Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?

0
558
Foto : Cuitan Rudi, Sekjend PDIP Hasto, Gubernur Anies, Menteri PUPR Basuki, Politikus PSI William, Politikus PSI Muannas dan Pegiat Denny Siregar

Jakarta, NAWACITAPOST – Trending topik yang lama tak bersua, kini kembali lagi mencuat. Publik sempat dihebohkan oleh perbincangan sandangan yang disematkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sandangan itu rupanya dari data algoritme Google di awal 2020 lalu. Sepertinya tak memihak kepadanya. Bahkan pencarian di 2021 pun masih sama. Muncul tulisan Gubernur Terbodoh.

Foto : Cuitan tentang Anies

Pasalnya, jika mengetik Gubernur Terbodoh di mesin pencarian Google, maka yang muncul adalah Anies. Begitu pula di tahun 2021. Ketika mengetikkan kata kunci Gubernur Terbodoh, algoritme Google lagi – lagi Anies. Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya lah yang diduga menjadi musabab mantan Rektor tersebut masih menyandang gelar “Gubernur Terbodoh”.

Foto : Cuitan Rudi soal Anies

Usut punya usut, posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta secara tak langsung membuat Anies menjadi orang nomor satu yang bertanggung jawab ketika dihadapkan pada masalah banjir. Anies dinilai tak becus menangani problem tahunan yang melanda ibukota. Padahal, saat masa kampanye Pemilihan Gubernur DKI beberapa tahun lalu, Anies paling getol menguraikan.

BACA JUGA: Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI

Tak lain berbagai strategi penanganan banjirnya yang sangat populis. Yaitu naturalisasi sungai tanpa menggusur warga, pembangunan bendungan dan drainase vertikal. Semua hanya wacana, sebab banjir tetap menjadi musuh warga ibukota tahun ini. Bahkan kini juga merambah ke sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Foto : Gubernur Anies

Selain dianggap tak becus kerja, Anies juga dinilai seluruh upayanya mengatasi banjir hanya pencitraan semata. Salah satu akun sosial media atas nama Rudi Valinka @kurawa pada 2020 silam menuding Anies tengah berupaya membersihkan namanya dari perkataan “Gubernur Paling Bodoh”.

Foto : Cuitan Hotman Paris Hutapea

Rudi juga menuduh, media – media yang menulis beritanya dengan sentimen pemberitaan positif adalah media yang sudah disiram uang ratusan juta oleh Anies. “Baru dibisikin info orang dalam, mengapa tim Gabener Nyiram duit ratusan juta ke media online utk berita kerja bakti. Ternyata dia marah dengan twit kalo ketik di Google: “Gubernur Terbodoh”, yang keluar nama dan Muke dia 😄😄,” tulisnya.

Foto ; Cuitan Rudi

Bahkan Pakar Komunikasi Politik Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Adiyana Slamet menyebutkan bahwa Gubernur Anies janganlah gengsi mengakui program Gubernur sebelumnya. Yang mana diketahui notabene dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Foto : Mantan Gubernur Ahok dan Gubernur Anies

“Kebijakan itu bisa diambil Pak Anies dengan banyak cara. Antara lain memperbarui kebijakan lama yang dinamakan normalisasi sungai atau membuat kebijakan baru versi dia dengan nama naturalisasi sungai. Jadi jangan semata – mata karena (Gubernur) yang lama ini rival politiknya, maka kebijakan lama dikesampingkan. Ingat, ini adalah kepentingan orang banyak, maka jangan ada kepentingan politik didalamnya,” ujarnya.

Foto : Ilustrasi

Adapun kabar yang ada, Anies melakukan hal – hal yang dianggap konyol. Mulai dari membolehkan PKL jualan di trotoar yang merampas hak pejalan kaki. Lalu jalan Jatibaru di Tanah Abang ditutup untuk PKL jualan. Kemudian menyemprot kali item bau busuk tai manusia dengan parfum dan menutupnya dengan jaring agar itemnya kali tidak kelihatan.

