Berlisensi Pilot Jadi Chef, Chef Juna dan Alligator

5
322
Foto : Chef Juna (Juna Rorimpandey)

Jakarta, NAWACITAPOST – Chef Juna atau akrab sapaan Juna, bernama lengkap Junior Juna Rorimpandey. Dikenal sebagai seorang koki atau chef profesional. Pria asal kelahiran Manado, 20 Juli 1975. Semasa muda, Juna tergolong anak berandal. Saat usianya masih 17 tahun, dia membuat geng bernama Bad Bones. Selalu mengendarai Harley Davidson bersama-sama. Tanpa peduli kemanapun akan pergi. Kemudian setelah lulus SMA, dia sempat melanjutkan kuliah di jurusan perminyakan selama 3,5 tahun.

BACA JUGA: Sekjend HIMNI Apresiasi Pelaksanaan Bansos DPC Bengkalis

Foto : Chef Juna

Sayangnya, kuliahnya tidak selesai. Karena dirinya terlalu nakal. Dia memiliki tato di kedua tangannya. Tatonya dibuat saat usianya 15 tahun dengan mesin buatan sendiri. Dirinya sempat menjalani kehidupan yang luar biasa keras. Dia pernah diculik, disiksa, hampir ditembak dan overdosis. Namun kemudian pikirannya pun berubah. Berniat memperbaiki diri. Dikatakan kepada jurnalis Nawacitapost kemarin di kawasan Como Park, Jakarta Selatan.

Foto : Chef Juna

Gagal lulus kuliah di Indonesia. Chef Juna pun berinisiatif untuk memperbaiki kehidupannya. Dia pun pindah ke Brownsville, Texas, Amerika Serikat pada tahun 1997. Menjual motor kesayangannya demi biaya sekolahnya disana. Di Amerika, Chef Juna masuk sekolah penerbangan. Berhasil lulus dan mendapat lisensi pilot. Selang beberapa lama, ketika dia sedang mengambil lisensi komersial, sekolah penerbangannya bangkrut. Sehingga dia pun pindah ke Houston untuk melanjutkan pelatihan. Namun akibat krisis moneter tahun 1998, orang tua Juna mengalami kesulitan ekonomi. Lantas memaksa Juna mencari uang sendiri untuk biaya hidupnya.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Profesi sebagai koki diraih Juna secara tidak sengaja. Walaupun kini sudah menjadi hobinya. Demi mempertahankan hidupnya di negeri Paman Sam, dia pun rela bekerja apa saja. Akhirnya dia mendapat pekerjaan sebagai pelayan di sebuah restoran tradisional Jepang. Selang beberapa lama, master Sushi di tempatnya bekerja menawari Juna. Menjadi anak didiknya. Juna pun menerima tawaran. Bersedia dilatih dari awal dengan metode yang sangat keras. Berkat kemampuannya yang luar biasa, pemilik restoran pun kagum dan mempromosikan Juna. Yakni untuk mendapatkan Permanent Resident. Hanya dalam waktu empat tahun, dia berhasil menunjukkan kebolehan menjadi Sushi Master. Lalu diberi kepercayaan untuk mengambil alih posisi Head Chef. Tak lain di restoran tempat dia bekerja pada tahun 2002. Selanjutnya, pada tahun 2003, Juna pun pindah ke restoran sushi nomor 1 di Houston yang bernama Uptown Sushi. Menjadi Executive Chef disana.

Foto : Chef Juna

Lama kelamaan, dia jenuh dengan masakan Jepang. Dia pun pindah ke restoran Perancis, The French Laundry. Yaitu restoran yang dikenal sebagai restoran dengan menerapkan standar tinggi. Dia pun harus belajar lagi dari awal. Disana dia dididik dengan sangat keras. Agar makanan yang dihasilkan terlihat cantik. Namun, tetap enak dan bergizi. Restoran akan memberikan hukuman terhadap kesalahan yang dilakukan kokinya. Ya walaupun hal yang sangat sepele.

BACA JUGA: Lee Joon Gi Lepas Perguruan Tinggi, Jadi Duta Takhlukan Industri Hiburan

Foto : Chef Juna

Chef Juna telah menghabiskan waktu selama kurang lebih 12 tahun di luar negeri. Dirinya dapat membuktikan keahlian menjadi chef dari teknik-teknik memasak. Akan tetapi, tentu setiap orang merasakan pahitnya menjalani kehidupan. Termasuk juga chef yang satu ini. Bahkan sebenarnya bukan pilihannya untuk menjadi chef. Dirinya jarang merayakan hari besar dan tanggal merah. Seperti hari Valentine, hari ibu dan sebagainya. Justru disibukkan dengan pekerjaan sebagai chef. Bahkan, dibalik sosok komentar pedas, dia pernah sharing apartment bersama teman – temannya disana. Harga apartment terbilang cukup tinggi. Sementara gaji belum seberapa didapatnya. Itu demi untuk bertahan hidup disana.

