 2017, menerima 14 penghargaan baik tingkat provinsi maupun nasional. Salah satu penghargaan yang dikantongi adalah Piagam dari Komnas HAM RI pada 16 Maret 2017. Dia dinilai turut berperan dan berkomitmen tinggi dalam perlindungan dan menjamin hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan di Kota Bekasi.
BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?
“Ya tentunya sesuatu proses yang kita lalui kalau ini baik tentunya akan menimbulkan sebuah konsekuensi yang baik. Kalau ini jelek tentunya konsekuensinya nanti juga akan sulit mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Jadi sekarang karena prosesnya adalah sebuah proses yang mengalir dan berjalan. Ya pada apa yang kita harapkan doa tentu menjadi motivasi utama. Kemudian aksinya adalah bagaimana kita mengubah sebuah proses. Insya Allah kita bisa dapat,” ungkapnya.
-
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pepen mendapatkan Penghargaan khusus untuk Kota Bekasi dari Indonesia Institute for Public Governance sebagai pemerintah daerah dengan kinerja dan tata kota baik. Dia pun tetap aktif berorganisasi. Setidaknya, dia tercatat telah memimpin beberapa organisasi baik olahraga, kemasyarakatan dan kepemudaan. Seperti PSSI, ORARI, Perbasi, KONI dan lainnya. Dia memang selalu berusaha menjadi sosok yang mewujudkan untuk setiap amanah yang dipercayakan kepadanya. Bahkan dia pun rela terus memperjuangkan kondisi masyarakat yang heterogen. Dia tidak tebang pilih dalam merealisasikan kebijakan apa saja.
BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah, Humbang Hasundutan Jadi Lumbung Pangan Nasional
“Siapapun juga menyadari kalau di kota ini adalah kota yang heterogen. Jauh berbeda kaya kemarin Singkawang, Salatiga, daerah itu daerah homogen. Ya terus itu di Pematangsiantar. Kalau disini masyarakatnya plural. Masyarakatnya begitu berdinamika. Suku apa saja ada disini. Agama apa saja ada disini. Kalau Kepala Daerah atau Wali Kotanya tidak berdiri di semua kaki umat dan golongan, ini akan sangat berbahaya," cerita Wali Kota.
-
Lanjut Pepen bahwa dirinya punya komitmen yang kuat. "Oleh karena itu, saya punya komitmen yang kuat. Bahwa untuk membangun sebuah ekonomi yang tangguh, masyarakat yang aman, ya kan harmonisasi harus tetap dijaga, saling bertoleran satu sama lain dalam kaidah agama , didalam kaidah budaya. Sehingga tercermin dari sebuah Kebhinekaan yang ada itu ya. Dari bagaimana kita merajut ya sebuah proses . Terus kita juga harus mempercayai bahwa proses itu akan terlaksana,” tambahnya.
BACA JUGA: Pihak Kemenhub, KSOP Gunungsitoli Merdi Loi Akui Keterbatasan Anggaran dan Peralatan
Setiap kebijakan yang Pepen putuskan selalu memikirkan berbagai aspek yang ada. Termasuk 4 pilar kebangsaan yang sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasuk didalam sanubarinya. Selalu beriringan mewarnai perjalanan hidupnya. Keinginan yang belum terwujud adalah legacy yang baik dan membuat estafet prestasi yang baik pula. Dia pun berpesan agar pemuda pemudi yang sekarang bisa bersama – sama menciptakan harmonisasi dan toleransi yang terjaga. Dia pun membagikan sesuatu yang bisa menginspirasi pemuda pemudi.
-
“Ya tentunya dinamika sekarang kan jauh berbeda. Kalau sekarang kan sudah milenial, sudah digital. Lebih mudah. Ekonomi sudah baik. Kalau kita kan dulu, 30 atau 40 tahun yang lalu, ekonomi masih susah. Transportasi masih susah. Sekarang kan di Bekasi ini ya kita nikmati dan kita syukuri. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah semua warga masyarakat Kota Bekasi ini, ayo sama – sama kita bangun. Perbedaan bukan untuk perpecahan. Jadi kita membangun kedamaian. Kita rajut bagaimana kebersamaan. Tentunya untuk satu tujuan. Apa? aman, damai, bertoleran. Itulah tujuan kita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkap Pepen.
-
“Yang ingin saya realisasikan dalam waktu dekat ini tentunya di masa akhir jabatan, tinggal setahun dua tahun itu. Tentunya yang pertama meninggalkan legacy yang baik. Legacy untuk sebuah kebijakan – kebijakan. Yang orientasinya tentunya sudah diformat dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Karena pada saat kita baik dan meninggalkan legacy yang baik, mudah – mudahan nanti pun akan berpijak pada sebuah legacy yang baik. Jadi membuat estafet sejarah yang baik untuk peradaban di masyarakat yang heterogen ini. Itulah yang ingin kita capai utama,” pungkas Pepen menjelaskan keinginan yang ingin dicapainya dalam waktu dekat. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Dr. Sorni Paskah Daeli, MSi : Kepala Daerah, Muspida dan Legislatif se Kepni Terlebih Dahulu Dites Urine