Sofyan Djalil, Enam Kali Menteri Pernah Jaga Masjid dan Jual Telur Itik, Sang Ayah Tukang Cukur

1
315
Foto : Menteri ATRBPN, Sofyan Djalil

Jakarta, NAWACITAPOST – Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD. atau disapa Sofyan terlahir di Aceh Timur, Aceh, Indonesia. Adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia dan Badan Pertahanan Nasional (ATRBPN) pada Kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dikenal sebagai sosok yang low profile. Pernah memimpin beberapa Kementerian. Diantaranya BUMN, Komunikasi dan Informasi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Badan Pertahanan Nasional dan Koordinator Bidang Perekonomian. Pernah pula menjabat sebagai Ketua Tim Kajian Strategis (Telstra) Kantor Wakil Presiden Budiono. Dia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Asisten Menteri Negara BUMN (1998 – 2000). Dia juga pernah menjadi Staf Ahli Menteri Pendayagunaan BUMN. Dia pernah menjadi Anggota Tim Ahli Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) (2000-2002). Kemudian pernah bekerja pada Kejaksaan Agung RI (1977-1983). Selain di bidang birokrasi, pengalaman Sofyan di dunia swasta juga cukup luas.

BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Sudah Dibuka, Ayo Daftar!

Foto : Menteri ATRBPN, Sofyan Djalil

Selama satu periode absen dari tugas pemerintahan, Sofyan menjabat sebagai komisaris utama beberapa perusahaan. Yaitu PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), PT Trimegah Securities, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Pembangunan Pelabuhan Indonesia dan PT Multi Adiprakarsa Manunggal (Kartuku). Kemudian juga menjabat di PT Berau Coal, PT. Pupuk Iskandar Muda dan PT Berau Coal Energy Tbk dan PT Socfin Indonesia.  Dia juga pernah menjadi Komisaris PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) pada tahun 1999 hingga tahun 2002. Pernah pula menjadi Komisaris Independen PT Kimia Farma Tbk (2002-2004).

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Menteri ATRBPN, Sofyan Djalil

Sofyan pula pernah menjabat Vice President, Research and Development, Bursa Efek Jakarta (1998), Konsultan Community Relation Chevron Indonesia (2000), dan Konsultan Good Corporate Governance (GCG) dari berbagai perusahaan (2000-2004) dan Anggota Ombudsman Harian KOMPAS (2001-2004). Dia juga pernah menjadi advisor berbagai perusahaan lokal dan multinasional. Diantaranya Prudential Insurance (Indonesia), Procter & Gamble (Indonesia), Bain & Company (Indonesia), Navigat Energy (Indonesia), PT Aneka Kimia Raya Tbk, Wellington Capital Indonesia, Axiata (Malaysia) dan Kuala Lumpur Kepong Berhad (Malaysia). Dia juga pernah menjadi Member dari Governing Board Mandiri Corporate University.

BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !

Foto : Menteri ATRBPN, Sofyan Djalil

Sofyan juga pernah menjadi Dosen tidak tetap pada Pasca Sarjana. Tepatnya di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjadjaran. Menjadi dosen pula pada Kursus Diplomat Senior Kementerian Luar Negeri, Anggota Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI). Kemudian meluas mengajar di berbagai universitas di Indonesia. Dia memang sangat cemerlang. Aktif pula ikut menjadi delegasi pemerintah. Terlebih untuk berunding dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helkinsi, Finlandia, pada tahun 2005. Menteri Sofyan terkenal dengan gebrakannya di bidang pertanahan. Yakni sertifikat tanah gratis pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng

Foto : Menteri ATRBPN, Sofyan Djalil

Menurut informasi Kementerian ATRBPN, Sofyan merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesias (UI) pada tahun 1984. Dia pun mendapat gelar Ph.D dari Universitas Tufts, Amerika Serikat (AS). Yakni di bidang International Financial and Capital Market Law and Policy. Memulai karir professional sebagai peneliti sampai menjadi Associate Fellow pada Center for Policy and Implementation Studies (CPIS) (1984 – 1995). Dia juga menyelesaikan Master of Arts in Law and Diplomacy – MALD (1991). Kemudian juga Master of Arts in Public Policy dari Universitas yang sama di tahun 1989.

BACA JUGA: Luhut Binsar, Rona Wajah Batak, Dahulu Ayahnya Sopir, Miskin, Kini Menteri Maritim Investasi

Foto : Menteri ATRBPN, Sofyan Djalil

Sofyan berasal dari keluarga sederhana di Peureulak, Aceh Timur. Dirinya pernah menjadi guru agama di Aceh. Bahkan dia dibayar Rp 50 per bulan. Dua tahun menjadi guru honorer. Mengajar agama di Aceh. Tidak juga diangkat menjadi PNS. Lantas beralih profesi bekerja di pabrik karet selama dua tahun. Selama bekerja, tetap aktif mengikuti organisasi mahasiswa. Selanjutnya memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

BACA JUGA: Tjahjo Kumolo, Sang Menteri Pujangga Puitis, Kolektor Barang Antik, Doyan Daging Kambing

Foto : Menteri ATRBPN, Sofyan Djalil

Sofyan memang merasa bersyukur. Lantaran dia sadar kemampuan ayahnya yang hanya tukang cukur. Sementara ibunya hanya guru ngaji. Dia sedari kecil mencari uang dengan menjual telur itik di daerahnya. Sejak dewasa, dia pindah ke Jakarta, dan sempat menjadi penjaga mesjid di Menteng Raya 58 dan kondektur metromini. Kala itu, dia terlibat dalam aktivitas kegiatan kemasyarakatan. Tak lain sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII). Seiring perjalanan waktu, dengan kegigihan yang dimilikinya, dia bisa kuliah hingga ke luar negeri. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Si Kurang Senyum Moeldoko, Tak Pernah Lipat Jari Tangan, Naik Kereta Gratis, Ditangkap Kondektur