Jokowi Melawan Arus Demi Indonesia Maju, Siapapun Berulah Bakal Digigit

2
895
Foto : Presiden Jokowi

Jakarta, NAWACITAPOST – Begitu banyak kini membicarakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Lantaram dianggap kebijakan mendatangkan pro kontra di masyarakat. Padahal, pro kontra yang ada bisa saja ada konflik kepentingan. Tak lain untuk menyudutkan Jokowi. Tentu Jokowi sebagai Kepala Negara tidak hanya memikirkan selangkah dua langkah ke depan. Namun memikirkan beberapa langkah ke depan. Dianggap segelintir orang Jokowi melawan arus untuk kebijakan. Presiden Jokowi pernah mengatakan. Negara ini sudah kebanyakan peraturan. Padahal, bukan negara peraturan. Semua diatur. Terjerat sendiri. Sentil pula, dalam kunker (kunjungan kerja) ada apanya. Studi banding ada apanya, Jokowi sudah mengerti. Lantaran memang Jokowi juga orang lapangan. Jadi Jokowi mengerti benar.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan pejabat lain gemetaran. Jokowi ceplas ceplos diatas panggung. Para ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) seperti gubernur, bupati dan walikota ada hadir semua. Jokowi sudah pesan kepada ketua dan pimpinan DPR. Pesan juga kepada ketua DPRD provinsi, kabupaten dan kota. Kemudian juga berpesan pada gubernur, bupati dan walikota. Jangan banyak membuat Perda (Peraturan Daerah).  Jangan banyak membuat Pergub (Peraturan Gubernur). Jangan banyak membuat perbup (Peraturan Bupati). Jangan banyak membuat Perwali (Peraturan Walikota).

BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Sudah Dibuka, Ayo Daftar!

Foto : Presiden Jokowi

Jokowi memperingatkan secara keras untuk hati – hati dan menghentikan. Lantas kecepatan dalam bergerak dan memutuskan terhadap perubahan yang ada menjadi tidak cepat. Padahal, kebanyakan negara sebesar apapun inginnya fleksibel. Cepat merespon setiap perubahan. Justru malah memperbanyak peraturan. Setiap membuat perda pasti ada kunker. Ada studi banding pula.  Hentikan perda yang membebani masyarakat. Kultur demikian harus dimiliki. Mau buat aturan seperti demkian juga. Seperti halnya seorang menteri membuat peraturan menteri (permen). Boleh menambahkan satu permen tapi menghilangkan beberapa permen lainnya.

BACA JUGA: Yasonna Optimis Azas Pancasila Partai Gelora Meraih Dukungan, Ancaman Bagi PKS, PPP dan Demokrat Pemilu 2024

Foto : Presiden Jokowi bersama Staf Khusus Milenial

Kebanyakan peraturan akan membuat pusing sendiri. Padahal, semua negara hampir menuju model ke arah sana, kedepan. Fleksibilitas dan kecepatan adalah hal terpenting. Kecepatan dalam bekerja dan melayani sangatlah penting bagi semuanya. Para penegak hukum seperti polda (kepolisian daerah), polsek (kepolisian sektor), polres (kepolisian resort), kejari (kejaksaan negeri), kejati (kejaksaan tinggi), kejagung (kejaksaan agung), pengadilan tinggi, pengadilan negeri dan sebagainya dalam tugasnya perlu diperbaiki. Terutama dalam hal menegakkan hokum. Mendukung agenda strategis bangsa. Diingatkan pula jangan menggigit orang yang benar. Orang yang salah silakan digigit. Jangan pura – pura salah sedikit. Jangan pernah menggigit pejabat atau pelaku bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan bangsa dan negara.

BACA JUGA: Yasonna Instruksikan Ditjen Imigrasi Gelar Bansos Bagi Warga Terdampak Covid 19

Foto : Presiden Jokowi bersama Pimpinan Negara lainnya

Tugasnya semestinya menggigit siapapun yang bermaksud dan memiliki niat buruk. Terutama mengganggu agenda besar strategis bangsa. Jokowi juga tidak akan memberikan toleransi kepada aparat hukum. Yang mana bekerja hanya untuk menakut – nakuti. Hanya menggangu inovasi.. Hanya memeras birokrat dan pejabat. Hanya memeras para pelaku usaha. Jokowi mendengar banyak informasi. Jokowi menyampaikan secara terbuka untuk ketidaktoleransian terhadap hal demikian.  Jokowi akan selalu menginventarisasi dan memerintahkan beberapa orang. Mohon agar selalu dilakukan pengecekan. Kalau tidak sesuai, langsung dicopot atau dipecat. Jangan diteruskan untuk sesuatu yang tidak benar. Lalu juga ditujukan untuk para pangdam, danrem, dandim dan seluruh jajaran TNI (Tentara Nasional Indonesia). Kebesaran TNI harus digunakan untuk menjaga pertahanan, keamanan, persatuan dan kewibawaan. Terutama dalam mendukung agenda besar bangsa dan negara. Rakyat sangat berharap terhadap kontribusi yang diberikan.

BACA JUGA: Salah Kaprah, Ulah Anies Bukan Jokowi, Potong TKD ASN, PSI Sumbangkan Gaji

Foto : Presiden Jokowi

Jokowi juga sangat menekankan untuk menciptakan lapangan kerja. Kemudian juga harus mengedepankan ekspor dan mengurangi impor. Jangan pernah ada yang bermain pada area dimaksud. Sudah wanti – wanti benar. Kalau ada yang bermain, Jokowi akan gigit sendiri. Selama 5 tahun ke belakang, mengecek secara detail untuk hal yang tidak berjalan. Menganalisa sebab tidak berjalannya. Diperingatkan sangat keras untuk yang bermain. Jokowi bersih keras akan menggigit sendiri. Lewar cara Jokowi. Bisa melalui kpk, polri, kejaksaan. Hanya membisikkan, disana ada yang bermain. Tidak ada lagi saling menjegal.

BACA JUGA: Jokowi Belum Tentu Bersalah, Baru Putusan PTUN Jakarta Tingkat Pertama

Foto : Presiden Jokowi bersama Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping

Ayo kerja bersama. Mumpung suasana politik sedang sangat bagus. Harus dirawat dan dijaga. Semua saling menjalankan tugas masing – masing. Saling terbuka dan berkomunikasi dengan baik. Bersama menjaga agenda besar bangsa dan negara. Menjaga ketertiban sosial. Menjaga kerukunan dan persatuan nasional. Sangatlah wajib. Ada dua hal agenda besar Jokowi untuk Indonesia Maju. Berkaitan dengan cipta lapangan kerja. Semua harus bisa mengarah kesana. Iklim investasi harus benar – benar diperbaiki. Ada investasi datang ke daerah, bukan urusan pimpinan daerah. Tapi juga semua menjadi urusan keamanan, kelancaran dan perizinan. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Skenario Pelengseran Pemunduran Jokowi, Ahok VS UAS?

 

 

2 KOMENTAR

  1. Saling terbuka dan berkomunikasi dengan baik. Bersama menjaga agenda besar bangsa dan negara. Menjaga ketertiban sosial. Menjaga kerukunan dan persatuan nasional. Sangatlah wajib. Ada dua hal agenda besar Jokowi untuk Indonesia Maju. Berkaitan dengan cipta lapangan kerja. Semua harus bisa mengarah kesana. Iklim investasi harus benar – benar diperbaiki. Ada investasi datang ke daerah, bukan urusan pimpinan daerah. Tapi juga semua menjadi urusan keamanan, kelancaran dan perizinan.