Kasus Bermunculan, Selangkah Lagi Habib Rizieq Tersangka Lagi?

0
658
Foto : Kasus Bermunculan, Selangkah Lagi Habib Rizieq Tersangka Lagi?

Jakarta, NAWACITAPOST – Habib Rizieq Shihab (HRS) sepertinya harus menelan pil pahit. Sebab kasus – kasus yang diduga mencatut namanya mulai bermunculan. Padahal diketahui Habib Rizieq baru tiba di Indonesia 11 November 2020. Namun belum lama tiba, sudah harus menghadapi kabar pelaporan – pelaporan hukum atasnya. Selangkah lagi Habib Rizieq tersangka lagi?

Foto : Gubernur Anies dan Habib Rizieq

Politikus PDIP Henry Yosodiningrat meminta laporannya terkait pimpinan FPI HRS ditindaklanjuti Polda Metro Jaya. Henry menyebut laporannya tidak ditindaklanjuti polisi karena Habib Rizieq berada di luar negeri. Henry mengatakan tidak ada alasan lagi bagi polisi untuk tidak menuntaskan kasus tersebut. Henry sendiri membuat laporan ke Polda Metro Jaya perihal dugaan tindak pencemaran nama baik yang dilakukan Habib Rizieq pada 2017. Saat itu pemimpin FPI ini menuding Henry sebagai politikus berhaluan komunis.

BACA JUGA: Prabowo Subianto Tidak Butuh Habib Rizieq Lagi?

“Saya tidak ada kaitannya dengan pihak-pihak mana pun, tapi karena saya merasa betul-betul terhina dikatakan politisi yang berhaluan komunis, dikatakan memusuhi umat Islam, dikatakan politisi yang indekos di PDIP. Saya anggap itu menyerang kehormatan saya,” kata Henry kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada (11/11/2020). Kala itu laporan yang dilayangkan Henry telah diterima Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Namun penyelidikan urung dilakukan, mengingat Habib Rizieq kemudian terbang dan menetap di Arab Saudi.

Foto : Habib Rizieq

“Kalau dulu saya bisa memahami karena yang bersangkutan tidak ada di Indonesia. Kalau sekarang sudah datang kemarin,” ujarnya. Belum lagi kasus lainnya yang turut mencatut namanya. 13 November 2015, Rizieq kembali menjadi sorotan saat diundang ceramah oleh Bupati Purwakarta di kota tersebut. Saat berceramah, Rizieq memplesetkan kata “Sampurasun” menjadi “Campur Racun”.

Foto : Habib Rizieq dalam kegiatan

Dalam bahasa Sunda, “Sampurasun” bisa diartikan sebagai salam hormat dan doa. Atas kejadian tersebut, Rizieq Shihab dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat. Yang mana diinisiasi oleh Angkatan Muda Siliwangi Jawa Barat ke Polda Jawa Barat atas tuduhan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya Sunda.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Pada tanggal 27 Oktober 2016, Ketua Partai Nasional Indonesia Marhaenisme yang juga putri dari Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq ke Bareskrim Polri. Karena dianggap telah menghina Pancasila dan Soekarno atas pernyataan “Pancasila Sukarno, Ketuhanan ada di Pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, Ketuhanan ada di Kepala”. Pada tanggal 26 Desember 2016, Rizieq diperkarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) atas tuduhan penistaan agama karena telah berkata “Kalau Tuhan beranak, bidannya siapa?”

Foto : Kasus Bermunculan, Selangkah Lagi Habib Rizieq Tersangka Lagi?

12 Januari 2017, Rizieq dilaporkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar, Raden Prabowo Argo Yuwono atas tuduhan penghinaan terhadap profesi hansip. Karena telah berkata “Di Jakarta, Kapolda mengancam akan mendorong Gubernur BI untuk melaporkan Habib Rizieq. “Pangkat jenderal otak Hansip” dan “Sejak kapan jenderal bela palu arit, jangan-jangan ini jenderal enggak lulus litsus.”

