Golongan Kadrun Viral Cari Panggung, Salahkan Lagu Anak, Lalu Minta Maaf

0
267
Foto : Ustadz Zainal Abidin

Jakarta, NAWACITAPOST – Belum lama, dunia maya sempat viral dihebohkan dengan pernyataan salah satu golongan kadrun (kadal gurun). Sepertinya sedang mencari panggung. Tak lain mengenai pernyataan menyalahkan lagu anak. Lagu anak berjudul Naik – Naik ke Puncak Gunung dan Balonku tersemat ujaran kebencian dan kafir. Mengemukakan bahwa banyak lagu anak di Indonesia mengajarkan kebencian pada agama Islam sedari kecil. Memberikan dua contoh lagu anak yang dianggap memiliki makna terselubung. Yaitu lagu ‘Balonku’ dan ‘Naik – Naik ke Puncak Gunung’. Demikian dikatakan oleh Ustadz Zainal Abidin didalam ceramahnya.

BACA JUGA: Tionghoa Saksi Hidup Lulusan Ekonomi, Arief Puyuono Sempat Diancam

Foto : Ustadz Zainal Abidin

Sejak berpuluh tahun negara dikatakan telah menjerumuskan anak – anak untuk mencintai selain Islam. Dididik untuk menghancurkan Islam. Lagu balonku ada 5 yang meletus warna hijau merupakan sebuah upaya memecah Islam yang identik warna hijau. Hanya masalah klaim warna sebagai identitas agama telah dirusak sejak dini melalui lagu anak. Sang ustadz merasa terganggu keIslamannya. Lagu Naik – Naik ke Puncak Gunung lebih sadis diapresiasi secara syari’ah. Kiri kanan kulihat saja, sama halnya mengajarkan tanda salib agama lain usai berdoa. Banyak pohon Cemara, difitnah mengajarkan anak – anak memuja pohon Natal. Pohon cemara yang terdapat dalam lirik lagu adalah pohon impor yang aslinya tidak ada di Indonesia. Pohon cemara merupakan simbol perayaan Natal.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Ustadz Zainal Abidin

Muncul lagi analogi sarkas demi merespon tausiah. Hasilnya semua lagu anak – anak terindikasi kafir. Naik delman istimewa, haram karena menyebut hari Minggu waktunya ibadah agama lain. Burung Kutilang, termasuk binatang haram karena hinggap di pohon cemara Natal. Potong Bebek Angsa, ini menyesatkan, harusnya potong kambing atau sapi untuk hewan qurban. Topi saya bundar, kafir juga, topi bundar itu gaya kaum yahudi harusnya sorban. Gundul gundul pacul tidak boleh dinyanyikan karena nanti bisa jadi pengikut Budha. Bintang Kecil, dalam syairnya, aku ingin terbang dan menari. Jauh tinggi ke tempat kau berada. Mengandung ajaran mabuk, nge-fly terbang tinggi. Pelangi pelangi, pelukismu agung. Itu musrik karena hanya Allah pencipta alam semesta.

BACA JUGA: Inilah Karya Nyata Jokowi Bungkam Lawan Politiknya

Foto : Ustadz Zainal Abidin

Bangun tidur ku terus mandi, tidak sesuai akidah Islam, seharusnya ambil wudhu lalu shalat subuh dulu. Ular naga panjangnya, ini lebih ngawur lagi menyebut naga dari China yang Komunis musuh Islam. Anak Gembala, ini Kristenisasi dengan mengajarkan paham menjadi Anak Gembala. Kalau Kau Suka Hati, ini tidak bener, tepuk tangan itu budaya kafir, harusnya ucap Alhamdulillah. Burung Hantu, ini lagu musyrik, yang mengajarkan anak ilmu sihir. Ibu Kita Kartini, ini penyesatan identitas, harusnya ibu kita Aisyah. Aku Punya Anjing Kecil, ini haram, harusnya anak onta. Satu satu aku sayang ibu. Dua dua juga sayang ayah. Tiga tiga sayang adik kakak. 123 sayang semuanya. Itu ajaran Kafir, seharusnya sayang Allah. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ganjar dan Khofifah Unggul, Anies Gagal