Jokowi Bak Soekarno Memimpin, Banyak Negara Sinergi Kerjasama

0
560
Foto : Presiden Jokowi, KSP Moeldoko, Menteri Hukum dan HAM Yasonna, MenPANRB Tjahjo Kumolo, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menpora Zainudin Amali dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi serta Manajemen Nawacitapost (Komisaris Utama Faigiziduhu Ndruru, Direktur Utama Otoli Zebua dan Direktur Beesokhi Ndruru)

Jakarta, NAWACITAPOST – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berjalan memimpin Indonesia 2 periode dan banyak negara bersinergi kerjasama. Kepemimpinannya bak Soekarno dahulu memimpin. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kerjasama dengan beragam negara. Diantaranya Turki, Amerika Serikat, China, Rusia, Swiss dan lainnya.

Foto : Manajemen Nawacitapost (Komisaris Faigiziduhu Ndruru dan Direktur Utama Otoli Zebua) bersama KSP Moeldoko

Adapun memang sudah terjalin kerjasama sebelumnya, namun semakin baik hubungan kerjasama usai Jokowi turun tangan. Bahkan Jokowi sangat berperan dalam memberikan instruksi yang jelas, konsisten dan komitmen kepada Staff Presiden, para Menteri dan jajarannya. Hal itu terkemuka ketika Manajemen Nawacitapost menemui Kepala Staff Presiden dan para Menteri Jokowi.

Foto : Manajemen Nawacitapost (Komisaris Utama Faigiziduhu Ndruru, Direktur Utama Otoli Zebua dan Direktur Beesokhi Ndruru) bersama MenPANRB Tjahjo Kumolo

Manajemen Nawacitapost yang terdiri dari Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur menemui Kepala Staff Presiden dan satu persatu para Menteri Jokowi. Kesemua Menteri Jokowi dan jajaran sangat menyambut hangat kedatangan Nawacitapost. Bahkan bisa bercengkrama penuh keakraban.

Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Prof. Agus Sartono dan Sekretaris Kemenko PMK Y.B. Satyasananugraha

Kepala Staff Presiden (KSP) yaitu Moeldoko pun sangat mengapresiasi sosok Jokowi. Senada pun terungkap dari para Menteri yang juga menceritakan sosok kepemimpinan Jokowi. Mulai dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, Menko PMK Muhadjir Effendy dan lainnya.

Foto : Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara

Selain itu, lebih mengejutkan juga didapatkan ketika Manajemen Nawacitapost juga menemui Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi. Rupanya keharuman sosok Jokowi begitu melekat tidak hanya ke jajaran Istana dan Kementerian. Bahkan sampai ke jajaran Kelembagaan.

Foto : Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly

Oleh karenanya tidak diragukan jika banyak negara yang mau terus bekerja sama dengan Indonesia. Adapun beragam cerita dibalik terjalinnya kerjasama yang begitu erat. Tidak mudah tentunya membangun hubungan emosional satu sama lain dengan berbagai negara. Terlebih akan perbedaan tata bahasa, budaya, adat istiadat dan sebagainya.

BACA JUGA: Pertama dalam Sejarah, Humbang Hasundutan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Hal tersebut terbukti dengan Menkumham Yasonna menandatangani perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) dengan Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller – Sutter di Bernerhof Bern, Swiss pada (04/02/2019). “Perjanjian MLA ini dapat digunakan untuk memerangi kejahatan di bidang perpajakan,” kata Yasonna pada (05/02/2021) melalui keterangan tertulis. Bahkan juga bekerja sama dengan Polri dan Kepolisian Luar Negeri.

Foto : Manajemen Nawacitapost (Komisaris Utama Faigiziduhu Ndruru, Direktur Utama Otoli Zebua dan Direktur Beesokhi Ndruru) bersama Kepala BPIP Yudian Wahyudi

Seperti halnya kerjasama dengan Turki dimulai ketika Jokowi mendapat kejutan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Agustus 2020. Erdogan menghubungi Jokowi melalui ucapan Idul Adha yang dilanjutkan dengan sambutan baik adanya peningkatan kerjasama kedua negara. Terlebih dalam hal penanganan Covid 19.