Foto : Chef Juna bersama Selebrity Chef lain

Kembali ke Indonesia, Chef Juna mencoba membangun sebuah restoran. Restoran dengan perpaduan Jepang dan Perancis yaitu Correlate. Namun, restoran sudah tidak dilanjutkan lagi. Sisi lain, dia masih berencana untuk kembali dalam usaha restoran. Dirinya akan lebih fokus pada kitchen saja. Mengerjakan untuk berbagai jenis masakan everyday. Hal demikian karena ada rasa tidak cepat puas dalam dirinya. Dia juga selalu berusaha open minded dan terus ingin belajar. Terlebih akan dunia kuliner yang terus berkembang. Perkembangan pada makanan, mesin, teknik memasak dan  cara pengolahan yang serba baru.

BACA JUGA: Ketum PPNI : Mari Peringati 12 Mei, Menengok Jasa Garda Terdepan

Foto : Chef Juna dalam Event

Dia sangat menyukai teknik memasak yang rumit. Memasak satu komponen yang dibagi dua. Diracik dengan perpaduan macam – macam. Sehingga menjadi beberapa turun temurun. Masakan yang disukainya untuk dimasak adalah seafood. Baginya paling susah dan beraneka ragam. Lalai sedikit akan terasa tidak enak dan gagal. Namun, memang tidak ada masakan favorit bagi dia. Dia lebih suka mencari suatu masakan yang jarang ditemui di tempat lain. Seperti ikan flounder, blue foot chicken dan ayam hitam. Merupakan study banding dalam memasak.

Foto : Chef Juna Memasak

Dirinya pernah gagal pula dalam memasak. Tapi dirinya tidak pernah mengingatnya. Namun, dirinya hampir tidak pernah dimarahi oleh pemilik restoran selama dia bekerja. Dirinya meyakini bahwa merupakan sosok yang disiplin dan lumayan cekatan. Dirinya tidak mau beralih dari dunia chef dari lima tahun memulai. Aktivitas sebagai chef mengantarkannya mendapat julukan sebagai selebrity chef. Bukan berarti julukan yang disukainya. Walaupun memang rasa syukur dengan selebrity chef sebagai pekerjaan sampingan. Disamping selebrity chef, disibukkan pula dalam bekerja sama dengan hotel atau restoran lain. Mengadakan kolaborasi untuk menjual makanan miliknya selama beberapa hari. Misalnya masakan prasmanan, wine dinner dan lain – lain. Selain itu dirinya juga disibukkan dalam Asosiasi Chef Indonesia. Sebuah legal dibawah Kementrian Pariwisata sebagai pengurus pusat. Setiap pengurus daerah yang menyelenggarakan event kuliner biasanya pengurus pusat diundang. Datang membantu pekerjanya dan meramaikan. Membantu dalam mekanisme dan pelaksanaan perlombaan kuliner.

BACA JUGA: Terbukti Hasil Swab Warga Binaan Negatif Covid 19

Foto : Chef Juna

Sudah cukup lama di Indonesia, dirinya mengaku memang masih lebih asyik di luar negeri. Alasan tersendiri dimilikinya dalam hal masakan. Disana, penikmat makanan bisa dibilang open minded. Mencoba sesuatu yang baru sebagai adventure. Tak heran pula memang pengalaman tak terlupakan dan membanggakan dialami saat diluar negeri. Ketika dirinya dihadapkan untuk memasak alligator atau buaya. Lebih tepatnya di negara bagian sebelah Texas, Luciana. Disana, ada banyak rawa – rawa. Cukup mengagetkan adalah makanan dari penghuninya adalah alligator. Dirinya masih merasa awam dengan bahan makanan alligator. Tidak memadamkan semangatnya mengolah makanan. Mencoba mengikuti petunjuk teman yang juga chef dan membaca. Begitu diberi alligator, terbilang lumayan berhasil masakannya. Alligator atau buayanya dimasak blakened. Seperti ditumis dengan bumbu rempah – rempah dan ada cocolan. Sudah difilled sehingga dia juga tidak merasakan teknik memotongnya. Dinilai memang dinilai tidak lazim baginya. Belum berpengalaman dan sesuatu yang baru. (Ayu Yulia Yang)