BACA JUGA: Pihak Kemenhub, KSOP Gunungsitoli Merdi Loi Akui Keterbatasan Anggaran dan Peralatan

Lanjut lagi kebijakan yang menghidupkan kembali becak agar berkeliaran bebas di jalanan Jakarta. Lalu menghiasi Jakarta dengan tanaman plastik. Bahkan monumen bambu yang umurnya hanya setahun doang dengan menghabiskan duit rakyat sebesar Rp 550 juta. Ada pula anggaran siluman yang angkanya luar biasa. Pemprov DKI menganggarkan Rp 82,8 miliar rupiah untuk pembelian lem Aibon, Rp 123 miliar untuk pembelian bolpen dan Rp 121 miliar untuk pembelian komputer.

Foto : Politikus PSI William

Lalu ada juga anggaran kertas Rp 213 miliar, tinta printer Rp 400 miliar, stabilo Rp 3 miliar, penghapus Rp 31 miliar dan Rp 31 miliar kalkulator. Itu belum termasuk anggaran Rp 5 miliar untuk lima orang influencer pariwisata DKI, anggaran Septic Tank Rp 166 miliar dan anggaran mengecat jalur sepeda yang tembus sampai Rp 73 miiliar.

Foto : Data yang diduga anggaran siluman

Ada lagi anggaran bangun Pos SATPAM disundulnya dengan dana sebesar Rp 9,1 juta/meter. Tapi kabarnya dia malah pangkas anggaran penanganan banjir sebesar Rp 500 miliar. Tapi isunya justru menggaji staffnya yang menangani banjir itu gajinya puluhan juta. Ketua TGUPP konon dapat gaji Rp 51.570.000 per bulan, termasuk fasilitas mobil dinas Toyota Altis.

BACA JUGA:

Itu belum termasuk gaji yang diterima oleh para anggota. Total anggaran untuk tim TGUPP itu diduga kuat tembus mencapai Rp 19 miliar. Itu belum termasuk biaya makan mereka dan ATK yang disinyalir tembus sampai Rp 437 juta. Jika ditotal secara keseluruhan, total anggaran TGUPP tembus bisa sampai Rp 20 miliar. Dalam pengajuan anggaran tahun 2020, anggaran TGUPP melonjak drastis menjadi Rp 26,5 miliar.

Foto : Data yang diduga anggaran siluman

Ada pula anggaran salah hitung yang fantastis terkait tunjangan guru yang diajukan Anies sebesar Rp 23,3 triliun. Yang mana ditemukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Anies masih menjabat sebagai Mendikbud. Belum lagi proposal anggaran sebesar Rp 571 triliun yang dia ajukan dengan dalih bangun Jakarta selama 10 tahun kedepan.

Foto : Screenshoot data yang diduga anggaran siluman

Anggaran yang Anies ajukan tersebut justru mengalahkan total anggaran untuk bangun ibukota negara baru yang hanya Rp 466 triliun saja. Data anggaran tersebut sempat diungkap oleh Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana pada 2019 silam. Kritikannya itu berupa unggahan tangkapan layar website apbd.jakarta.go.id di salah satu media sosialnya.

Foto : Data yang diduga anggaran siluman

Tangkapan layar itu, diperoleh William sebelum website anggaran milik Pemprov DKI Jakarta diturunkan pada (11/10/2019). “RKPD sempat diunggah 11 Oktober siang, sore langsung ditake down. Tapi masih ada di history ternyata link RKPD masih bisa diakses,” katanya pada (30/10/2019).

BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah, Humbang Hasundutan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus mengaku ada keanehan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2020. Penyebabnya, sistem tidak terverifikasi. “Ini ada problem sistem yaitu sistem digital, sistemnya digital tapi tidak smart. Jadi itu sudah kita temukan, itu akan dikoreksi dan ini salahnya sistem karena mengandalkan manusia,” terangnya.

