KSOP Gunungsitoli Angkat Bicara Video Insiden Viral Penganiyaan Pedagang Asongan

0
552
Foto : Merdi Loi, Kepala KSOP Gunungsitoli

Jakarta, NAWACITAPOST – Belum lama, sekitar 29 Oktober 2020 viral di sosial media (sosmed) penganiayaan. Yang mana dilakukan salah satu anggota KPLP Syahbandar Pelabuhan Gunungsitoli kepada salah satu pedagang asongan Ina Irfan Gea. Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gunungsitoli, Merdi Loi angkat bicara terkait video insiden.

Foto : Video viral di sosmed

Merdi Loi mengungkapkan pada 1 November 2020. Video yang beredar di medsos (media sosial) terkait insiden petugas dan pedagang asongan di Pelabuhan Gunungsitoli, pada hakikatnya sebenarnya insiden tersebut tidak perlu terjadi sedemikian dan kami sangat menyesali kejadian dimaksud.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Maksa Menguasai Mobil Dinas?

“Perlu kami jelaskan bahwa Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gunungsitoli saat ini sedang melakukan pembenahan tata kelola pelabuhan Gunungsitoli. Yaitu sesuai peraturan perundang-undangan dalam rangka memberikan peningkatan pelayanan yang aman, nyaman, tertib dan selamat sampai tujuan kepada pengguna jasa (penumpang) angkutan laut serta sekaligus memberikan kenyamanan kepada operator kapal, perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat serta Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Gunungsitoli,” ungkapnya.

Foto : Video viral di sosmed

Dilanjutkan oleh Merdi Loi. “Terus terang pedagang asongan salah satu masalah klasik di Pelabuhan Gunungsitoli sejak terdahulu terkait kebebasan mereka berjualan di areal Pelabuhan. Bahkan sampai diatas kapal yang sandar di Pelabuhan Gunungsitoli. Dan sehingga kami melakukan evaluasi. Dengan menyimpulkan bahwa pedagang asongan salah satu faktor penyebab ketidaknyamanan penumpang maupun kapal di Pelabuhan Gunungsitoli,” lanjutnya.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Diduga Melanggar Hukum Kepemilikan Dua Mobil Dinas

“Yakni pedagang asongan sangat menganggu arus lalu lintas kendaraan muatan kapal ketika naik ataupun turun dari atas kapal, sangat menggangu anak buah kapal ketika melaksanakan tugas pengaturan kendaraan diatas kapal dan sangat mengganggu supir ketika kendaraan dinaikan maupun diturunkan dari atas kapal. Kemudian menjual alkohol (tuak Nias) yang dapat memicu terjadinya perkelahian di Pelabuhan maupun diatas kapal saat kapal berlayar,” tambah Merdi Loi.

Foto : Kepala KSOP Gunungsitoli Merdi Loi

Merdi Loi melanjutkan kembali penjelasannya. “Sering terjadinya kehilangan barang-barang penumpang maupun barang-barang anak buah kapal. Faktor lain juga membuat sangat mengkhawatirkan keselamatan pedagang asongan (anak-anak) di dermaga maupun diatas kapal. Sering terjadinya perkelahian antara pedagang asongan di areal pelabuhan. Pedagang asongan melakukan perbuatan tidak terpuji. Memaki-maki petugas maupun anak buah kapal ketika dilarang masuk areal dermaga maupun diatas kapal,” lanjutnya.

BACA JUGA: Artis Ini Rela Operasi Keperawanan

“Oleh karena itu Kantor KSOP Kelas IV Gunungsitoli bersama unsur Stackholder mengambil keputusan. Yaitu melarang pedagang asongan berjualan di areal dermaga maupun diatas kapal. Dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa pelabuhan maupun jasa angkutan laut. Dalam hal ini penumpang, operator kapal maupun pemilik barang menjadi merasa aman, nyaman, tertib dan selamat sampai tujuan,” kata Merdi Loi.

BACA JUGA: Idealisman Dachi Abaikan Sektor Pariwisata dan Perikanan Nias Selatan?

“Serta sekaligus untuk pencegahan dan memutus penyebaran mata rantai Covid 19 melalui Pelabuhan Gunungsitoli. Dan sehingga pedagang asongan hanya boleh berjualan areal terminal penumpang, lapangan penumpukan maupun di sekitar Gudang di Pelabuhan. Dan pada saat kejadian 29 Oktober 2020 pukul 21.00 WIB malam oleh petugas Stackholder Pelabuhan Gunungsitoli melaksanakan tugas pengawasan penumpang maupun kendaraan muatan kapal. Yang mana berangkat baik di pintu gerbang masuk maupun dipintu 2 (dua) pelabuhan,” terang Merdi Loi.

Foto : Video viral di sosmed

Merdi Loi masih melanjutkan kembali keterangannya. “Dan akan tetapi pedagang asongan memaksa masuk ke areal dermaga maupun ke atas kapal dan sambil memaki – maki dan mengolok – olok petugas. Tetapi petugas tetap sabar dengan melakukan edukasi secara humanis ke pedagang asongan. Namun mereka tidak menghiraukan arahan dan himbauan petugas,” tuturnya.

BACA JUGA: AHY Tolak Omnibus Law Sebelum Baca, Kader Lari ke Megawati?

“Dan pada kesempatan ini kami menyatakan secara tegas kalau kami tidak melakukan penganiayaan kepada pedagang asongan. Karena kami adalah pelayan sebagai abdi negara untuk melaksanakan dedikasi tugas dalam memberikan konektivitas transportasi angkutan laut yang lancar dan aman. Dengan ini kami memohon kepada semua pihak. Yaitu untuk memberikan dukungan dalam membenahi tata kelola Pelabuhan Gunungsitoli,” tambah Merdi Loi.

Foto : Video viral di sosmed

“Yang mana Pelabuhan Gunungsitoli menjadi salah satu pintu gerbang perekonomian dan keluar masuknya orang Kota Gunungsitoli dan pada umumnya Kepulauan Nias. Yakni demi peningkatan perekonomian masyarakat dan destinasi wisata di Kota Gunungsitoli dan Kepulauan Nias,” pungkas Merdi Loi. Nawacitapost masih akan terus menelusuri viralnya video penganiayaan kepada pihak – pihak yang ada didalam video. Namun hingga berita diturunkan belum mendapatkan konfirmasi. (Alexius Telaumbanua)

BACA JUGA: Gatot, KAMI bersama AHY Ciptakan Seperti Tragedi 98?