Pihak Kemenhub, KSOP Gunungsitoli Merdi Loi Akui Keterbatasan Anggaran dan Peralatan

0
461
Foto : Menkumham Yasonna, Kepala KSOP Gunungsitoli Merdi Loi, Sekjend HIMNI Otoli Zebua, Ilustrasi Narkoba dan Ketua DPD KNPI Gunungsitoli Kariaman Zebua

Jakarta, NAWACITAPOST – Pihak Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Gunungsitoli Merdi Loi mengakui adanya keterbatasan anggaran dan peralatan. Namun pihaknya berkomitmen mencegah masuknya narkoba di Kepulauan Nias (Kepni). Pihaknya bersinergi dengan beragam pihak untuk mengantisipasi keluar masuknya narkoba melalui jalur perhubungan laut pada khususnya. Sebab memang cukup padat setiap harinya penumpang yang memadati area pelabuhan. Walaupun memang Pelabuhan Gunungsitoli hanyalah salah satu dari beberapa pelabuhan yang ada di Kepni.

Foto : Kepala KSOP Gunungsitoli Merdi Loi

Adapun pelabuhan disana lainnya yaitu Nias Utara, Lahewa, Silombu, Nias Barat, Teluk Dalam dan Kepulauan Batu. Kepala KSOP Gunungsitoli Merdi Loi pun menyampaikan ke Nawacitapost pada (23/02/2021). Bahwa kondisi Kepulauan Nias akan narkoba memang cukup memprihatinkan dalam pengedarannya. “Memang peredaran narkoba di Kepulauan Nias sudah sangat memprihatinkan dan sangat mengancam masa depan. Terutama regenerasi kita kedepan,” ungkapnya.

Foto : Pelabuhan Gunungsitoli

“Tentu kami sebagai petugas khususnya di Pelabuhan Gunungsitoli lebih meningkatkan peran aktif dalam melakukan tugas pengawasan. Baik itu barang, kendaraan maupun penumpang dan juga melakukan kolaborasi dan sinergitas kepada stackholder maupun aparat penegak hukum. Yang mana guna mencegah dan memutus masuknya narkoba secara khusus melalui Pelabuhan Gunungsitoli,” terangnya.

Foto : Kepala KSOP Gunungsitoli Merdi Loi

Lebih lanjut Merdi Loi berharap agar kedepan peredaran narkoba di Kepni bisa berkurang bahkan tidak ada lagi. “Harapan kita kedepan, semoga peredaran narkoba di Kepulauan Nias semakin menurun. Dan bila perlu tidak ada lagi. Karena narkoba adalah musuh negara dan musuh kita bersama. Kita melakukan pengawasan secara visual dan melalui informasi kolaborasi serta sinergitas bersama stackholder di Pelabuhan Gunungsitoli,” katanya.

BACA JUGA: Kepala BNN Petrus Golose Tak Kendor, Drug Abuse From Home Siap Berantas Narkoba

“Memang sementara kita belum punya alat pendeteksi barang. Kita akan usulkan anggaran pengadaan alat pendeteksi barang. Rencananya secara tersendiri kita akan usulkan melalui anggaran Kementerian Perhubungan untuk pengadaan alat – alat pendeteksi barang. Selama ini hanya diperiksa manual secara visual. Iya satu persatu dilakukan pemeriksaan. Dan setiap hari 20 orang personil dikerahkan,” lanjut Merdi Loi.

BACA JUGA: Pemerintah Daerah Gagal, Narkoba Merajalela di Kepulauan Nias

“Selama ini memang tetap terjalin kolaborasi dan sinergitas dalam pencegahan dan memutus mata rantai masuknya narkoba khususnya di Pelabuhan Gunungsitoli. Dan adanya setiap hari personil yakni BNN dan Satuan Narkoba di Pelabuhan Gunungsitoli,” akhiri Merdi Loi.  Pihaknya pun mengakui bahwa disana ada keterbatasan anggaran dan peralatan. Terutama peralatan deteksi narkoba. Yang mana alat tersebut bisa membantu mengefisienkan dan mengefektifkan cara kerja penyaringan keluar masuknya narkoba di pelabuhan.

BACA JUGA: Ormas Nias Minta, Ditangkap Pengedar Bandar Narkoba di Kepulauan Nias

Demikian pula Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli Kariaman Zebua mengatakan pada (23/02/2021) ke Nawacitapost. Menurutnya, narkoba bisa menghancukan masa depan pemuda. “Narkotika hancurkan masa depan pemuda. Penyalahgunaan narkotika dan obat – obatan terlarang di kalangan generasi muda dan pelajar semakin memprihatinkan. Banyak dampak negatif akibat penyalahgunaan narkoba. Seperti perubahan sikap, perubahan perangai dan kepribadian, menurunnya kedisiplinan dan nilai – nilai pelajaran,” terangnya.

Foto : Ketua DPD KNPI Gunungsitoli Kariaman Zebua

“Adapun efek lainnya yaitu menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, malas dan tidak mempedulikan kesehatan. Oleh karena itu upaya pencegahan penyebaran narkoba di kalangan pelajar, harus menjadi menjadi tanggung jawab kita bersama. Semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap  generasi penerus,” kata Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli.

BACA JUGA: Bea Cukai Ikut Terseret Kasus Benur Lobster Edhy Prabowo

Kariaman Zebua pun mengungkapkan jika ini harus diantisipasi khususnya tempat rawan narkoba. “Untuk itu diharapkan keseriusan seluruh elemen untuk antisipasi hal ini. Terutama pelabuhan laut, pelabuhan tikus atau pelabuhan kecil kiranya diawasi penuh di Kepulauan Nias. KNPI Kota Gunungsitoli mendukung upaya – upaya nyata dan jelas berkesinambungan untuk pengawasan pengedar barang haram ini, dengan melibatkan mereka sebagai pengawas,” imbuhnya.

Foto : Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli Kariaman Zebua

“Sehingga tangggung jawab membongkar mafia peredaran ini dapat segera terungkap jelas. Karena selama ini semua yang ditangkap kebanyakan pemakai,” tukas Kariaman Zebua. Adapun Otoli Zebua yang mana merupakan seorang pendeta sekaligus Sekjend DPP HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) mengatakan pada (28/1/2021).

Foto : Sekjend HIMNI sekaligus pendeta Otoli Zebua

“Hal ini membuat masyarakat harus mewaspadai peredaran narkoba di Nias. Yang pasti peran pemerintah, polisi, BNN, sekolah – sekolah harus terus mengingatkan dan menyampaikan bahaya narkoba. Kalau tidak dihentikan maka generasi Ono Niha khususnya pemuda kedepan akan rusak. Selain peran pemerintah maka orang tua, tokoh masyarakat juga sangat berperan untuk menghentikan laju narkoba di kepulauan Nias,” ungkapnya.

Foto : Menkumham Yasonna

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna pun menyoroti pada (31/03/2017) terkait kasus narkoba. Terlebih yang dilakukan oleh entertainer yang biasa dilakukan rehabilitasi jika menjadi pengguna narkoba. Dia menyatakan program rehabilitasi menjadi penting. Tapi jangan hanya karena artis, pelaku narkoba direhabilitasi. “Orang – orang kecil terus dikirim ke mari (lembaga pemasyarakatan), jadi over kapasitas,” ucapnya. Dia menyatakan saat ini lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan banyak diisi tahanan narkotika. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Gawat! Warga Nias Ternyata Banyak Jadi Pengguna Narkoba