Kamis, 4 Juni 2026

Apa Hubungan Najwa Shihab dengan Bakrie Group?

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Kamis, 8 Oktober 2020 | 15:42 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Program tayangan yang dibawakan oleh presenter kondang Najwa Shihab dipertanyakan. Pasalnya tidak mengundang keluarga Bakrie alias Bakrie Group dalam bahasan Jiwasraya. Padahal dugaan Bakrie Grup bikin rugi. Justru hanya mengundang Menteri kabinet Indonesia Maju Joko Widodo atau Jokowi. Yakni Menteri Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkopolhukam Mahfud MD. Pemasalahan lain terkait Bakrie Group layaknya Lapindo tak pernah dibahas. Padahal masih menggantung nasib korban Lapindo.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Perlu diingat kembali dalam kasus Jiwasraya, saat dihadirkan saksi pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengungkapkan. Ada empat saham Grup Bakrie yang membobol investasi Jiwasraya yang mana menyebabkan kerugian. Menurut Kepala Divisi Investasi Faisal Satria Gumay yang dihadirkan sebagai saksi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam hasil auditnya menyebutkan. Jiwasraya berinvestasi di instrumen saham maupun reksa dana saham yang tidak berkualitas atau tidak memiliki potensi untuk bertumbuh optimal.

BACA JUGA: AHY Bicara Kakek Penumpas PKI, Rekonsiliasi, Gantikan Jokowi?

Dikatakannya lebih lanjut. Untuk produk reksa dana, asuransi Jiwasraya memegang reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana terproteksi. Berdasarkan analisa, pada 2014 Jiwasraya menempatkan dana di reksa dana saham. Yang mana produknya dibuat berdasarkan permintaan Jiwasraya dan mendapatkan kesepakatan bersama dengan Manajer Investasi (MI). MI diminta untuk membuatkan produk khusus untuk AJS. Sementara, penurunan aset investasi pada reksa dana saham yang dimiliki Jiwasraya merupakan imbas dari kesepakatan - kesepakatan yang terjadi sejak 2014 tersebut.

BACA JUGA: Gatot, KAMI bersama AHY Ciptakan Seperti Tragedi 98?

Penjelasannya lebih lanjut, fakta bahwa ada 24 emiten yang sahamnya menjadi basis reksa dana milik Jiwasraya mengalami penurunan harga. Diperparah hingga menyentuh level terendah Rp 50 per lembar. Yang menarik dari fakta persidangan, terdapat empat emiten yang merupakan perusahaan dari Grup Bakrie. Yakni PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

BACA JUGA: Terawan Dibela, Najwa Shihab Tuai Citra Buruk, Kadrun Kram Otak?

Foto : Menkopolhukam Mahfud MD dan Menko Maritim Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Lalu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Ali Mukartono pun melaporkan pada 2 Juli 2020. Berupa hasil penyelidikan dugaan keterlibatan Grup Bakrie dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. PT Asuransi Jiwasraya memiliki saham Grup Bakrie senilai Rp 1,7 triliun. Dalam laporan BPK RI, kerugian keuangan negara sebesar Rp 16,8 triliun, di dalamnya terdapat kerugian keuangan negara dan penempatan saham Grup Bakrie dalam portofolio PT AJS sebesar Rp 1,7 triliun.

BACA JUGA: Ada Kamuflase Jusuf Kalla Dibalik Najwa Shihab?

Kemudian Heru Hidayat yang sudah menjadi terdakwa menjelaskan pada 15 Juli 2020. "Nanti dilihat lagi ya. Itu setahu saya, (Rp) 800 miliar. Saya lihat datanya. Artinya, dari awal itu, Jiwasraya beli saham Bakrie yang sudah kena krisis”. Sebelumnya 26 Juni 2020 Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokro mengatakan. "Grup Bakrie terlibat dalam pengaturan saham Jiwasraya sebelum dimulainya sidang perkara skandal Jiwasraya. Adapun yang menyebabkan kerugian Jiwasraya sejak tahun 2006 adalah perusahaan Grup Bakrie. Namun, tak terungkap karena BPK menutupinya".

BACA JUGA: Najwa Shihab Yakin Jurnalis Profesional?

Hal lain dalam perpusaran permasalahan Bakrie Group adalah Lapindo. Pertama kali lumpur Lapindo dari tanah wilayah Timur Jawa menyembur. Tepatnya pada 29 Mei 2006. Semburan berasal dari Sumur Banjarpanji 1, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, bagian dari kegiatan pengeboran eksplorasi gas Blok Brantas. Kala itu, Blok Brantas dioperatori oleh Lapindo Brantas Inc yang 100 persen kepemilikannya dikempit oleh PT Energi Mega Persada Tbk, perusahaan yang terafiliasi dengan Group Bakrie. Kerugian yang dialami oleh korban lumpur Lapindo mencapai Rp 3,8 triliun.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Demikian dua kasus melibatkan Bakrie Group, Jiwasraya dan Lapindo. Namun, Najwa Shihab tak pernah menghadirkan keluarga Bakrie atau Bakrie Group untuk mengklarifikasinya. Justru hanya mengundang elemen pemerintah Jokowi. Sehingga kesannya tuntutan langkah pemerintah semata. Sementara pihak konglomerat yang turut berlakon dalam peristiwa tidak dituntut langkahnya. Bisa jadi mungkin sudah ada titipan tertentu sehingga tidak berani lagi mengundang hadir. Apa hubungan Najwa Shihab dengan Bakrie Group? (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Kampanye Idealisman Dachi Memakan Korban Jiwa

 

 

 

 

 

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini