Najwa Shihab Yakin Jurnalis Profesional?

0
1146
Foto : Menkes Terawan dan Najwa Shihab

Jakarta, NAWACITAPOST – Aksi presenter kondang Najwa Shihab melakukan wawancara monolog dengan kursi kosong. Yang mana dipresentasikan sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan menjadi perbincangan hangat. Namun aksinya dilaporkan oleh Relawan Jokowi (Joko Widodo) Bersatu ke Polda Metro Jaya, (6/10/2020). Najwa Shihab dianggap melukai hati sebagai pembela presiden. Karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi.

Pihak Relawan Jokowi Bersatu pun mengkhawatirkan jika tindakan Najwa Shihab dibiarkan akan berulang. Berpotensi ditiru oleh wartawan lainnya. Menilai melakukan wawancara kosong kepada narasumber. Memberikan preseden buruk kepada wartawan sendiri. Demikian juga yang membuat relawan memutuskan untuk membuat laporan kepada polisi. Pihaknya diterima oleh SPKT dan menuju ke siber. Karena berurusan dengan UU (Undang – Undang) ITE. Lalu juga Relawan Jokowi Bersatu menganggap bahwa seorang menteri notabene adalah pejabat negara.

Foto : Pengacara Ferry Juan dan tim

Lalu Relawan Jokowi Bersatu juga akan memberikan somasi kepada ke stasiun tv yang menayangkan. Selanjutnya akan melakukan melaporkan kepada dewan pers. Persangkaannya adalah cyber bullying. Karena narasumber tidak hadir kemudian dijadikan parodi. Terkait barang bukti yang dibawa, ada penggalan video dari Youtube. Namun tidak menutup kemungkinan ada bukti lain, setelah lapor ke bagian Siber Polda Metro Jaya. Dikatakan oleh Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto.

Namun laporan Relawan Jokowi Bersatu ditolak oleh Polda Metro Jaya dan disarankan ke Dewan Pers. Sejalan dengan Polda Metro Jaya, pakar hukum Ferry Juan mengatakan pada 6 Oktober 2020. Lebih baik di masa pandemi Covid 19 menahan diri. Tidak perlu menciptakan masalah baru lagi. Lebih baik semua fokus mengurusi kesehatan dan keselamatan Indonesia. Sudah tepat dan benar sikap kepolisian.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Website Dewan Pers

Kemudian Relawan Jokowi Bersatu memutuskan untuk berkomunikasi dengan Dewan Pers dan akan berdiskusi. Dewan Pers membuka peluang untuk datang dan berdiskusi. Karena bukan mau menyerang seseorang tapi hanya ingin perlakuan yang dilakukan Najwa Shihab, di depan jutaan rakyat Indonesia tidak berulang. Dimaksud dilakukan oleh wartawan lain atau tidak ditiru. Sebab memang Najwa Shihab berbicara dirinya adalah seorang jurnalis.

Lalu Nawacitapost mencoba konfirmasi arti kata jurnalis. Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandar menyampaikan pada 6 Oktober 2020. Jurnalis adalah setiap orang yang melakukan kegiatan jurnalistik. Namun, perlu diketahui pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk menentukan seorang jurnalis yang bersertifikat profesional kompeten atau tidaknya. Sementara, Dewan Pers Ahmad Djauhar pada 7 Oktober 2020 menjelaskan. Memang yang dilakukan oleh Najwa Shihab tidak melanggar kode etik jurnalistik. Tidak ada pasal yang dilanggar.

Ahmad Djauhar menambahkan. Seharusnya Relawan Jokowi sebagai pelapor berdiskusi terlebih dahulu dengan Dewan Pers sebelum melakukan pelaporan kepada kepolisian. Apalagi yang dilaporkan berkaitan dengan konten jurnalistik. Kan ada UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Kemerdekaan pers memperbolehkan kreativitas. Kemudian ditanya soal keprofesionalan jurnalis, dijelaskannya. Seorang jurnalis profesional semestinya mengikuti UKW baik muda, madya dan utama. Jangan sampai nanti sudah bermasalah kemudian baru mengikuti UKW. Tentunya biar diakui oleh Dewan Pers sehingga bisa terlindungi personalnya.

Lalu dikonfirmasi tidak ditemukan data Najwa Shihab di website Dewan Pers, Ahmad Jauhar mengatakan Najwa Shihab merupakan journalist by the job. Hanya saja, dia mungkin belum pernah ikut UKW. Berdasarkan statement Dewan Pers secara tidak langsung menandakan Najwa Shihab belum menjadi jurnalis profesional. Disayangkan bicara kemerdekaan pers bahasanya seolah sudah menjadi jurnalis profesional. Bisa dilihat dari update status sosial medianya @najwashihab pada 6 Oktober 2020. Najwa Shihab yakin jurnalis profesional? (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Gatot, KAMI bersama AHY Ciptakan Seperti Tragedi 98?