Anies dan Gatot Bakal Jemput Habib Rizieq Berstatus Merah?

0
663
Foto : Gatot Nurmantyo, Habib Rizieq Shihab dan Gubernur Anies Baswedan

Jakarra, NAWACITAPOST – Habib Rizieq diketahui sudah lama berada di luar Indonesia. Status Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi ternyata tidak mengembirakan. Habib Rizieq berstatus merah di Arab Saudi. Habib Rizieq belum diperbolehkan pulang ke Tanah Air. Kabar simpang siur memang mengatakan bahwa akan ada kepulangan dari Habib Rizieq. Lantas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gatot perintis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bakal menjemputnya?

Foto : Habib Rizieq

Menurut Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, visa kunjungan Habib Rizieq sudah habis dan statusnya kini sebagai mukhalif atau pelanggar undang – undang. “Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini nama Mohammad Rizieq Shihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih blinking merah. Dengan tulisan ta’syirat mutanahiyah (visa habis) dan dalam kolom lain tertulis mukhalif (pelanggar UU),” ujar Agus pada 15 Oktober 2020.

Foto : Eks politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaen

“Bentuk pelanggarannya adalah mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan). Ada juga kolom ma’lumat al-mukhalif (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis Surah al-Mukhalif dan foto pelanggar,” sambung Agus.

BACA JUGA: Hilarius Duha Berpeluang Besar Kalahkan Idealisman Dachi

Kabar kepulangan Habib Rizieq memang semakin santer didengar. Terlebih usai terlaksana demo. Massa PA 212 dan FPI yang berdemo di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta Pusat. Membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB, pada 2 November 2020 usai mendapat kabar soal kepulangan Rizieq Shihab. Namun, mengejutkan kabar kepulangan Habib Rizieq yang selalu mampir di sosial media mendapat tanggapan dari Rocky Gerung dan mantan politisi Partai Demokrat.

Foto : Gubernur Anies dan Habib Rizieq

Eks Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan. Bakal nampak lucu ketika Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Dijemput oleh presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal TNI (purn) Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Saya sudah bayangkan tapi jadi tampak lucu. Selain lucu juga aneh,” Kata Ferdinand Hutahaean di sosial medianya, pada (23/10/2020).

BACA JUGA: Korban Janji Palsu Program Pendidikan Gratis di Nias Selatan Tidak Jelas

Dia menilai hal itu tidak mungkin terjadi. Sebab Anies sendiri sebagai Gubernur akan mencoreng wibawanya dengan menjemput Habib Rizieq yang pernah diberitakan soal dugaan chat mesum. “Saya berpikir, bagaimana mungkin seorang mantan Panglima TNI dan seorang Gubernur DKI aktif turun kelas jadi penjemput seorang yang pernah jadi pemberitaan media. Karena kasus chat yang melibatkan Firza di Polri?” ujar Ferdinand.

Foto : Gatot Nurmantyo bersama Gubernur Anies

Rupanya tanggapan Ferdinand merupakan respon dari komentar Rocky Gerung terkait postingan Habib Rizieq bakal pulang ke Indonesia. Rocky kemudian membayangkan, jika pemerintah tidak mengambil sikap menjemput Rizieq, maka dia akan dijemput oleh Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo. “Bayangkan Habib Rizieq itu turun di bandara, dijemput oleh Gatot. Dijemput oleh Anies Baswedan kan itu seluruh konstruksi persaingan politik itu berubah. Saya cuma bayangkan itu sebagai kondisionalitas,” ujar Rocky.

Foto : Habib Rizieq, Gubernur Anies dan Gatot Nurmantyo

Tidak menutup kemungkinan demikian. Pasalnya sebelumnya Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengakui FPI (Front Pembela Islam) menghadirkan banyak manfaat di ibukota. Hal itu disampaikan Anies saat memberi sambutan dalam Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Koja, Jakarta Utara, pada (24/8/2019). “Harapan saya ke depan FPI bisa menunjukkan sebagai perekat bangsa Indonesia dan umat yaitu dengan mengedepankan kepedulian sosial. Kami yang ada di Jakarta merasakan sekali manfaat dan kehadiran FPI,” ungkap Anies.

BACA JUGA: Kasus Korupsi Masa Idealisman Dachi Perlu Dituntaskan Sebelum Pilkada

Di akhir sambutannya Anies menyapa imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang tak bisa hadir karena masih berada di Arab Saudi. “Semoga yang kami cintai dan hormati, Habib Rizieq Shihab yang sedang menyaksikan dari sana (Arab Saudi) agar selalu diberi kesehatan dan dipanjangkan usianya dalam masa perjuangan,” pungkas Anies.

Foto : Gubernur Anies dalam Reuni 212

Tapi tentu kepulangan Habib Rizieq masih menyisakan jejak kasusnya. Polri bakal berkoordinasi lebih lanjut terkait dengan status kasus – kasus hukum yang kemungkinan masih menjerat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Yang mana dikabarkan hendak pulang ke Indonesia dalam waktu dekat. Meski demikian, belum diketahui secara pasti status hukum ataupun jejak perkara – perkara yang hingga saat ini masih berlanjut bagi Rizieq.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Diduga Melanggar Hukum Kepemilikan Dua Mobil Dinas

“Kalau status perkaranya Habib Rizieq, kami sedang koordinasikan. Bagaimana nanti hasilnya, tentu kami tunggu dari penyidik,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan di kantornya, Jakarta, pada (4/11/2020). Diketahui, hingga saat ini Rizieq masih berada di Arab Saudi sejak Mei 2017. Kala itu, dia pergi ke Arah setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan konten pornografi yang menjerat dirinya.

Foto : Rocky Gerung

Namun, polisi sudah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada 2018 untuk kasus itu. Selain itu, polisi juga sudah memberi SP3 pada kasus dugaan penodaan Pancasila. Yang mana dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri pada 27 Oktober 2016. Berdasarkan data yang dihimpun, ada sejumlah kasus yang menjerat Rizieq masih belum tuntas penanganannya. Misalnya, tudingan plesetan salam Sunda ‘Sampurasun’ yang dilaporkan ke Polda Jawa Barat.

Foto : Karopenmas Polri Awi Setiyono

Lalu, kasus dugaan penguasaan tanah ilegal di Megamendung, Cisarua, Bogor yang dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Januari 2016. Kemudian, polisi masih menyelidiki kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Rizieq terkait dengan ceramahnya dalam situs YouTube yang dilaporkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ke Polda Metro Jaya. Tak hanya itu, ada kasus pernyataan Rizieq yang menyebut Mochamad Iriawan (Kapolda Metro Jaya saat itu) memiliki otak hansip. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?