Tjahjo Kumolo Reformasi Birokrasi Kualitas Mental SDM, Nawacitapost Selaras Mendukung Penuh

0
591
Foto : Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama MenPANRB Tjahjo Kumolo saling tukar cinderamata

Jakarta, NAWACITAPOST – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Tjahjo Kumolo, SH atau dikenal Tjahjo bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terus bersemangat. Terutama dalam pembenahan kinerja. Namun memang dimulai dari pembangunan mental Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Merupakan tekad yang tinggi dari Tjahjo. Pasalnya dengan membangun mentalitas yang berkualitas akan memberikan dampak baik secara nyata. Tentunya sesuai yang diminta dalam visi misi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Bahwa mengawal salah satunya reformasi birokrasi. Dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ke MenPANRB. Apapun yang diperintah, memang Tjahjo siap untuk bertugas negara.

BACA JUGA: Makan Siang dan Arahan Menkumham Yasonna Laoly kepada Manajemen Nawacitapost

Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama) bersama MenPANRB Tjahjo Kumolo

Tjahjo bersama jajaran mencoba membuat mapping atau pemetaan terlebih dahulu. Mapping dilakukan terhadap para ASN (Aparatur Sipil Negara). Ternyata ASN (Aparatur Sipil Negara) jumlahnya hamper 4,2 juta. Kemudian 1,6 juta dari 4,2 juta adalah tenaga administrasi. Oleh daerah lantas diberdayakan karena kekurangan tenaga SDM. Ada yang menjadi guru, penyuluh kesehatan, perawat, bidan dan sebagainya. Banyak yang ditugaskan bukan sesuai tupoksi bidangnya. Kemudian Tjahjo masuk dan membuka penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Yang mendaftar ada hampir 3,6 juta. Padahal kuota yang disediakan hanya 150 ribu. Tentu saja terlihat minat besar khususnya generasi muda. Terutama SMA (Sekolah Menengah Atas) dan S1 (Strata 1 atau Sarjana). KemenPANRB sengaja melakukan mapping agar nantinya akan banyak kementerian atau lembaga mengurangi jumlah pegawainya. Andaikata setahun yang pensiun ada 10 orang dan meninggal 5 orang, tidak harus otomatis diganti sejumlah yang sama.

BACA JUGA: Yasonna Laoly Ketagihan Gowes, Lebih Merakyat, Dikasih Reward dari Jokowi

Foto : Manajemen Nawacitapost (Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama MenPANRB Tjahjo Kumolo

Lalu Tjahjo bersama KemenPANRB juga mereformasi birokrasi. Yaitu dengan menyederhanakan birokrasi agar pengambilan keputusan baik pemerintah pusat (pempus) ke pemerintah daerah (pemda) cepat. Maka demikian, eselon 3, 4 dan 5 dijadikan jabatan fungsional. Sehingga kuncinya adalah perintah menteri, kepala lembaga dan kepala daerah cukup diselesaikan di eselon 1 dan 2. Penugasannya sejumlah pejabat di fungsional tadi. Kemudian juga mereformasi banyaknya lembaga. Ada 96 lembaga atau komisi atau badan. Memang dilihat dari sisi anggaran terbilang kecil. Tapi rentang pengambilan keputusan terlalu besar. Maka akan dipilih yang memang dibutuhkan. Misalnya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Ombudsman dan sebagainya. Dimaksudkan untuk membangun birokrasi yang tidak panjang rangkaian disposisinya. Lantaran penghambatan pada intinya terletak pada kata birokrasi. Birokrasi direformasi juga dengan membuat inovasi efisiensi. Kemudian membangun akuntabilitas pemerintahan.

