Pertama dalam Sejarah, Humbang Hasundutan Jadi Lumbung Pangan Nasional

0
380
Foto : Presiden Jokowi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menko Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Aktivis RKIH Edward Batubara

Jakarta, NAWACITAPOST – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat memperhatikan mengenai perekonomian dan lumbung pangan di Indonesia. Dia pun mulai mendorong realisasi proses pengembangan food estate di beberapa wilayah. Food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Tujuannya sebagai perluasan lahan penghasil cadangan pangan nasional.

Foto : Presiden Jokowi

Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan. Food estate dalam bahasa lokal adalah lumbung pangan dengan skala besar yang peruntukannya adalah menjaga ketahanan pangan secara nasional. Salah satunya Humbang Hasundutan menjadi lumbung pangan nasional yang pertama dalam sejarah.

Foto : Presiden Jokowi didampingi Menko Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertanian Yasin Limpo

Humbang Hasundutan masuk dalam wilayah Sumatera Utara, lahan food estate yang masuk proyek strategis nasional ini sekitar 30.000an hektar. Yang mana dari tersedia 60.000an hektar. Yakni melingkupi empat kabupaten. Diantaranya Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.

BACA JUGA: Seluruh Pejabat, ASN, Aparat, Aparat Desa, Pegawai Instansi, Pelajar dan Mahasiswa Mahasiswi Kepni Segera Dites Urine

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mencanangkan kebun raya 1.150 hektar dan taman sains herbal 500 hektar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembangunan food estate atau lumbung pangan terpadu di dua provinsi selesai pada 2021. Ini disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021.

BACA JUGA: SMPN 17 Pekalongan Peduli Peserta Didik Terdampak Banjir, Bagi Bantuan

“Kenapa saya dorong food estate ini harus segera diselesaikan paling tidak tahun ini yang di Sumatera Utara dan di Kalimantan Tengah diselesaikan,” kata Jokowi di Istana Negara Jakarta pada (11/1/2021). Jokowi meminta dilakukan evaluasi di lapangan. “Kita evaluasi masalah di lapangan apa, teknologi yang kurang apa? Juga dengan menggunakan teknologi di food estate. Karena akan menjadi contoh. Kalau semua benar bisa jadi contoh, semua provinsi datang tinggal copy saja,” lanjutnya.

Foto : Ilustrasi Food Estate

Food estate yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dikhususkan untuk komoditas hortikultura seluas sekitar 30 ribu hektare. Selanjutnya Jokowi mengungkapkan bahwa biasanya lebih suka produksi bersifat impor. “Karena percuma kalau bisa berproduksi tapi sedikit, tidak berpengaruh apa-apa ke produk-produk impor tadi. Masalah dari dulu sampai sekarang kenapa misalnya kedelai yang juga di Indonesia bisa tumbuh baik tapi kenapa petani kita tidak mau tanam? Karena harganya kalah dengan kedelai impor,” ungkapnya.

Foto : Presiden Jokowi dan Menko Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Kepala Negara rutin melakukan peninjauan area lumbung pangan padi yang menjadi program jangka panjang pemerintah. Belum lama juga mengunjungi lumbung pangan untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur. Food estate juga dikembangkan di Kabupaten Kapuas dan Pulau Pisau, Kalimantan Tengah, seluas sekitar 164,6 ribu hectare. Yang mana mengawali fokus pada tanaman padi. Lahan yang digunakan untuk food estate adalah eks proyek lahan gambut.

Foto : Menko Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Jokowi pun menegaskan bahwa dia akan terus mengikuti perkembangan food estate di dua provinsi itu. “Saya minta betul-betul di lapangannya diikuti sehingga nantinya apabila di dua provinsi ini lumbung pangan yang kita bangun, food estate yang kita bangun benar, provinsi-provinsi lain akan kita dorong kita berikan dana dari APBN, tapi betul-betul ada return yang diberikan ke negara,” tambah Presiden Jokowi.

Foto : Menko Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pada (14/01/2021). Bahwa food estate di Sumatera Utara perlu didukung anggaran dari kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah sesuai dengan peta jalan dan rencana aksi yang telah disusun. “Selain Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah sebagai daerah pengembangan food estate, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Belitung kini menjadi salah satu wilayah pengembangan terintegrasi berbasis perhutanan sosial,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Foto : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Pihak Luhut pun telah menyaksikan perkembangan yang positif dari lokasi food estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Lahan di area tersebut sudah terbuka seluruhnya seluas 200 hektare (Ha). Sebanyak 73 persen diantaranya sudah ditanami tiga komoditas yaitu kentang, bawang merah serta bawang putih. “Kementan agar segera melengkapi penanaman lahan dan menyiapkan persiapan panen terutama menyiapkan offtaker yang akan membeli hasil panen tersebut,” perintah Luhut kepada Kementerian Pertanian.

Foto : Menko Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Pada masa mendatang, dia mengharapkan berbagai K/L terkait dapat segera menyelesaikan masterplan (peta jalan) dengan memprioritaskan keunggulan potensi daerah dan mampu meningkatkan jumlah SDM pendamping program perhutanan sosial. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan pada (11/02/2021). Bahwa manfaat membangun kawasan food estate dalam skala luas di kawasan tersebut merupakan pengintegrasian proses laju pertanian dari hulu sampai dengan ke hilir.

Foto : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran lainnya

Senada pun diungkapkan oleh salah satu warga masyarakat Sumatera Utara khususnya kota Medan, Edward Batubara yang sekaligus aktivis Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) mengatakan pada (23/02/2021). Bahwa dirinya sangat mendukung adanya food estate. Bahkan dia juga mengharapkan agar food estate bisa mendongkrak perekonomian masyarakat lokal. Terlebih secara khusus Humbang Hasundutan.  Dia sangat yakin bahwa jika ini berjalan sukses maka taraf kesejahteraan masyarakat tentu akan meningkat.

Foto : Edward Batubara (Aktivis RKIH)

Edward pun berharap adanya kesuksesan yang berdampak positif. “Saya berharap ini bisa berjalan sukses. Ini sangat bagus karena bisa mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya Humbang Hasundutan. Tentu juga produk – produk lokal bisa menasional dan bahkan bagus kalau sampai ke Internasional. Bisa menjadi produk yang diekspor. Ya walaupun sebagian bilang bahwa ini masih jauh dari harapan. Tetapi saya rasa sinergitas dan kerjasama berbagai elemen bisa menjadikan sebuah keberhasilan kelak,” ungkapnya.

Foto : Edward Batubara (Aktivis RKIH)

“Walaupun memang kini belum terselesaikan secara penuh. Lokasi food estate sejauh ini sudah tepat dipilih. Strategis lokasinya. Ya sekiranya bisa ditambah lagi jenis tanaman lain terlepas dari umbi – umbian dan holtikultura. Indonesia ini kan kaya Sumber Daya Alam. Ini nanti bisa jadi sejarah baru dan pertama sebagai lumbung pangan nasional,” tutup Edward. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Dr. Sorni Paskah Daeli, MSi : Kepala Daerah, Muspida dan Legislatif se Kepni Terlebih Dahulu Dites Urine