Jumat, 5 Juni 2026

Beri Beasiswa, Moeldoko Gandeng Sakuranesia Wujudkan SDM Unggul di Indonesia

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 29 Maret 2023 | 16:28 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Mantan Panglima TNI Moeldoko menggandeng Sakuranesia untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Indonesia. Kerja sama tersebut dilakukan melalui Yayasan Koes Moeldoko, yang didirikan Moeldoko untuk mengenang istrinya almarhumah Koesni Harningsih.

"Yayasan ini saya dedikasikan untuk almarhumah istri saya tercinta, yang kebetulan punya kepedulian yang sama dengan Sakuranesia," kata Moeldoko, Rabu (29/3/2023).

Kehadiran Moeldoko ke sekolah itu memang mengejutkan. Apalagi, dia membawa para tamu dari Jepang yang tergabung dalam Yayasan Sakuranesia Society. Yayasan ini sebelumnya telah menghadap Moeldoko untuk menyampaikan keinginan berpartisipasi memberikan donasi bagi pendidikan Indonesia.

Kepada para siswa, Moeldoko membagi kisah hidupnya sewaktu kecil. "Saya dulu waktu kecil lebih susah dari kalian. Sekolah sering banjir, belajarnya ngungsi di balai desa, tapi semangat untuk sekolah terus saya lakukan," kata Moeldoko yang disambut tepuk tangan anak-anak.

Moeldoko menjelaskan, untuk tahap pertama, Sakuranesia menyerahkan bantuan sebesar Rp150 juta sebagai modal koperasi di SD Negeri Selaawi, Bogor, Jawa Barat. Sementara, Yayasan Koes Moeldoko juga memberikan donasi secara pribadi sebesar Rp50 juta.

SD Negeri Selaawi dipilih karena hanya 20 persen siswanya yang melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan sisanya memilih putus sekolah. Sekolah ini berada di kawasan Cipanas dan hanya berjarak 5 kilometer dari Istana Cipanas, atau sekitar 50 kilometer dari Ibu Kota Jakarta.

"Ini ironis. Sekolah yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan, tetapi partisipasi pendidikannya sangat rendah," kata Pembina Yayasan Sakuranesia Society Tofik Rustam.

Dalam waktu dekat, SD Negeri Selaawi akan membentuk koperasi yang menjual bahan kebutuhan pokok dengan harga murah. Koperasi ini hanya akan melayani anggota, yaitu para guru dan orang tua siswa yang anaknya tetap melanjutkan sekolah.

Jika siswa tidak melanjutkan sekolah, mereka tidak bisa menjadi anggota koperasi. "Ini bentuk upaya kami dengan memberdayakan orang tua agar mereka tetap menyekolahkan anak-anaknya," kata Tofik.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini