Lonte Lebih Mulia Ketimbang Habib Rizieq Shihab?

0
1039
Foto : Habib Rizieq dan Nikita Mirzani

Jakarta, NAWACITAPOST – Kini sedang viral video Nikita Mirzani yang ngaku dirinya masih lonte, bukan mantan lonte. Namun, entah belum diketahui sasaran pernyataannya. Usai video dirinya viral, muncul lagi ke permukaan mengenai kata – kata yang dilontarkan ke Habib Rizieq Shihab (HRS). Dirinya menyebut jikalau adalah tukang obat. Pernyataannya dikecam oleh pendukung HRS dan menimbulkan kontroversi. Bahkan ada pula yang mengatakan HRS justru tidak berevolusi akhlak. Lonte lebih mulia ketimbang HRS?

Foto : Video pernyataan Nikita Mirzani

Nikita Mirzani menyebutkan. “Gara-gara Habib Rizieq pulang sekarang ke Jakarta, penjemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat. Screenshot! Nah, nanti banyak nih antek-anteknya mulai nih, nggak takut juga gue,” ujar Nikita di sosial media stories kala itu. Lantas langsung mendapat kecaman dari pendukung HRS.

BACA JUGA: Viral Berita Kasus Korupsi Masa Bupati Idealisman Dachi

Ucapan Nikita Mirzani itu direspons seseorang bernama Habib Alwi. Pernyataan Nikita dinilai menghina Habib Rizieq dan arti habib. “Teruntuk Nikita Mirzani yang terang-terangan telah berani menghina imam kami, Habib Rizieq Syihab, dan yang telah terang-terangan mengatakan habib adalah tukang obat,” tutur Alwi dalam video.

Foto : Habib Rizieq dijemput para pendukungnya

Habib Alwi meminta Nikita Mirzani memberikan klarifikasi dan meminta maaf karena bicara hal tersebut. Kalau tidak, ia siap melaporkan ibu tiga anak itu ke polisi. “Apabila statement yang telah Anda sampaikan dalam waktu 1X24 jam Anda tidak mengklarifikasi dan tidak minta maaf, maka niscaya saya Alwi akan membuat LP (laporan polisi) untuk Anda dan umat muslim akan memberikan pelajaran terhadap Anda. Camkan ucapan saya baik-baik,” kata Alwi.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Lain hal dengan Habib Alwi, Ustaz Maaher At-Thuwailibi mengatakan akan menurunkan 800 orang untuk menggeruduk rumah Nikita Mirzani. Hal itu dilakukan jika Nikita tidak meminta maaf kepada Habib Rizieq. “Kepada Saudari Nikita Mirzani yang sudah menyudutkan dan merendahkan imam besar kami Habib Rizieq dengan sebutan tukang obat. Tidak layak seorang muslimin dan muslimat yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya menghina seorang ulama, apalagi beliau adalah cucu dari para cucu baginda Rasulullah SAW. Kalau kita tidak bisa menjadi orang saleh, setidaknya jangan memusuhi orang-orang saleh,” ujar Maaher.

Foto : Pertemuan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnaim bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab

Namun, Maaher juga mengupload video Nikita Mirzani yang mengatakan dirinya lonte. “Bukannya nyai mantan lonte? Ih ko mantan? Nyai masih lonte sayang sampai sekarang. Ketinggalan. Hehehe. Jadi kalau ada yang bilang nyai mantan lonte, anda salah. Nyai masih jadi lonte. Puas anda dengan jawaban saya?” katanya dalam video.

BACA JUGA: Kasus Bermunculan, Selangkah Lagi Habib Rizieq Tersangka Lagi?

Berbeda dengan respons Habib Alwi dan Ustaz Maaher, FPI seakan – akan tidak memusingkan pernyataan Nikita Mirzani. Malah FPI menganggap Nikita sebagai sampah. “Tanggapan kami, sampah, tidak perlu ditanggapi,” kata tim kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, melalui pesan singkat, pada (13/11/2020).

