Habib Bahar Dijebloskan ke Lapas Super Maximum Security, Teroris?

4
1210
Foto : Habib Bahar bin Smith

Cibinong, NAWACITAPOST – Habib Assayid Bahar bin Smith hanya beberapa hari menghidup udara segar diluar jeruji besi. Tepatnya 19 Mei 2020, Habib Bahar kembali merasakan getirnya jeruji besi. Dijebloskan ke Lapas Super Maximum Security, Gunung Sindur. Sebelumnya, Habib Bahar adalah narapidana (napi) yang menjalani masa pidana pada Lapas Kelas IIA Cibinong. Dipidana penjara selama 3 tahun karena terbukti melakukan tindak pidana Penganiayaan. Melanggar pasal 333 KUHP. Namun, catatan napinya berkelakuan baik dibuktikan. Tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Aktif mengikuti pembinaan dengan baik. Telah menjalani 1/2 masa pidananya.

Foto : Habib Bahar menjalani Rapid Test

BACA JUGA: Fornisel Terus Gerilya Sumbangsih Bantuan

Bonus melalui program asimilasi diterima dengan bersyarat. Habi Bahar telah membuat pernyataan yang dituangkan dalam beberapa surat pernyataan. Tidak akan melakukan pelanggaran syarat umum maupun syarat khusus. Terlebih apabila diberikan asimilasi dan integrasi. Kemudian juga membuat pernyataan alamat tinggal selama menjalani asimilasi.

Foto : Habib Bahar menjalani Rapid Test

BACA JUGA: Rapid Test Gratis GrabHealth Good Doctor, Ridwan Kamil Apresiasi

Lalu, didasarkan prinsip tidak diskriminasi dan pemenuhan hak napi untuk mendapatkan asimilasi dirumah. Sebagaimana memang sudah diatur dalam ketentuan Permenkumham (Peraturan Menteri Hukum dan HAM) nomor 10 tahun 2020. Yaitu dengan diterbitkannya SK (Surat Keputusan) Asimilasi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong nomor W11.PAS.PAS 11.PK.01.04 -1473. Tertanggal 15 Mei 2020 untuk menjalani asimilasi dirumah terhitung mulai tanggal 16 Mei 2020.

Foto : Habib Bahar bin Smith

Namun Selasa, 19 Mei 2020, izin asimilasi dirumah dicabut. Tak lain lebih berdasarkan penilaian dari Petugas Kemasyarakatan Bapas Bogor (PK Bapas Bogor). Yang mana melakukan pengawasan dan pembimbingan. Menilai bahwa selama menjalankan asimilasi, beberapa hal penting dilanggar. Habib Bahar tidak mengindahkan dan mengikuti bimbingan. Terutama yang dilakukan oleh PK Bapas Bogor, yang memiliki kewenangan. Tentu diizinkan melakukan pembimbingan dan pengawasan pelaksanaan asimilasi dirumah.

Foto : Habib Bahar bin Smith di Lapas Gunung Sindur

BACA JUGA: Tetap Lanjutkan Pelayanan Haji, Perhatikan Protokol Kesehatan

Kemudian dinilai juga telah melakukan Pelanggaran Khusus. Melakukan beberapa tindakan yang dianggap telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif. Menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah. Ceramahnya telah beredar berupa video yang menjadi viral. Melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam kondisi Darurat Covid Indonesia. Yakni dengan telah mengumpulkan massa (orang banyak) dalam pelaksanaan ceramahnya.

Foto : Proses penangkapan Habib Bahar bin Smith

BACA JUGA: Rutan Kelas 1 Cirebon Terus Komitmen RBC Pasti WBBM

Atas perbuatannya, dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi. Sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham nomor 3 tahun 2018. Dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam Lembaga Pemasyarakatan. Mau tak mau kembali untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan. Pencabutan SK asimilasi dilakukan oleh Kepala Lapas Cibinong.

Foto : Habib Bahar bin Smith

Pukul 01.45 WIB, 19 Mei 2020, tim bergerak menuju kediaman napi Habib Bahar. Tim terdiri dari Tim Direktorat Kamtib Ditjen PAS, Kanwil Jawa Barat (Jabar), Lapas Kelas IIA Cibinong, Bapas Bogor dan anggota Kepolisian dari Satbrimobda Polda Jabar, Resmob Polres Bogor dan Sabhara Polres Bogor. Pukul 02.00 WIB tim tiba di kediamannya. Kalapas Kelas IIA Cibinong membacakan SK pencabutan asimilasi. Selanjutnya Kasat Reskrim Bogor melakukan eksekusi napi dan dibawa ke Lapas Kelas IIA Gunung Sindur. Pukul 03.15 WIB napi tiba di Lapas Kelas IIA Gunung Sindur. Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan. Termasuk Rapid Test Covid 19. Dilakukan pula penggeledahan badan dan barang. Diteruskan dijebloskan ke di Blok A (Antasena) kamar 9.

Foto : Proses penangkapan Habib Bahar bin Smith

BACA JUGA: Istri Persit Berceloteh, Suami TNI Ditahan

Pelajaran berharga bisa didapatkan. Tidak sembarang berulah. Menjaga perkataan. Perkataan yang akhirnya menjadi kenyataan. Habib Bahar mengatakan hal yang mencengangkan saat berceramah. Berpidato yang berapi – api. “Sore ini saya keluar, besok pagi saya ditangkap lagi demi berjuang untuk rakyat, berjuang untuk Indonesia, berjuang untuk rakyat susah yang sengsara dilockdown, dimatikan didalam rumahnya sendiri. Saya ridho, saya ikhlas.

Foto : Menkumham, Yasonna saat meninjau Lapas Gunung Sindur

Akan tetapi, perlu diketahui. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly pernah menjelaskan. Lapas Gunung Sindur merupakan lapas kategori Super Maksimum Security. Lapas yang mana dikhususkan bagi napi kategori terorisme. Ada perbedaan standar pengamanan pada lapas dengan keamanan superketat. Kemudian juga one man on cell (straf cell). Bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengacak sinyal telepon seluler.

Foto : Habib Bahar bin Smith di Lapas Gunung Sindur

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Dengan demikian, napi yang berada di dalam lapas tidak bisa berkomunikasi dengan pihak luar. Di samping itu, akses untuk masuk ke dalam lapas juga dijaga dengan pengamanan berlapis. Pengamanan dilakukan oleh personel Polri maupun TNI. Akses untuk bertamu dibatasi sehingga tamu tidak bertemu secara fisik dengan napi. Menurut keterangan, Mulyadi, Kalapas Gunung Sindur kepada awak media. Kini Habib Bahar masih diisolasi di kamar khusus, kamar berisiko tinggi. Belum bisa dijenguk. Lantas, apakah kini Habib Bahar sudah termasuk napi kategori teroris? (Ayu Yulia Yang)

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here