Terlalu! Mayoritas Kada Terpilih 2020 di Kepni Tak Punya Visi Misi Perihal Narkoba

0
757
Foto : Amizaro Waruwu - Yusman Zega, Khenoki Waruwu – Era Era Hia, Hilarius Duha – Firman Giawa, Yaatulo Gulo – Arota Lase dan Lakhomizaro Zabua dan Sowaa Laoli, Menkumham Yasonna, Sekjend FORNISEL Beesokhi Ndruru, Menteri Desa Gus Halim, Kepala BNN Petrus Golose dan Dewan Penasehat HIMNI Disiplin F. Manao

Jakarta, NAWACITAPOST – Terlalu! Mayoritas Kepala Daerah (Kada) terpilih dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 khususnya di Kepulauan Nias (Kepni) tidak punya visi misi perihal narkoba. Diketahui bahwa Kepulauan Nias terdiri dari 4 Kabupaten dan 1 Kota. Yakni Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias dan Kota Gunungsitoli. Adapun pasangan calon terpilih sebagai Kada adalah Amizaro Waruwu – Yusman Zega, Khenoki Waruwu – Era Era Hia, Hilarius Duha – Firman Giawa, Yaatulo Gulo – Arota Lase dan Lakhomizaro Zabua dan Sowaa Laoli.

Foto : Hilarius Duha – Firman Giawa

Menelisik dari visi misi yang digaungkan oleh para Kada terpilih di Kepni, tidak ada yang mengedepankan penanganan bahaya narkoba. Padahal diduga kuat Kepni merupakan salah satu sarang peredaran narkoba. Yang mana beberapa diantaranya mengatakan disana sudah kategori wilayah darurat narkoba. Sementara visi misi mayoritas Kadanya tidak mengarah kesana. Memang sudah menyelaraskan visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun disayangkan belum memaksimalkan visi misi yang diwujudkan realisasi program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

Foto : Khenoki Waruwu – Era Era Hia

Hal demikian dikarenakan diduga kuat peredaran narkoba sangat erat kaitan dengan peredaran uang di desa. Bahkan disinyalir transaksinya memanfaatkan dana desa yang cukup besar nilainya. Hal itu tentu sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan Kada yang notabene bisa saling bersinergi dan berkolaborasi. Terutama kepada Kementerian Desa, Badan Narkotika Nasional (BNN), Pejabat Perangkat Desa, Kepolisian Daerah, TNI Daerah dan sebagainya.

Foto : Yaatulo Gulo – Arota Lase

Perlu dikupas kembali satu persatu visi misi Kada se Kepni. Nias Utara bervisi terwujudnya Nias Utara yang maju, sejahtera dan berkeadilan dengan beberapa misi. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, sehat dan produktif. Memperkuat kompetensi dan etos kerja Aparatur Sipil Negara dan aparatur pemerintahan desa. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana prioritas yang berkualitas. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berbasis keunggulan sumber daya lokal. Menciptakan kondisi kehidupan sosial masyarakat yang harmoni dan berbudaya.

Foto : Amizaro Waruwu – Yusman Zega

Kemudian untuk Nias Barat bervisi terwujudnya Nias Barat bersih, unggul dan maju dengan bermisi beberapa. Membangun sistem pemerintahan daerah yang baik, transparan dan profesional dan bersih dari suap dan KKN. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh aspek kehidupan masyarakat. Mengembangkan ekonomi masyarakat yang berbasis Agrominawisata (pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata) dan ekonomi kreatif. Meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar. Mengembangkan inovasi daerah dalam rangka meningkatkan kualitas daya saing daerah, masyarakat dan pelaku pembangunan lainnya. Meningkatkan pendapatan asli daerah untuk menunjang program pembangunan

Foto : Lakhomizaro Zebua – Sowaa Laoli

Lalu untuk Nias Selatan bervisi Nias Selatan maju, masyarakat sejahtera dengan punya misi beberapa. Meningkatkan kualitas diri mengikuti dinamika pergerakan dan perkembangan zaman. Menciptakan kultur serta karakter yang bersih, jujur dan transparan dan berorientasi pada pelayanan. Pemerataan pembangunan dengan skala prioritas yang berbasis desa. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dasar. Mengembangkan perekonomian masyarakat yang berbasis sumber daya alam dan kebudayaan. Memberi rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah, Humbang Hasundutan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Lanjut untuk Nias bervisi trisakti Nias maju dengan memiliki misi beberapa. Desa terakses, ibukota terurus. Kesehatan, pendidikan dan sumber daya manusia beranjak. Petani, peternak dan nelayan produktif. Lalu untuk Gunungsitoli bervisi berdaya saing, nyaman dan sejahtera yang punya beberapa misi. Membangun sumber daya manusia yang unggul. Memperkuat perekonomian yang berbasis sumber daya lokal. Membangun infrastruktur secara merata dan pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan. Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan public berbasis elektronik. Memperkokoh kehidupan sosial kemasyarakatan yang berbudaya, religious dan taat hukum.

