Senin, 29 Juni 2026

Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Rabu, 24 Februari 2021 | 12:04 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Kota Bekasi adalah cerminan mini Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) disamping digadang sebagai Kota Patriot. Sejarah Kota Bekasi memiliki cerita tersendiri bagi warganya terutama para pejuang kemerdekaan yang hidup pada masa itu. Dahulu, Bekasi merupakan lokasi yang strategis bagi para pejuang untuk berkumpul. Tak lain dengan tujuan berperang melawan penjajah yang datang ke Indonesia. Begitu pun dengan para pemimpin daerah di Kota Bekasi. Walikota Bekasi pun selalu berusaha untuk bisa heroik berbagai hal yang fundamental. Seperti Walikota Bekasi kini, Dr. H. Rahmat Effendi atau Haji Pepen.

Foto : Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi

Kepemimpinan Rahmat Effendi sangat dirasakan. Terlebih kepemimpinannya sudah sekitar 2,5 periode atau bisa dikatakan 10 tahun di kota Bekasi. Kota Bekasi benar – benar dikatakan sebagai kota yang sangat nyaman ditempati. Hampir tidak ada keributan tentang ras, suku, golongan dan agama. Padahal, kehidupan Kota Bekasi tidak jauh berbeda dari Metropolitan Jakarta. Karena memang sempat diisukan akan digabungkan dengan DKI Jakarta.

-
Foto : Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi bersama Wakilnya Tri Adhianto

Namun, kepemimpinan Walikotanya patut diacungkan jempol sebab pada saat Pemilihan Walikota tidak memunculkan politik identitas. Sehingga segala sector bisa terpelihara dengan baik. Memang selalu berusaha mewujudkan komitmen untuk memastikan seluruh warga Kota Bekasi mendapatkan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kota Bekasi memiliki daya tarik tersendiri karena masyarakatnya yang memiliki latar belakang yang berbeda. Oleh sebab itu, keberagaman yang ada harus selalu dijaga sebagai salah satu aset dalam pembangunan.

-
Foto : Walikota Dr. H. Rahmat Effendi meresmikan Gereja

“Bekasi adalah kota yang heterogen, tentunya memiliki daya tarik tersendiri. Laju pertumbuhan Bekasi pun menjadi cukup baik. Keberagaman dan kearifan lokal adalah aset untuk membangun suatu daerah. Merangkul semua kepercayaan adalah penting untuk membangun kota Bekasi," ujar Walikota. Oleh karena itu, dia pun membuktikan. Dia berupaya yang dia lakukan saat terjadinya penolakan sekelompok masyarakat terkait pembangunan salah satu Gereja Katolik. Dia menolak untuk mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) salah satu Gereja yang menjadi tuntutan salah satu kelompok kala itu.

BACA JUGA: Pihak Kemenhub, KSOP Gunungsitoli Merdi Loi Akui Keterbatasan Anggaran dan Peralatan

“Saya menolak dengan tegas saat itu. Saya bilang di depan mereka. Lebih baik kepala saya ditembak daripada saya harus mencabut IMB gereja itu. IMB itu sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. Kota Bekasi harus menjadi toleran dan damai, kota tanpa mayoritas dan minoritas,” lanjut Walikota. Lantas dia juga menegaskan bahwa selama dia menjabat sebagai Walikota, Bekasi harus menjadi kota yang toleran dan damai. Dengan demikian, pemikiran masyarakat soal mayoritas dan minoritas harus dihilangkan. Dia memang menunjukkan dengan menjadi salah seorang dari tiga Walikota yang mendapat penghargaan dari Komnas HAM. Karena dinilai mampu menjaga kebebasan beragama dan berkeyakinan.

-
Foto : Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi

Tak pelak memang sosok Pepen bisa memimpin Provinsi DKI Jakarta, jangkauan yang lebih luas. Sebab Menjadi sosok Gubernur yang nantinya bisa menyulap DKI Jakarta menjadi Kota yang lebih baik lagi. Tidak mustahil dirinya bisa menjalankan amanah rakyat yang ada khususnya di Provinsi DKI Jakarta. Pola kerjanya sudah tak perlu diragukan lagi. Sikap toleransi dalam Hak Asasi Manusia pun sudah bisa diakui. Hal itu penting melihat belum lama sempat terjadi demo akibat diduga ada dalang provokator.  Tentu hal ini akan menyeimbangkan pemikiran dan tindakan untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

-
Foto : Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi

Diketahui, masyarakat Bekasi dan DKI Jakarta menggadang Walikota Bekasi untuk maju melenggang ke DKI 1. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh Nawacitapost. Masyarakat mengungkapkan bahwa penilaian kinerja akan Walikota Bekasi sangat positif. Nawacitapost melalui Manajemen Nawacitapost yakni Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur pada (23/02/2021) pun lantas menemui Walikota Bekasi.

BACA JUGA: Lawan Menteri, Gubernur Anies Terancam Dilengserkan

Manajemen Nawacitapost pun berbincang - bincang mengenai keinginan masyarakat akan Walikota Bekasi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Lalu tak lupa Nawacitapost menyerahkan cinderamata. Manajemen Nawacitapost pun senang. Sebab disambut sangat hangat oleh pemimpin daerah di Bekasi ini. Seperti tiada jarak antara Kepala Daerah dan warga masyarakatnya. Termasuk juga kepada media – media. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah, Humbang Hasundutan Jadi Lumbung Pangan Nasional

 

 

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini