Menkumham Yasonna Laoly Tidak Tutup Mata Sektor Pariwisata

0
261
Foto : Menkumham Yasonna Laoly

Jakarta, NAWACITAPOST – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly tidak menutup mata akan sektor pariwisata. Terlebih di kala menghadapi pandemi Covid 19. Sektor pariwisata juga ternyata bersinggungan dengan tugas dan fungsi Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM). Ada beberapa daerah yang memungkinkan singgah wisatawan asing. Bali misalnya. Kini ada sekitar 7 ribu wisatawan asing yang tidak bisa kembali ke negaranya. Tak lain memang karena tidak adanya penerbangan Internasional. Padahal mungkin saja hidup di negara orang berlama juga keadaan kantong semakin menipis. Lantaran memang bukan merupakan tempat mata pencahariannya. Bisa juga menjadi tempat mata pencaharian namun alami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau dirumahkan. Sehingga tidak lagi mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari.

BACA JUGA: Bahagia Dachi bersama Alumni Akpol 1991 Polda Sumut Tak Kendor Terus Ulurkan Tangan

Foto : Menkumham Yasonna Laoly, Menlu Retno Marsudi dan Menteri Pariwisata Wishnutama

Lantas, pilihan menarik adalah kembali ke negara asal. Namun berbenturan peraturan. Padahal Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah menyampaikan dalam pidatonya beberapa waktu lalu. Negara Indonesia bukanlah negara peraturan. Oleh karenanya, Menkumham Yasonna Laoly pun sigap melaksanakan instruksi. Membenahi setiap sisi peraturan. Termasuk juga halnya pengurusan visa. Sebab memang ditemukan beberapa kejadian. Visa wisatawan asing sudah dan segera berakhir. Nasib menggantung. Diterbitkan Permenkumham (Peraturan Menteri Hukum dan HAM) nomor 11 tahun 2020 oleh Menkumham Yasonna Laoly. Yang mana memungkinkan para wisatawan mendapat perpanjangan visa darurat. Hal demikian yang dibahas dalam pertemuan. Yakni dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri Pariwisata Wishnutama pada 28 Juli 2020. Pembahasan terlihat seperti diskusi santai sambil menikmati santap siang bersama sahabat. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?