Kematian Kristin Vili Mendrofa Diduga Direkayasa, Kinerja Polsek Kuranji Dipertanyakan

2
3264
Foto : Korban, Kristin Vili Mendrofa

Padang, NAWACITAPOST – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gemantara Raya Sumatera Barat (Sumbar) menerima surat kuasa. Yakni dari keluarga korban almarhumah Kristin Vili Mendrofa (Kristin). Kemudian DPD berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gemantara Raya. DPP menyikapi dan menindaklanjuti surat kuasa dari keluarga korban. Tak lain dengan menunjuk tim lawyer (advokat). Terlebih untuk menelusuri misteri kematian korban. Kematian korban diduga telah direkayasa. Pasalnya diduga dibunuh oleh seseorang namun berkesan terlihat bunuh diri. Namun, hingga kini belum menemui titik terang kejelasannya. Kristin diduga dibunuh terlebih dahulu oleh pemeran utama dan seterusnya secara terencana. Kemudian disetting seolah bunuh diri. Tubuhnya digantung di sebuah kedai warga. Tepatnya di jalan by pas dekat Polsek Kuranji di kota Padang, Sumatera Barat. Menurut penuturan Piterson Harefa selaku ketua DPD Gemantara Raya Sumatera Barat kepada awak media pada 06 Juni 2020.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Suasana kantor polisi

Dijelaskan kemudian usai bertemu dengan Kapolsek Kuranji, Armijon saat konferensi pers. DPD Gemantara Raya Provinsi Sumbar bersinergi dengan DPP. Telah mengirimkan tim advokat untuk menelusuri dan menindaklanjuti. Ketua DPC HIMNI Kota Padang sekaligus anggota DPRD Kota Padang, Meilasa Waruwu SH. pun turut menyatakan kepada awak media saat konferensi pers. Kemudian, saat di Polsek Kuranji setelah bertemu langsung dengan Kapolsek Kuranji. Menyatakan sangat mengapresiasi pihak kepolisian. Lebih tepatnya Polsek Kuranji yang telah bersedia dan berjanji akan menyikapi dan menindaklanjuti kasus kematian dengan serius. Menitipkan pesan kepada kepolisian agar kasus diungkap dan ditetapkan tersangkanya. Tentunya sudah menjadi perhatian yang sangat serius dikonsumsi publik dan publik.

BACA JUGA: Keberadaan Imperialisme ARAB di Indonesia Jelas Terasa, Benarkah?

Foto : Suasana Konferensi Pers

Sekarang menunggu kepastian dari kinerja kepolisian sanggup atau tidak mengungkap tersangkanya  Harapannya, pihak kepolisian Polsek Kuranji yang diwakili oleh Kanit Reskrim, Sianturi menerangkan bahwa kasus sudah diprioritaskan penanganannya. Dia juga meminta kerja sama masyarakat untuk membantu pihak kepolisian. Terlebih untuk memberi informasi yang valid untuk mendukung kasus bisa terungkap. Sehingga masyarakat menjadi tidak hanya bertanya titik terang kasus. Kemudian juga menegaskan tidak adanya pihak kepolisian khususnya pihak penyidik dan lainnya tidak ada tekanan dari pihak manapun. Pihak kepolisian sudah memanggil saksi saat olah TKP sekitar 10 orang. Namun belum mendapatkan petunjuk yang berarti. Masih dilakukan pendalaman dan menunggu hasil forensik.

BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Sudah Dibuka, Ayo Daftar!

Foto : Obrolan Penyelesaian Kasus

Pihak korban didampingi tim advokat dan sebagainya mencoba diam – diam mengorek informasi. Menanyakan kepada warga di sekitar olah TKP. Belum ada ditanyai atau dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Lantaran memang pihak keluarga korban mencium bau kecurigaan. Pasalnya, sehari sebelum kematian Kristin, Rico sang pacar membawanya pergi. Kemudian beberapa jam sebelum kematian, Rico sempat menghubungi keluarga Kristin. Rico dalam sambungan telepon mengatakan. Kristin sedang bersamanya. Namun berjarak sekitar 50 meter darinya. Sedang memegang tali. Entah tidak mengerti tujuannya. Sesaat kemudian, polisi datang ke TKP usai keluarga menghubungi. Begitu didatangi kepolisian, Kristin sudah tinggal jasad. Bahkan, sudah ramai dikerumuni warga sekitar. Kondisi jasad Kristin berposisi digantung menggunakan tali rafia. Namun tampak bukan layaknya bunuh diri melainkan pembunuhan. Entah motif dibalik pembunuhan demikian. Diduga kuat kondisi Kristin ditengarai tengah berbadan dua. Kemungkinan Kristin meminta tanggung jawab sang kekasih, Rico. Lantaran memang sudah 5 tahun menjalani hubungan berpacaran. Terlebih Rico juga sudah beberapa kali datang kerumah Kristin. Menemui orang tuanya. Rico bukan hanya pacar melainkan juga atasan di tempat Kristin bekerja. Lantas demikian, kinerja Polsek Kuranji sepertinya dipertanyakan. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Yasonna Instruksikan Ditjen Imigrasi Gelar Bansos Bagi Warga Terdampak Covid 19

 

 

Comments are closed.