Polda Metro Jaya Terima Laporan LBH HIMNI Terkait Penghinaan Etnis Nias

13
7148
Jakarta, NAWACITA - Buntut ujaran kebencian dan penghinaan rasial dalam bentuk verbal yang dilakukan oleh akun twitter #AkalSehat @RGFansclub2019, akhirnya resmi dilaporkan di kepolisian oleh Tim LBH HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia). (3/2/2020).
Polda Metro Jaya Terima Laporan LBH HIMNI Terkait Penghinaan Etnis Nias Foto, Ki-Ka: Direktur LBH HIMNI Wiradarma Harefa, SH., MH; Kompol Ngadimin SH dan Advokat Sukadamai Ndruru, SH.

Jakarta, NAWACITA – Buntut ujaran kebencian dan penghinaan rasial dalam bentuk verbal yang dilakukan oleh akun twitter #AkalSehat @RGFansclub2019, akhirnya resmi dilaporkan di kepolisian oleh Tim LBH HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia). (3/2/2020).

Tim LBH HIMNI yang diwakili oleh Direktur LBH HIMNI Wiradarma Harefa, SH., MH didampingi oleh Advokat Sukadamai Ndruru, SH dan pelapor Amakhaita Laoli (yang diwakili Yosefo Laoli).

Baca Juga: Rocky Gerung si Mulut Garong

Laporan Tim LBH HIMNI sudah diterima oleh Tim Krimsus Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Ngadimin SH di Jakarta dengan Nomor. TBL/722/II/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 03 Februari 2020.

Pemilik akun twitter #AkalSehat @RGFansclub2019, membuat pernyataan provokatif yang menciderai perasaan marga Laoli dan masyarakat Nias pada umumnya.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Setidaknya pemilik akun #AkalSehat memberi klarifikasi atas muatan tweet yang sungguh menciderai rasa kemanusiaan itu. Kata ‘anjing’ yang diasosiasikan terhadap marga Laoli merupakan sebuah sikap tidak terpuji dalam kerangka dinamika pembangunan dan revolusi mental nasional yang lebih kompleks”, jelas Yosefo Laoli saat ditemui di Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto, Diduga Gelapkan Dana Setengah Triliun

Menurut Wiradarma, diterimanya laporan dari Tim LBH HIMNI merupakan langkah awal yang baik untuk mengusut kasus penghinaan ini menjadi lebih terang benderang.

“Tim Krimsus Polda Metro Jaya menyambut baik dan sudah menerima laporan kita. Mereka juga berjanji bahwa sesegera mungkin akan melakukan penyelidikan terkait tindak pidana yang sedang dilaporkan dan dalam minggu mendatang akan memastikan unit mana yang akan secara khusus menangani kasus ini”, kata Wira.

Penghinaan etnis Nias oleh akun tersebut sudah viral di medsos, dan banyak netizens merasa prihatin bahwa hal-hal seperti ini tidak layak terjadi di tengah kemajemukan yang ada di wilayah NKRI yang menganut dasar Pancasila.

13 KOMENTAR

  1. Disitu tidak ada kata ujaran penghinaan ataupun mencelakai
    Dimana dilihat dari dasar lirik lagu tersebut sudah ada kata yg ganjil yaitu, “anjing”
    Kalau saya baca dengan seksama tidak ada unsur kesengajaan mari kita pahami lirik lagu tersebut
    Adapun jika di tindak lanjuti maka pasal yg menjerat adalah pasal “hak cipta” terimakasi

    • Kepintaran Anda dari komen anda saya beri nilai 5, namun belum mencapai 6 karena anda hanya lihat lirik lagu awal, tapi tidak melihat bahwa nama yang dia sebut ada 2 yaitu laoli dan harun. Pada lirik lagu aslinya hanya mencantumkan 1 nama. Jelas disini bahwa lagu tersebut ada ujaran kebencian yg dikaitkan dengan seseorang. Ingat: “laoli dan harun”. Anda tau lirik lagu aslinya? Nama anjingnya hanya 1, bukan 2 kawan

  2. Ini sebetulnya karna ada sentimen pribadi antara ybs dgn salah seorang menteri..jadi gegara cuitan rg itulah langsung direspon sensitif oleh kalangan etnis pelapor..

  3. Kadang memang ada kata2 RG yg multi tafsir..tapi apakah cuma satu atau dua nama itu mewakili masyarakat nias atau cuma di atas namakan masyarakat nias.bila memang mengatas namakan masyarakat nias termasuk propokatif juga .

Comments are closed.