Foto : Kondisi fasilitas bandara saat massa pendukung jemput HRS

Sementara, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab menyebutkan. Revolusi akhlak yang digaungkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan Pengikutnya tak jelas dan terkesan kamuflase. Yang mana sejatinya adalah manuver politik. Hal itu dikatakan Fadhli melihat gelagat gerakan FPI Cs dalam membentuk opini publik belakangan ini.

BACA JUGA: Prabowo Subianto Tidak Butuh Habib Rizieq Lagi?

“Masa tiap hari ngumpilin massa, ini masih pandemi. Mana konsep revolusi akhlaknya. Ini mau revolusi akhlak apa mau revolusi politik?” kata Fadhli, pada (14/11/2020). Dia pun menduga wacana revolusi akhlak hanya untuk menandingi revolusi mental sekaligus bermanuver membusuki bahwa revolusi mental telah gagal. “Revolusi akhlak gak jelas. Saya duga ini hanya manuver politik membusuki. Konsepnya seperti apa, kan gak ada. Jangan-jangan cuma keceplosan ngomong revolusi akhlak biar gak dikira mau berbuat makar,” ujarnya.

Foto : Massa pendukung Habib Rizieq hadiri pernikahan anak Habib Rizieq

Analis sosial politik UIN Jakarta itu pun membandingkan bagaimana revolusi mental yang digagas kubu Jokowi sebagai hal aplikatif. Mulai dari refomasi birokrasi, penyederhanaan birokrasi, akuntabilitas dan transparansi. Peningkatan taraf SDM dan lain-lain. “Meskipun masih banyak yang perlu dibenahi, karena belakangan ini mulai mengurang ghirohnya (revolusi mental),” ujarnya.

BACA JUGA: Terima Kasih Tuhan, Yasonna Ucap Syukur Dianugerahkan Tanda Kehormatan dari Jokowi

Fadhli pun meyakini, revolusi akhlak akan mendapat tempat istimewa jika benar-benar dapat dikonsepkan dan diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya meyakini revolusi akhlak akan membumi bahkan akan jadi prototipe perubahan, jika benar-benar menjadi sebuah konsep yang nyata,” tandasnya.

BACA JUGA: Cantik Mempesona Istri Mensos Juliari Bak Bidadari Suka Berbagi

Sebelumnya HRS mengatakan. “Siapa saja yang salah proses! Kelompok yang nggak suka pemerintah dicari-cari, diproses. Kelompok yang menjilat pemerintah dibiarkan. Ini bisa jadi bom waktu. Kalau tak ingin ada revolusi berdarah, revolusi sosial, ya diperbaiki,” katanya.

BACA JUGA: Juliari P. Batubara Berprestasi Kala Besar, Kecilnya Nakal

“Ada seorang santri di Jatim, membuat meme yang dianggap menghina petinggi Polri dan Presiden, ditangkap langsung dibaju tahanan, ditayangkan televisi, dkatakan ini memfitnah Presiden dan tak layak, kemudian dipenjara 4 tahun. Eh tiba-tiba ada anak cukong China bawa foto Presiden, dia pukul-pukul, sumpah serapahi, Presiden kacung. Itu tak disentuh hukum sama sekali, Apa ini negeri? Tegakkan keadilan!” jelas Habib Rizieq.

BACA JUGA: Habib Rizieq Siap Bertarung dengan Ahok untuk DKI 1, Anies Kemana?

Padahal, dalam QS pun sudah tertulis. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. Al Humazah: 1) dan “Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.” (QS. Al Qalam: 11).

Bahkan juga dikatakan dalam QS lainnya. Allah SWT berfirman. “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar.” (Q.S. an-Nisaa'[4]: 114).”

Foto : Nikita Mirzani dan Ustadz Maheer

Kemudian juga Q.S. An Najm ayat 32. “Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (Ayu Yulia Yang)