Lawan Jokowi Kampanye Kegagalan Esemka, Justru Esemka Launching Inovasi Baru

14
5466
Foto : Presiden Jokowi menggunakan mobil Esemka

Jakarta, NAWACITAPOST – Politikus Gerindra, Andre Rosiade mempertanyakan mobil Esemka. Disampaikan kepada media, Sabtu 07 Juni 2019. Mobil sangat mirip dengan mobil produk pabrikan China. Produksi dalam negeri atau merakit mobil dari Tiongkok tapi dikasih merek Esemka. Berharap peluncuran mobil Esemka bukan hanya untuk menjawab kritik publik. Bicara bernada sindiran. Bukan mobil rakitan dari Tiongkok, dikasih merek Esemka. Gerindra awalnya menanggapi cuitan Jokowi. Terutama saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. Esemka juga menuai kritik dari parlemen. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyindir Esemka seharusnya dijadikan mobil dinas kepresidenan.

BACA JUGA: Bukti Masyarakat Cinta Jokowi, Situs yang Serang Jokowi Alami Kemerosotan Rating

Foto : Presiden Jokowi bersama Mobil Esemka

Esemka lahir pada 2007 dari tangan para anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lima SMK dilibatkan dalam proyek. Yakni SMKN 2 Surakarta, SMKN 5 Surakarta, SMK Warga Surakarta, SMK 1 Singosari Malang dan SMK Muhammadiyah 2 Borobudur. Kemudian Esemka mulai dikenal publik saat Jokowi memakainya sebagai mobil dinas Walikota (walkot) Solo pada tahun 2012. Saat itu, Jokowi sedang bersiap maju di Pilgub (Pemilihan Gubernur) DKI pun menjanjikan Esemka bakal jadi mobil nasional. Setelah terpilih menjadi DKI 1 lalu maju menjadi Presiden RI (Republik Indonesia), nama Esemka timbul tenggelam. Esemka baru terdengar kembali saat gelaran Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019. Kala itu lawan politik Jokowi dengan gencar mencibir janji soal mobil nasional. Esemka disebut sebagai cerminan janji politik Jokowi yang tak pernah ditepati.

BACA JUGA: Kematian Kristin Vili Mendrofa Diduga Direkayasa, Kinerja Polsek Kuranji Dipertanyakan

Foto : Presiden Jokowi meninjau mobil Esemka

Beberapa saat usai Pilpres 2019, pabrik produksi Esemka diluncurkan. Pabrik produksi mobil Esemka beroperasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pabrik diklaim bisa memproduksi 18 ribu unit pertahun. Dalam kesempatan, Esemka adalah produk swasta yang diproduksi di bawah PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Meskipun demikian, Jokowi tetap ingin perusahaan produsen mobil Esemka adalah swasta. Namun merknya bersifat nasional. Artinya, mobil Esemka bisa dikenal dan dipesan meluas ke seluruh nusantara. Karena memang merk dinilai nasional apabila marketnya nasional. Kemudian juga, sangatlah apresiasi. Pasalnya tidak meminta dana pemerintah. Namun bisa mengedepankan inovasi anak bangsa.

BACA JUGA: Jokowi Melawan Arus Demi Indonesia Maju, Siapapun Berulah Bakal Digigit

Foto : Presiden Jokowi melihat langsung pabrik Mobil Esemka

Tak lama, mobil pikap Esemka Bima sudah dipesan oleh banyak orang. Salah satunya berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Tak sekedar melakukan pemesanan, Pemprov Bengkulu juga mendatangkan Esemka Bima ke gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXI 2019 di Bengkulu. Pemprov Bengkulu membeli mobil pikap Esemka Bima. Pasalnya pihaknya merasa bangga dengan mobil “karya anak bangsa”. Kendaraan produksi PT SMK telah melakukan kerja sama dengan 30 industri komponen lokal. Pada tahun pertama, PT SMK menargetkan produksi sebanyak 3.500 unit pikap Bima. Bahkan, pabrik akan menyerap tenaga kerja lokal hingga 300 orang. Pabrik SMK memiliki luas bangunan sekitar 12.500 ribu meter persegi dan berdiri di atas lahan 115 ribu meter persegi.

