Baca Juga : Tak Ada Kompromi, Hengky Luntungan : KLB Partai Demokrat Harus Segara Dilakukan
Pemecatan para kader senior Demokrat itu nampaknya semakin memperuncing kisruh Partai berlambang Mercy tersebut. Hengky menyebut pemecatan dirinya dan kader lainnya sebagai bentuk arogansi dan dinasti yang dijalankan AHY direstui SBY.
Baca Juga : Deklarator Partai Demokrat Minta Kongres Luar Biasa Segera Dilaksanakan
Senada dengan Hengky, Jhony menyebut AHY gagal memimpin partai yang beragam corak dan warnanya. Itu bisa dinyatakan dengan turun gunungnya SBY dalam membela AHY dan langsung menyebut Moeldoko sebagai orang luar terlibat dalam isu kudeta partai, tegas Jhony.
Baca Juga : SBY Ambil Alih Demokrat Demi AHY, Deklarator (Damrizal CS) Melawan
Rentetennya SBY turun gunung, tak berapa lama 7 kader dipecat AHY. Jadi skenario pemecatan terhadap kader itu secara halus disampaikan SBY, lalu dilaksanakan AHY. Atau bisa disebut SBY korbankan anaknya (AHY) untuk masuk dalam dalang yang dimainkannya.
Baca Juga : Jhony Alen Marbun : Demi Tuhan, SBY Tidak Berkeringat, Apalagi Sampai Berdarah-Darah
Seharusnya SBY (melalui AHY) tak melakukan pemecatan kepada kader senior Demokrat. Bukankah elok, jika SBY mengajak dialog dan mencari solusi dalam masalah kudeta. Rangkulah dan ajak mereka (kader yang dipecat) memikirkan kemajuan partai, daripada turun gunung hanya menyebut Moeldoko sabagai orang yang terlibat dalam kudeta, kemudian menyuruh AHY memecat 7 kadernya.
Mungkin dipikir SBY, partai Demokrat iconnya adalah dirinya, seperti Gerindra (Iconnya Prabowo Subianto), PDIP (Megawati), Hanura (OSO). Khusus Demokrat belum dalam tahap adanya icon. Bahkan 99 deklarator secara serempak menyebut SBY tak berkeringat dan berdarah dalam mendirikan Demokrat. Artinya, itu tetap adanya perlawanan kuat dari para deklarator.
Jadi, jelas bahwa KLB sepertinya bagi 7 kader dan kader lainnya menjadi jawaban elok dan tepat. Tak ada yang kalah dan tak ada yang menang. Seandainya hal itu (KLB jadi digelar) sebagai keputusan melengserkan AHY dari jabatannya, maka itu adalah keputusan KLB yang harus dihormati semua pihak. Lalu, apakah AHY sudah diujung tanduk, jika KLB digelar, kita lihat saja.