BACA JUGA: Menkumham Yasonna Laoly Tidak Tutup Mata Sektor Pariwisata

Foto : Manajemen Nawacitapost (Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama MenPANRB Tjahjo Kumolo

Lantas tidak usai begitu saja, reformasi pun dibangun kualitas mental SDMnya. Khususnya ditujukan untuk ASN. Tjahjo pun membuat paguyuban. Bersinergi antara KemenPANRB, KPK dan lainnya. Tak lain untuk membentuk mental yang memang sejalan dengan 4 pilar kebangsaan. Yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI Harga Mati dan Undang – Undang Dasar (UUD) 1945. Terlebih sudah merdeka selama 75 tahun. Karena memang merupakan negara majemuk. Beragam suku, agama, ras dan lain – lain ada didalamnya. Apabila sampai mengesampingkan, tentu sudah termasuk ke dalam gerakan radikalisme dan khilafah. Penindakan tegas dilakukan apabila terpapar radikalisme. Siap – siap non job alias dibina. Menentukan pejabat eselon saja benar – benar dilakukan pemilahan. Khilafah sendiri juga merupakan gerakan ingin mengubah tata kelola pemerintahan dan ideologi. Selaras reformasi birokrasi KemenPANRB dengan PT. Media Nawacita Indonesia atau Nawacitapost dengan link www.nawacitapost.com. Oleh karenanya Tjahjo memberikan waktu kepada Nawacitapost untuk tukar pikiran bersama. Tepatnya pada 30 Juli 2020. Hadir dalam tukar pikiran adalah Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur. Tjahjo welcome terhadap kehadiran Nawacitapost. Bahkan, usai Nawacitapost menyerahkan cinderamata pun berbalas cinderamata. Sehingga saling bertukar cinderamata. Tjahjo sangat interest mendengar nama Nawacitapost. Sebab memilih nama demikian pada perusahaan yang didirikan.

BACA JUGA: Muhadjir Effendy, Berawal Penulis dan Wartawan Hantarkan Jadi Menteri

Foto : Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama MenPANRB Tjahjo Kumolo saling tukar cinderamata

Lalu, Faigiziduhu Ndruru pun menjelaskan. Bahwasanya penggunaan Nawacitapost memang senantiasa ingin berkomitmen konsisten. Tak lain terhadap 4 pilar kebangsaan yang memang juga dikedepankan oleh Tjahjo. Yang mana memang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kemudian juga mempunyai kekaguman tersendiri untuk Tjahjo. Sosok menteri yang loyalis terhadap Megawati dan Jokowi. Loyal penuh kepada Presiden sebagai menteri dan taat pada Ketua Umum (Ketum) sebagai kader. Hal demikian penting bagi setiap kader atau para pejabat. Agar senantiasa kerja nyata setiap instruksi Presiden Jokowi terealisasi. Lalu juga wajib dikerjakan dengan sepenuh hati. Demikian juga menunjukkan ketaatan pada perintah pimpinan partai sebagai kader yang berdedikasi. Artinya mampu menyelaraskan antara kader partai dan pejabat negara akan tugasnya. Hal ini bisa menjadi budaya karena proses karir Tjahjo dari usia muda sudah mampu raih pucuk pimpinan. Tak lain didalam organisasi kepemudaan pada usia 24 tahun dan menjadi anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) termuda dalam usia 27 tahun.

BACA JUGA: Ulang Tahun Menko PMK Muhadjir Effendy, Nawacitapost Serahkan Cinderamata

Foto : Manajemen Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur) bersama MenPANRB Tjahjo Kumolo

Lalu, Otoli Zebua menyampaikan. Mengucapkan terima kasih diterima hangat. Lahirnya Nawacitapost selaras dengan Nawacita semangat Soekarno. Tak lain diistilahkan Tri Sakti. Yaitu berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Sejalan demikian memang Tjahjo pun menyambut baik Nawacitapost agar bisa memberikan kontribusi positif kinerja positif dari pemerintah. Tentu tetap tanpa mengabaikan kritik dan saran yang membangun. Ditambahkan oleh Beesokhi Ndruru. Terkesan akan sikap Tjahjo. Sangatlah ramah, rendah hati, berwibawa dan tegas. Mau bergaul dengan siapa saja tanpa memilih. Termasuk berkawan dengan pers. Harapannya terhadap Nawacitapost juga dikatakannya. Terus maju menjadi pionir media positif dalam memberitakan hal – hal positif kinerja pemerintah. Terus menanamkan dan memperkuat ideologi Pancasila. Sehingga masyarakat akan optimis dan cinta pada ideologi Pancasila. Puji Tuhan memang terutama pada rencana KemenPANRB. Mengajak serta Nawacitapost bekerjasama dalam mengawal setiap program – program yang ditetapkan bersama kementerian dan lembaga negara lainnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?