Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengatakan, pengembangan kendaraan listrik masih menemui banyak tantangan. Salah satunya, saat ini masih sedikit perbankan yang memberikan kredit kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
"Tantangan yang pertama, dari perbankan belum merespons cepat ya. Karena buktinya, belum banyak memberikan pinjaman kepada siapa yang akan membeli mobil listrik," kata Moeldoko dalam Autobizz CNBC Indonesia, dikutip Rabu (29/3/2023).
Untuk diketahui, salah satu perbankan yang sudah menyalurkan kredit untuk KBLBB, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pada Juni 2022 lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit untuk pembelian 218 unit kendaraan listrik (electric vehicle/EV) senilai Rp58 miliar. Bank Mandiri meyakini tren pembiayaan berkelanjutan dan ramah lingkungan akan terus meningkat seiring dengan adanya komitmen global untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), Nationally Determined Contribution (NDC), dan Net Zero Emission (NZE).
Kemudian, lanjut Moeldoko, tantangan lainnya dari sisi ekosistem yang perlu dilakukan pembenahan. Karena, persoalan antara Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan ketersediaan motor diibaratkan seperti ayam dengan telur. Hal ini, menurut Moeldoko perlu mendapat perhatian dari pemerintah maupun swasta.
"Investor mau bangun SPKLU, (berpikir) lha nanti kalau perkembangan motor listrik tidak masif, rugi dong saya menanamkan sejumlah uang untuk membangun charging system. Orang yang beli motor juga bertanya, beli motor jangan-jangan charging system-nya belum ada," papar Moeldoko.