BACA JUGA: Anies Pilih Bertemu Ketimbang Jemput?

Pada Februari 2017, tersiar rumor adanya percakapan pornografi antara Rizieq dengan seorang perempuan bernama Firza Hussein beserta foto-foto syur Firza di WhatsApp. Pada tanggal 29 Mei 2017, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Pada 29 September 2017, Rizieq dicekal saat akan meninggalkan Arab Saudi karena visanya sudah habis.

Foto : Habib Rizieq

Namun nampaknya HRS ingin lari dari masalah namun tidak berani bicara secara langsung seperti ketika minta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihukum. Yang mana dianggap menistakan agama. Tapi justru dirinya sendiri seolah tidak taatt hukum. Sebab tim kuasa hukum Habib Rizieq, Damai Hari Lubis, mempertanyakan tujuan Henry Yoso melaporkan Rizieq ke polisi dan meminta agar laporannya dicabut.

BACA JUGA: Terima Kasih Tuhan, Yasonna Ucap Syukur Dianugerahkan Tanda Kehormatan dari Jokowi

“HY hanya fokus terhadap subjek hukum terlapor, namun tidak fokus terhadap materi laporan. Perlu HY ketahui Habib Rizieq Syihab tidak memiliki akun FB dan Instagram. Sehingga kami tidak mengetahui apa tujuan inti HY melaporkan klien kami,” ujar Damai dalam keterangannya, pada (11/11/2020). Namun, menurutnya pendapat tersebut sama saja dengan mengecilkan wewenang Interpol Polri. Dia mengaku setuju dengan kepolisian yang tidak menindaklanjuti laporan terkait Habib Rizieq.

Foto : Habib Rizieq

“Sehingga kami rasa Polri sudah tepat tidak menindaklanjuti kasus ini, walau Polri mesti tunduk dan patuhi sistem hukum pidana yang berlaku karena terikat pada asas nasional aktif. Justru sebaliknya, dengan statement-nya HY terkait ‘HRS seenaknya menghinakan Pancasila’. Spertinya pernyataan ini perlu kami pelajari atau kami jadikan pernyataan nirguna,” imbuh Damai. Damai menyarankan agar Henry Yoso mencabut laporan terhadap Rizieq serta fokus membuat laporan terhadap pihak yang diduga menyebarkan pernyataan yang dipersoalkan tersebut.

BACA JUGA: Anies dan Gatot Bakal Jemput Habib Rizieq Berstatus Merah?

“Sebaiknya HY cabut laporan dan ubah nama terlapornya, yaitu laporkan pembuat dan penyebar saja,” ujar Damai. Selain itu, Damai meminta Henry berfokus pada Gerakan Anti Narkoba (Granat) yang dia pimpin daripada mengurusi kasus Habib Rizieq. Ia mendukung gerakan pemberantasan narkoba yang dipimpin Henry Yoso. “Sebaiknya daripada mengurus laporannya, lebih baik beliau fokus galakan misi ‘Granat’-nya. Kami justru sangat mendukung gerakan anti narkotika yang memang merusak moral dan kehidupan anak bangsa. Agenda Granat sangat mulia kami dukung,” sambungnya.

Foto : Habib Rizieq

Ya tentu Polri akan punya pertimbangan – pertimbangan terutama dalam menangani kasus yang mencatut nama HRS. Seperti diketahu HRS pernah merasakan hotel prodeo. Tepatnya pada 20 April 2003, Rizieq Shihab ditahan. Karena dianggap menghina Kepolisian Negara Republik Indonesia lewat dialog di stasiun televisi dua stasiun televisi swasta nasional. Dia divonis 7 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 29 Juli 2003. Bukan tidak mungkin jika kasus diproses, merasakan kembali dinginnya jeruji besi. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Hilarius Duha Berpeluang Besar Kalahkan Idealisman Dachi