Foto : Menpora Zainudin Amali dan Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama)

Bahkan rupanya Presiden Turki meluangkan waktu untuk berkunjung ke Indonesia untuk membahas kelanjutan kerjasama. Meluncurkan proyek – proyek secara konkret. Kemudian hubungan kerjasama lainnya seperti dengan Rusia. Diketahui dulu hubungan kerjasama sangat erat dengan Turki dimulai oleh Soekarno.

Foto : Presiden Jokowi bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Hubungan yang lebih erat lagi dijalin pada saat Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno berjumpa dengan Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Khrushchev. Hubungan ini dibangun dan dijaga dengan baik oleh kedua belah pihak. Sehingga dikenal sebagai Era Emas hubungan diplomasi antara Indonesia dan Rusia.

Foto : Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin

Beberapa bukti kedekatan antara Indonesia dan Rusia pada masa itu tercermin dari berbagai tanda kedekatan persahabatan antara keduanya, seperti Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta, Gelora Bung Karno yang serupa dengan stadion Luzhniki di Moskow, Patung Pemuda di Senayan, Tugu Monas dan Tugu Tani. Selain itu, berbagai bantuan dari Rusia terkait alutsista saat pembebasan Irian Barat, mulai akhir 1950 hingga 1966 dapat terwujud. Karena kedekatan kedua pemimpin.

BACA JUGA: Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI

Kerjasama antara Indonesia dan Rusia terlihat semakin kuat ketika kunjungan Presiden Jokowi ke Sochi pada 18 – 20 Mei 2016 di acara 20th Anniversary of ASEAN – Russia Summit. Beberapa kesepakatan berhasil dicapai. Antara lain lima MoU tentang pertahanan, kearsipan (Kementerian Luar Negeri), kebudayaan dan illegal, unreported and unregulated fishing telah ditandatangani dan komitmen investasi sebesar 20 miliar dolar AS serta komitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral.

BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?

Menurut neraca perdagangan yang diolah oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow dari Russian Federal Custom Service, rata – rata dari tahun 2011 hingga 2019 kurang lebih sebesar 2,7 miliar dolar AS. Terdapat banyak peluang produk Indonesia untuk memasuki pasar Rusia. Produk yang menjadi andalan ekspor Indonesia ke Rusia adalah minyak kelapa sawit, karet, kelapa dan sepatu.

BACA JUGA: Terlalu! Mayoritas Kada Terpilih 2020 di Kepni Tak Punya Visi Misi Perihal Narkoba

Beberapa sektor unggulan juga berpotensi masuk ke pasar Rusia seperti teh, kakao, buah – buahan tropis dan kopi. Terdapat pula beberapa proyek investasi Rusia di Indonesia. Yakni di bidang energi yang merupakan kerjasama antara Rosneft dengan Pertamina, industri farmasi dan hospitality. Sampai tahun 2019, nilai investasi Rusia di Inodnesia mencapai 18,4 juta dolar AS.

Foto : Presiden Jokowi dan KSP Moeldoko

Lalu ada kerjasama lain dengan ditandai latihan simulator pesawat Sukhoi, pendidikan perwira TNI pada tingkat Sesko Angkatan, saling kunjung antar pejabat militer ke masing – masing negara, navy-to-navy talks dan saling kunjung kapal perang Angkatan Laut. Lantas baru – baru ini sekitar Maret 2021, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendapat telepon dari Menkeu Amerika Serikat Janet Yellen.

Foto : Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sri Mulyani mengatakan. Bahwa sambungan telepon tersebut merupakan salah satu bentuk beberapa negara yang ingin memperkuat hubungannya dengan Indonesia. “Beberapa negara ingin memperkuat hubungannya dengan Indonesia. Salah satunya adalah Amerika Serikat (AS),” ujarnya.

BACA JUGA: Mahfud MD Lebih Berpeluang Dibanding Prabowo Jadi Presiden 2024

Foto : Presiden Soekarno dan Presiden Jokowi

Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa beberapa isu lain dibahas. Diantaranya terkait pemulihan ekonomi global dan Amerika Serikat, perubahan iklim, hingga kerjasama untuk pembiayaan infrastruktur dan pendalaman pasar keuangan. “Menteri Yellen juga menyatakan komitmen Pemerintah AS atas isu tersebut, yang akan diwujudkan melalui forum G20,” tandasnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ternyata! Wali Kota Bekasi Pepen Pernah Jalani Pahitnya Hidup