BACA JUGA: Andi Arsyil, Pernah Dari Mobil Mewah Jadi Mobil Angkot

Foto : Presiden Jokowi dan mobil Esemka

Kemudian juga TNI Angkatan Udara (AU) membeli 35 unit mobil Esemka Bima produksi PT Solo Manufaktur Kreasi. Mobil jenis pikap berkapasitas 1.300 cc akan digunakan sebagai kendaraan dinas skadron landasan. Perjanjian pembelian ditandatangani oleh Ketua umum Induk Koperasi Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Nailul Humam dan Sales Marketing PT Solo Manufaktur Kreasi, Regina. Tepatnya di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa 24 September 2019. Penandatanganan dilangsungkan di ruang pajang mobil Esemka. Disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Komisaris PT Solo Manufaktur Kreasi, Derry Wiharja.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Mobil Esemka

Terlebih lagi menjawab banyak rumor tidak sedap Esemka. PT Solo Manufaktur Kreasi atau Esemka pernah menggagas perakitan mobil yang memiliki standar militer. Ada dua jenis mobil yang sedang digarap Esemka. Yaitu mobil VVIP untuk kepala negara dan mobil untuk pasukan pengamanan presiden. Mobil VVIP pernah dipajang saat peresmian pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. Tepatnya pada Jumat 6 September 2019. Hanya saja, kelanjutan dari dua proyek belum ada kejelasan waktu diluncurkan. Mobil VVIP yang dimaksud adalah mobil berjenis SUV bercat hitam berlogo Moose di bagian depan. Bertuliskan Armored by Esemka di bagian belakangnya. Mobil memiliki kemiripan dengan Volvo CX90. Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi atau Esemka Eddy Wirajaya enggan menjawab. Tidak demikian dengan salah satu inisiator mobil Esemka, Dwi Budhi Martono. Mobil SUV berlogo Moose berlapis baja dan anti peluru. Sementara, Volvo mencantumkan mereknya sebagai bentuk pertanggungjawaban atau jaminan terhadap kualitas produknya.

BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Sudah Dibuka, Ayo Daftar!

Foto : Mobil Esemka

Adapun kendaraan kedua adalah mobil paspamres yang dimodifikasi dari mobil Esemka Garuda 1. Mobil memang memiliki kemiripan dengan Foday Landford. Beda dengan Landford yang menggunakan mesin 2,4 liter. Esemka Garuda 1 pakai mesin 2.0 liter. Tampilan depan Esemka Garuda 1 mirip dengan Foday Landford dengan mengunakan lampu proyektor dan gril yang lebar. Pada bagian belakang lampu sepertinya sudah menggunakan LED. Ada wiper di kaca belakang. Ada spoiler imut namun panjang dengan lampu berada di tengah yang memanjang juga. Pada bagian kabin menggunakan kombinasi warna abu – abu dengan tambahan krem di beberapa bagian. Jok hadir dengan warna abu – abu kelihatan mewah. Pada layar speedometer masih model manual dengan layar hiburan di tengah, kemungkinan 7 inci. Soal hiburan, Esemka memanjakan penumpang dengan keberadaan 3 layar hibungan di baris kedua. Luasan layar diperkirakan 8 inchi. Sedangkan untuk versi Paspampres seperti yang diunggah @esemkaofficial_ pada 31 Desember 2019 memiliki sedikit perbedaan. Pada bagian depan bumper ada bar pelindung. Gril pada bagian depan lebih rapat. Penggunaan warna hitam dari varian umum warna putih.

BACA JUGA: Yasonna Optimis Azas Pancasila Partai Gelora Meraih Dukungan, Ancaman Bagi PKS, PPP dan Demokrat Pemilu 2024

Foto : Mobil Esemka

Lalu Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Tuning Rudyati mengatakan pada 4 April 2019. Pindad membenarkan adanya kerjasama Pindad dengan Mobil Esemka. Terlebih dalam mengembangkan mobil dinas Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Mekanis dan mesin diklaim juga menjadi kompetensi Pindad. Tak hanya itu, Pindad juga punya pengalaman membangun kendaraan tempur. Kendati, masih butuh pengembangan lagi untuk masuk ke lini kendaraan komersial. Kendaraan VVIP, apalagi untuk kebutuhan presiden, perlu fitur tambahan yang tidak biasa. Diantaranya body kendaraan dan kaca anti peluru. Tindak lanjutnya masih dalam diskusi teknis. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !

 

 

14 KOMENTAR

  1. Reviewer harus sekelas otodrive atau fitra Eri, motto mobie dan ridwan hanif baru deh bisa percaya kualitas mobil tersebut

    • 350th lebih di jajah londo, dibrain wash semua dr londo bergensi, sampe muncul londo ireng. Membuat kita ga pny kebanggaan pd negeri n produk2 nasional.

  2. 350th lebih di jajah londo, dibrain wash semua dr londo bergensi, sampe muncul londo ireng. Membuat kita ga pny kebanggaan pd negeri n produk2 nasional.

Comments are closed.