Foto : Gubernur Anies

“Karenanya menurut saya, saya tak akan meninggalkan ini pada gubernur selanjutnya, PR ini. Karena saya terima warisan nih, sistem ini. Karena itu ini akan diubah, tak akan dibiarkan begitu saja. Let’s do it in a smart way,” katanya pada (30/10/2019). Yang lebih viral lagi adalah video ketika Anies mengisi sebuah acara ceramah. Video tersebut juga dibagikan oleh salah satu pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Foto : Gubernur Anies

Video itu sebelumnya diupload oleh salah satu akun youtuber pada (14/12/2017). Sebelumnya pada 2017, Anies pernah menjelaskan konsep air. Tentu dimaksudkan ke pencegahan banjir. Tepatnya saat Debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua.

BACA JUGA: Kinerja Polri Tangani Kasus Mafia Tanah Diapresiasi

Kala itu, moderator menanyakan maksud dari program kerja Anies yakni Zero Run Off atau nol limpahan untuk menangani masalah banjir. Kala itu Anies menjelaskan konsep vertical drainage. Adalah air hujan dimasukkan ke bumi bukan dikirimkan ke laut. Disamping kanal – kanal dan sungai pun disiapkan lubang kedalam. Sehingga tanah dibawah Jakarta berisi air kembali.

Foto : Cuitan soal Anies

Anies juga sempat menyampaikan. Apabila tanah di Jakarta makin sedikit air, maka bukan lagi vertikal, tapi horizontal drainage. Anies juga bilang. “Ini aneh, ini bukan kampanye tetapi saya sampaikan. Di satu sisi menyiapkan jalur – jalur air untuk dikirim ke laut, disisi lain di lautnya di pasang pulau reklamasi. Tinggal tunggu jadi rob, air balik,” bilangnya.

BACA JUGA: Lawan Menteri, Gubernur Anies Terancam Dilengserkan

“Dan ini melawan sunatullah. Kenapa? Air itu turun dari langit ke bumi, bukan ke laut. Harusnya dimasukkan ke dalam bumi, masukkan tanah! Bukan ke laut. Diseluruh dunia, air jatuh itu dimasukkan ke tanah, bukan dialirkan pakai gorong – gorong raksasa ke laut. Jakarta sudah mengambil keputusan yang fatal!” pungkas Anies.

Foto : Politikus PSI Muannas Alaidid

Anies lalu ketika menghadapi banjir 2021 pun mengatakan pada (21/02/2021). “Air kiriman dari hulu (Bogor) dan kawasan tengah (Depok) sekarang dalam perjalanan ke Jakarta, dalam perjalanannya itu tentu berdampak pada kawasan-kawasan yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Foto : Sekjend PDIP Hasto

Lantas Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun mengkritik tajam di cuitan akun sosial medianya @muannas_alaidid. “Benar ternyata cerita sejak jadi menteri, memang beliau tidak bisa kerja,” tulisnya. Rupanya nama Anies itu makin mencuat setelah Sekjend PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Hasto Kristiyanto menyampaikan pada (21/02/2021).

Foto : Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Hasto mengatakan bahwa Anies tidak bisa diajak bekerjasama. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sempat marah – marah. Pasalnya sulit bekerja sama dengan Anies dalam menangani banjir Jakarta. “Pak Basuki, Menteri PU pun sampai marah-marah karena betapa sulitnya bekerja sama dengan pemimpin DKI tersebut,” katanya.

Foto : Denny Siregar

Sontak membuat Denny Siregar, salah seorang pegiat sosial media bicara di akun sosial media @Dennysiregar7. “Bukan susah kerja sama, pak Bas. Emang doi nggak ngerti apa yang pak Bas maksud. Harusnya kalau ngobrol sama Anies Baswedan pakai kelir, baru doi ngangguk-ngangguk,” tulisnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Petinggi Polda dan Kodam Bukit Barisan Sumatera Utara Segera Bertindak Selesaikan Darurat Narkoba di Kepulauan Nias