Sebelum Eksekusi ‘Bangli’ Tambak Dalam, Garuda La Firm Ajak Warga ‘Tertipu’ Berdialog

10
87
bangli
Peter Sosili, SH (kedua dari kiri) bersama tim saat meninjau lokasi bangunan liar di tanah milik kliennya di wilayah RW. 5, Tambak dalam kelurahan Asemrowo kecamatan Asemrowo Surabaya. (Sabtu, 15/02/20)

Surabaya NAWACITAPOST – Sangat disayangkan, hanya bermodalkan selembar kuitansi warga yang kebanyakan dari luar Surabaya dengan beraninya menguruk, membangun dan menempati tanah yang sebenarnya bukan haknya. Tapi anehnya, saat didatangi pemiliknya mereka melawan dengan senjata tajam.  Sejak 2015 sampai hari ini hal ini berlangsung dengan aman hingga berdiri 180-an rumah maupun lahan yang masih dalam pengurukan. Peristiwa ini terjadi di wilayah RW. 5, Tambak dalam kelurahan Asemrowo kecamatan Asemrowo Surabaya.

Diceritakan oleh Peter Sosilo, SH., kuasa hukum pemilik tanah, berbekal hanya persil yang tidak tahu datangnya darimana beberapa oknum telah menjual sebagian tanah yang sesuai data BPN adalah milik dari Wenas, Unaryo, Sugianto, dan Agus dengan total luas tanah 20,1 Hektar.

Baca juga : Kasus Serobot Tanah Siwalan Panji, Garuda Law Firm Sebut BPN Sidoarjo Gegabah

Berdasarkan temuan, ada kuitansi penjualan tanah tersebut dengan harga 10 juta per kapling (ukuran 7 x 12 m2). Dan saat ini sudah sekitar 2 Hektar tanah yang sudah dibangun maupun masih tahap diuruk.

Peter Sosilo, SH (kiri) bersama Yafeti Waruwu, SH, kuasa hukum

” Dalam hal ini yang paling dirugikan adalah Sdr. Wenas karena sepertiga dari luas tanahnya sudah diperjualbelikan sekaligus dirusak pagar pembatasnya. Hal ini sudah dilaporkan ke aparat, sudah ada yang dipidanakan tapi beberapa diantara terlapor melarikan diri,” ujar Peter saat meninjau lokasi. (Sabtu, 15/02/20)

Baca juga : Polda Metro Jaya Terima Laporan LBH HIMNI Terkait Penghinaan Etnis Nias

Masih Peter, Dirinya bersama Garuda Law Firm yang ditunjuk sebagai kuasa hukum memberi kesempatan untuk berdialog dengan warga yang telah ‘tertipu’ karena telah membeli tanah yang bukan hak dari penjualnya.

” Tanah ini sudah sah secara hukum milik ke-empat klien kami dengan bukti sertifikat, dan akan memidanakan pihak-pihak yang telah memperjual-belikannya sekaligus yang berusaha mem-backup nya,” ujarnya.

Baca juga : Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Diduga Gelapkan Dana Setengah Triliun

Saat ini, lanjut Peter, sudah dibentuk Satgas untuk mengawasi agar tidak terjadi lagi penjualan, pengurukan maupun pembangunan liar di wilayah hak milik kliennya. Namun apabila masih berlanjut akan ada tindakan tegas dan yang pasti akan ada tindakan eksekusi bagi yang sudah membangun ataupun menguruk wilayah tersebut.

” Maka kembali kami ingatkan, jangan ada lagi tindakan yang melanggar hukum karena akan ditindak tegas. Dan kami beri kesempatan bagi yang sudah terlanjur mohon bisa menghubungi kami dan berdialog masalah ganti rugi yang layak,” tambah Peter.

Baca juga : Imam Nahrawi yang OTT Tahun Lalu Keluhkan Sakit Tulang Belakang didalam Rutan

Turut dalam peninjauan lokasi tersebut beberapa tokoh masyarakat yang tahu sejarah tanah tersebut dan mereka membenarkan kepemilikannya. (BNW)