5 Tahun Belum Ada Kejelasan dari Polda Metro Jaya, Sengketa Penarikan Uang Tanpa Sepengetahuan Pemilik Rekening oleh PT. BPR Olympindo Sejahtera

7
804
Foto : Pelapor, Laode

Bekasi, NAWACITAPOST – Terkadang seseorang memutuskan untuk melakukan peminjaman berjaminan untuk kelangsungan hidup atau usahanya. Termasuk salah satunya Laode Abadi Rere, SH, M.Hum atau dikenal Laode. Laode adalah salah satu pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu kantor pemerintahan. Dirinya memutuskan untuk meminjam uang ke salah satu bank. Tepatnya Bank PT. BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Olympindo Sejahtera.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Kantor BPR Olympindo Sejahtera

Laode meminjam ke PT. BPR Olympindo Sejahtera sekitar 1 miliaran lebih. Kemudian dengan segala prosedur dan proses yang diikuti, uang dicairkan. Masuklah uang ke rekening peminjam. Rekening peminjam yang digunakan sebagai pencairan adalah milik istrinya, Waode Nining Karmila, SH atau dikenal Waode. Kemudian usai dicek, dana yang masuk tidak sesuai dengan kesepakatan. Padahal, sertifikat rumah disita oleh pihak bank pemberi pinjaman sebagai jaminan sebelum dana dicairkan.

BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Sudah Dibuka, Ayo Daftar!

Foto : Kantor BPR Olympindo Sejahtera

Disayangkan pula, usai dicairkan, dana peminjaman kembali ditarik. Tak lain oleh pihak bank pemberi pinjaman. Penarikan uang dilakukan tanpa sepengetahuan dari peminjam. Lantas kemudian peminjam mengonfirmasi. Pihak bank mengklaim. Penarikan atas dasar surat kuasa yang dibuat oleh istri peminjam, Waode. Pihak bank menunjukkan surat kuasanya.  Sontak, Waode pun terkejut. Lantaran memang dirinya merasa tidak membuat surat kuasa demikian.

BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !

Foto : Logo BPR

Diduga pihak bank telah melakukan pemalsuan. Surat kuasa bertanda tangan dari Waode. Namun bukan tulisan tangan milik Waode. Sebelumnya, Waode memang menulis surat kuasa. Namun, surat kuasanya berisi peminjam memberikan kuasa kepada istrinya, Waode. Pencairan dana peminjaman dari bank pemberi pinjaman dikuasakan ke Waode. Dimaksudkan dana diminta untuk ditransfer ke rekening Waode.

BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Segera Dibuka, Buruan Persiapkan Diri dan Daftar!

Foto : Surat Laporan

Laode dan istrinya, Waode merasa dirugikan oleh pihak bank pemberi pinjaman. Kemudian melaporkan kejadian demikian ke Polda Metro Jaya (PMJ), SPKT (Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu). Tepatnya pada 18 November 2015 pukul 14.35 WIB. Pelaporan bernomor LP/4928/XI/2015/PMJ/Dit. Reskrimum. Tertulis dalam Tanda Bukti Lapor PMJ yaitu Penipuan dan atau Penggelapan Dana dan atau Pemalsuan. Kejadiannya pada 17 April 2015. Terlapornya adalah TAVIP (Direktur PT. BPR Olympindo Sejahtera). Dirugikan berupa materill.

BACA JUGA: Sofyan Djalil, Enam Kali Menteri Pernah Jaga Masjid dan Jual Telur Itik, Sang Ayah Tukang Cukur

Foto : Kantor Polda Metro Jaya

Usai pelaporan diproses oleh kepolisian, pihak bank mencopot jabatan Direkturnya. Namun, proses hukum dirasa belum berjalan semestinya. Sudah memasuki 5 tahun belum ada kejelasan. Sejauh mana proses hukum dilakukan. Pasalnya, pelapor Laode mendapatkan kabar bahwa akan dipindahkan berkas pelaporannya. Dari pidana menjadi perdata.Kemudian, dikabarkan akan diSP3kan. Oleh karenanya, Laode meminta klarifikasi pihak kepolisian untuk kejelasan sebenarnya. Laode berharap proses hukum dapat ditegakkan sebagaimana mestinya. Diterangkan Laode kepada Nawacitapost pada 03 Juni 2020. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng