Viral Berita Kasus Korupsi Masa Bupati Idealisman Dachi

0
673
Foto : Idealisman Dachi bersama Sozanolo Ndruru dan Hilarius Duha bersama Firman Giawa

Jakarta, NAWACITAPOST – Pemberitaan menjadi salah satu sajian yang selalu ditunggu update setiap harinya. Lantaran ada beragam informasi yang bisa dinikmati. Termasuk juga untuk dinikmati masyarakat di Kepulauan Nias khususnya Nias Selatan (Nisel). Tidak ingin melewatkan pemberitaan terutama jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Karena ternyata masyarakat dalam masa kampanye Pilkada selain mengikuti visi misi pasangan calon, mereka juga mengikuti informasi – informasi di media sosial (medsos) berupa sajian pemberitaan.

Foto : Idealisman Dachi

Menurut pengamatan tim Nawacitapost, sebulan terakhir medsos di grup – grup  komunitas Nias dipenuhi link berita – berita. Seperti kasus korupsi masa pemerintahan Idealisman Dachi dan ada juga berita kasus korupsi ponakan Hilarius Duha. Setelah dicek, berita – berita tersebut dibuat pada saat periode sesuai waktu terjadinya penyidikan kepolisian dan kejaksaan. Namun ada juga berita yang diduga pesanan pihak tertentu. Karena baru diberitakan saat berlangsungnya kampanye. Setelah dicek pihak aparat hukum, tidak ada proses apapun. Kecuali ada foto – foto saat LSM menyerahkan laporan.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Ajakan bebaskan Nias Selatan dari korupsi bahkan menggema di medsos dan diteruskan di warung – warung kopi dan berbagai pertemuan. Baik di Nisel sendiri maupun di berbagai kota yang ada komunitas orang Nias. Masyarakat terlihat menaruh perhatian pada banyaknya berita salah satu pasangan yakni Idealisman Dachi selama satu periode. Masyarakat menduga korupsi pada masa itu paling banyak. Kemudian juga nilai korupsinya fantastis yang didominasi kasus mark up harga tanah dan penimbunan jalan. Belum lagi dugaan mobil dinas yang masih dikuasai tanpa pembelian dan pelelangan.

Foto : Hilarius Duha

Bisa dikatakan memang ternyata medsos sekarang menjadi senjata efektif. Terutama untuk membuka rekam jejak setiap orang. Kemudian akan menjadi bumerang bagi mereka yang punya catatan negatif. Begitu sebaliknya bagi yang positif sangat mudah tercipta citra positif. Sehingga memang tidak heran viral beragam informasi para paslon dengan rekam jejak masing – masing. Sebaiknya memang sebelum mencalonkan diri terlebih dahulu menebar kebaikan sehingga sedikit rekam jejak negatifnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Kasus Bermunculan, Selangkah Lagi Habib Rizieq Tersangka Lagi?