BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : Cuitan Ruhut Sitompul
Kemudian Menkes Terawan pun angkat bicara pada 29 September 2020. Menkes Terawan menanggapi hal demikian dan meminta masyarakat untuk menunggu tanggal mainnya. Terkait hujatan publik kepada dirinya, Menkes Terawan meyakini bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan kepada dirinya. Tuhan yang menjagai. Selain itu, dia meminta publik untuk terus berdoa agar Tuhan memberi pertolongan bagi Indonesia. Berdoa. Tuhan akan menolong bangsa dan negara Indonesia. Tak pelak pengacara kondang Ruhut Sitompul pun buka suara. Dia membela menteri yang menjabat hampir satu tahun di Indonesia. Bahwa yang dilakukan oleh Menkes Terawan sudah tepat dan benar. Alasannya Menkes Terawan masih tetap bekerja meskipun diam tanpa harus tampil di muka public. Ruhut Sitompul menulis dalam sosial media (sosmed)nya pada 30 September 2020. Kadrun2 stresssssss melihat Pak Terawan makin anteng saja sebagai Menteri Kesehatan. Dirinya pun menyindir apa yang dilakukan Najwa Shihab dengan membuat konten publik yang mewawancarai kursi kosong. Bertuliskan mantap lanjutkan biar saja mereka berbusa - busa sampai kursi kosong pun dipaksa bicara. Tuhan Memberkati MERDEKA.
BACA JUGA: Istana Rakyat Era Idealisman Dachi Senasib Hambalang Era SBY
-
Menkes Terawan sepertinya bukan hanya mendapat pembelaan dari kalangan pengacara. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dewi Tanjung pun membela pada 1 Oktober 2020. Mengajak agar masyarakat Indonesia dapat dengan terbuka menilai sendiri tayangan acara televisi yang digawangi oleh Najwa Shihab. Perlu diketahui, setiap orang memiliki hak pribadi untuk memutuskan hadir atau tidaknya dalam sebuah acara televisi. Artinya Najwa Shihab juga tak bisa memaksakan Menkes Terawan untuk menghadiri acara. Tindakan Najwa Shihab sama dengan mengintimidasi pribadi Menkes Terawan. Najwa Shihab sebagai senior tapi memiliki cara yang terbilang norak. Tidak perlu baper dan membully lewat kursi kosong. Terlihat acara Mata Najwa hanya mengejar rating belaka. Semakin hari acara yang dibawa oleh Najwa Shihab semakin aneh dan tak jelas arahnya. Bahkan, dia menyindir sosok Najwa Shihab dengan meminta menteri memeriksa otak najwa. Kemudian juga menyebut Najwa Shihab sedang kram otak. Lantaran dibuat pusing mengejar rating program acaranya di televisi. Lantas berarti Najwa Shihab menuai citra buruk. Dikata pula kadrun yang kram otak? (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Najwa Shihab Bincang Kursi Kosong Menkes Terawan, Jurnalis Gagal?