Yasonna Laoly Melalui Kemenkumham Realisasi Rapid Test Drive Thru, Hadir untuk Masyarakat

1
294
Foto : Menkumham Yasonna Laoly

Jakarta, NAWACITAPOST – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) merealisasi rapid test secara drive thru. Ditujukan tentunya untuk masyarakat umum dan pegawai di lingkungan Kemenkumham. Pendaftaran rapid test dilakukan secara online. Tidak dipungut biaya. Pelaksanaannya tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Menkumham Yasonna Laoly

Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly menyampaikan pada Selasa 09 Juni 2020 di Kompleks Gedung Kemenkumham, Jakarta. Kegiatan adalah upaya Kemenkumham terus hadir di tengah masyarakat. Tak lain untuk bersama – sama mencegah penyebaran Covid 19. Selain itu, kegiatan juga sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi kepada seluruh jajaran dan pemerintah daerah (pemda). Supaya melakukan tes sebanyak 20.000 sampel PCR maupun tes cepat molekuler dalam satu hari. Maka dalam rangkaian, Kemenkumham hadir di tengah masyarakat. Semangat gotong royong, bekerja sama dan berbagi sangat dibutuhkan dalam kondisi terkini.

BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Sudah Dibuka, Ayo Daftar!

Foto : Menkumham Yasonna Laoly memantau Rapid Test Drive Thru

Yasonna Laoly melanjutkan. Pandemi Covid 19 telah mengubah banyak aspek kehidupan. Terutama dalam kurun waktu kurang lebih empat bulan. Data menunjukkan, lebih dari 30.000 orang terpapar Covid 19 di Indonesia. Tak lain terhitung hingga hari ini dengan angka penyembuhan semakin baik. Dalam waktu dekat, Indonesia akan memulai tatanan kehidupan baru untuk dapat bersama – sama kembali berkegiatan sehari – hari. Yakni dengan tetap menjalani protokol pencegahan Covid 19. Penerapan new normal bukan berarti pandemi Covid 19 telah selesai. Masih harus berupaya memutus mata rantai penularan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan tes secara massif.

BACA JUGA: Yasonna Optimis Azas Pancasila Partai Gelora Meraih Dukungan, Ancaman Bagi PKS, PPP dan Demokrat Pemilu 2024

Foto : Rapid Test Drive Thru

Tentu saja sebagai screening awal rapid test adalah pilihan yang sangat rasional untuk diakukan. Sehingga apabila ditemukan hasil yang reaktif dapat dilanjutkan dengan swab test. Oleh sebabnya, disediakan juga kendaraan laboratorium milik Badan Intelijen Negara (BIN). Jika ada peserta yang hasil rapid testnya reaktif.maka akan segera menjalani pemeriksaan di mobil laboratorium (lab). Tujuannya untuk memudahkan masyarakat, sambil kerja atau mau jalan, masyarakat dapat datang untuk tes disini. Seandainya ada yang reaktif maka secepat itu juga meminta atau mengirimkan yang bersangkutan ke lab mobil untuk diswab. Empat jam kemudian akan mengetahui hasilnya. Rapid test dilakukan untuk mendeteksi dini. Sehingga apabila ada yang terpapar dapat segera memperoleh penanganan cepat dan tepat. Harapannya pandemi idapat diselesaikan dan diatasi dengan baik.

BACA JUGA: Jokowi Dianggap Pro China, Luhut Bantah Investasi China Justru Menguntungkan

Foto : Rapid Test Drive Thru

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto menjelaskan. Informasi mengenai rapid test digelar secara drive thru sudah disebarluaskan. Tentunya melalui media sosial (medsos) Kemenkumham sejak 4 Juni 2020. Kegiatan dilakukan untuk 1.000 orang dengan kuota 200 pemeriksaan perhari. Diilaksanakan pada 8 hingga 12 Juni 2020. Ini bagian kepedulian Kemenkumham pada masyarakat. Sementara, Direktur 24 BIN Irwan Mulyana yang hadir dalam kegiatan juga menyampaikan. BIN menyediakan mobil lab untuk membantu masyarakat. Yakni untuk melakukan tes mendeteksi Covid 19. Berharap usai Kemenkumham, kelanjutannya akan terjalin kerja sama. Terlebih dalam melakukan rapid test dengan kementerian atau lembaga lainnya. BIN memiliki 4 kendaraan PCR. Selama ini hanya di provinsi dan kabupaten dan atau kota. Kemungkinan ke depan lebih luas untuk kerja sama dengan kementerian atau lembaga yang lain. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Lawan Sebut Jokowi Terlibat PKI, Malahan Terungkap Soeharto Dalangnya Rekayasa PKI

Comments are closed.