BACA JUGA: Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI

Setelah sebulan terakhir viral pemberitaan darurat narkoba di Kepni, ternyata bisa memberi ruang bagi masyarakat untuk memeriksa atau mengecek atau mempelajari kembali visi misi para Kada. Sehingga mengedukasi masyarakat untuk berpikir kritis yang berfokus pada penyelamatan bahaya narkoba dan kejahatan lainnya.  Lantas itulah yang membuat pentingnya peran serta masyarakat untuk lebih aktif dalam mendorong Kada menguatkan program P4GN dalam visi misinya. Mungkin saja Kada saat ini bisa menambahkan dalam visi misinya jika nanti periode selanjutnya kembali memimpin. Bisa juga menjadi pembelajaran untuk masyarakat agar kembali mempelajari secara detail setiap visi misi Kada.

Foto : Menteri Desa Gus Halim dan Kepala BNN Petrus Golose

Namun perlu diketahui bahwa memang setelah berita darurat narkoba dari Nawacitapost diterbitkan, ada salah satu Kada terpilih menghubungi Nawacitapost. Lalu berkomitmen untuk membuat program P4GN selaras dengan visi misinya.  Sebelumnya diketahui Komjen Petrus Golose mengungkap sejumlah fakta terkait peredaran narkoba di desa. Warga desa dimanfaatkan menjadi kurir dengan iming-iming uang, bahkan bandar narkoba mulai melirik desa sebagai lokasi produksi. Karena itu, BNN mengajak Kemendes PDTT sebagai leading sector yang mengurusi masalah desa untuk bersama-sama turun ke desa.

Foto : Kepala BNN Petrus Golose

BNN sendiri punya program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang memusatkan perhatian di desa – desa. Program Desa Bersinar ini sejalan dengan salah satu Program Desa Model dari Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Program ini juga fokuskan ke kampanye antinarkoba dan perang terhadap zat adiktif itu. Gus Menteri pun sontak membeberkan pada (18/02/2021). Bahwa ada fakta 983 desa yang masuk kategori bahaya narkoba. “Program ini sangat baik untuk desa, apalagi ada fakta 983 desa masuk kategori bahaya narkoba menurut BNN. Jika perlu program ini bisa menggunakan alokasi dari dana desa. Harus segera disusunkan regulasi sebagai pedoman,” katanya.

Foto : Menteri Desa Gus Halim

Gus Menteri juga mengatakan, jika menggunakan dana desa maka kepala desa dan perangkatnya bakal bekerja serius. Sebab, dana desa yang diperuntukkan bagi program desa terpakai untuk perang terhadap narkoba. “Jika tidak ingin dana desa terpakai untuk itu, maka kepala desa harus bekerja serius,” katanya. Lantas Dewan Penasehat HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) Disiplin F. Manao sebelumnya pun berpendapat bahwa untuk memanfaatkan dana desa dalam P4GN. Dirinya pun memberikan masukan pada (04/02/2021). Bahwa yang menjadi percontohan untuk replikasi keberhasilan P4GN dan Desa Bersinar adalah Kepulauan Nias.

Foto : Dewan Penasehat HIMNI Displin F. Manao

Dalam menangani narkoba, pada 2017 silam, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna sempat mengatakan bahwa perlunya rehabilitasi sebelum dijebloskan ke penjara. “Kalau ini dimasukkan tanpa rehabilitasi, mereka ketergantungan dan membuat sipir penjara membantu membelikan narkoba ke dalam lapas. Maka program rehabilitasi harus kita lanjutkan,” tegasnya. Sekjend Forum Nias Selatan (FORNISEL) sekaligus pemerhati Kepulauan Nias, Beesokhi Ndruru pun tak pelak menyerukan kepada organisasi masyarakat (ormas), LSM dan instansi terkait khususnya di Kepulauan Nias untuk bergerak aktif memberantas narkoba, jangan sampai kendor.

Foto : Menkumham Yasonna

Beesokhi Ndruru menyampaikan pada (06/02/2021) bahwa sangat penting dalam peran aktif untuk memberantas narkoba ini. Tidak hanya dengan menangkap dan proses hukum saja. Melainkan juga ada proses mencegah dan menanggulangi.  “Kepulauan Nias sangat memprihatinkan utamanya Nias Selatan. Sebenarnya yang marak disana itu tidak hanya narkoba saja. Akan tetapi ada pula yang merajalela yaitu minumas keras (miras). Efek keduanya itu sangat berbahaya. Bukan hanya merusak badan, melainkan juga moral,” ungkapnya.

Foto : Sekjend FORNISEL Beesokhi Ndruru

“Jangan ada lagi tindakan dan ucapan yang saling menutupi satu sama lain. Sebab ini dirasa sudah darurat narkoba. Memang mungkin saja diluar Kepulauan Nias menganggap ini hal yang biasa karena mungkin belum menjangkau dan datang langsung. Jika sudah sering datang ke Kepulauan Nias, secara tidak langsung, kemungkinan besar merasakan adanya penciuman transaksi peredaran narkoba,” akhiri Sekjend FORNISEL. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?