Deklarator Partai Demokrat Minta Kongres Luar Biasa Segera Dilaksanakan 

0
473
foto : Kompas TV

Jakarta, NAWACITAPOST – Jumpa pers yang digelar  pada Senin 1 Februari 2021 di Kantor pusat DPP Partai Demokrat di bilangan Proklamasi, Jakarta Pusat oleh Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) perihal adanya kudeta Partai yang melibatkan pihak eksternal dalam  hal ini Moeldoko. Jumpa pers itu sekaligus berkirim surat kepada presiden Jokowi untuk menjawabnya.

Baca Juga : AHY Kirim Surat Ke Istana Soal Kudeta Partai, Jokowi Resmikan Bendungan Tukul – Pacitan

Moeldoko yang dituding Demokrat, meresponnya dua kali (jumpa pers), yang intinya tak tahu menahu soal adanya Kudeta (baca:Kongres Luar Biasa atau disingkat KLB), “Saya menemui kader Demokrat, hanya ngopi-ngopi,  dan tak ada pembahasan kudeta (KLB),” tegas Moeldoko.

Presiden Jokowi, melalui Mensesneg Pratikno kepada media hanya menjawab bahwa Presiden tak tahu menahu soal tersebut (kudeta atau KLB Demokrat).

Baca Juga : SBY Ambil Alih Demokrat Demi AHY, Deklarator (Damrizal CS) Melawan

Seperti biasanya penguatan jawaban Jokowi, di hari valentine atau kasih sayang, 14 Februari 2021 bukan dengan perkataan. Meresmikan bendungan Tukul, Pacitan  yang bermanfaat banyak bagi warga Pacitan dan sekitarnya. Buat persawahan yang panennya nanti tak tergantung pada musim, listrik serta manfaat lainnya.

Baca Juga : SBY Banggakan Museumnya, Jokowi Dibanggakan Rakyat Ada Irigasi (Bendungan Tukul – Pacitan)

Pasca peresmian bendungan tukul, suara netizen pun membandingkan dengan museum SBY – ANY di Pacitan yang menelan anggaran 9 miliyar rupiah dengan gelontoran dananya dari Pemprov Jawa Timur. Dentuman netizen melalui berbagai perangkat media sosial, akhirnya membuat AHY meralat ucapannya, bahwa Jokowi tak terlibat dalam isu kudeta (KLB Demokrat). Dana 9 milyar rupiah pun kabarnya dikembalikan lagi ke Pemprov Jatim yang sempat parkir di Pemda kabupaten Pacitan.

foto ; Kabar24bisnis.com

Rupanya tak puas dengan situasi yang terjadi dan adanya kudeta Demokrat yang kian deras menggelinding. SBY  turun gunung.  Pernyataan pun di sampaikan dengan latar belakang foto (alm). Any terpampang dibelakangnya. “Moeldoko terlibat kudeta Demokrat, dan bisa membuat rugi Jokowi,” tegas SBY.

foto : suara.com

Moeldoko  pun menjawab tudingan SBY, dengan mengatakan.” jangan menekan-nekan saya, dan saya tidak tahu menahu urusan partai Demokrat,” kata Moeldoko dalam  pernyataannya kepada media dengan balutan baju warba putih dan kaca mata hitam yang dipakainya.

Turun gunungnya SBY, dibalas dengan pernyataan dari beberapa deklataror pendiri Partai Demokrat. Max Sopacua menyebut SBY meragukan kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Bahkan, Max yang  berlabuh di Partai Emas sebagai ketua dewan pembina, dikabarkan mundur dari partai tersebut, dan sepertinya akan fight seratus persen untuk membendung  pernyataan SBY.

Lalu, bersatunya  Max Cs (Damrizal, Marzuki Alie dkk) pertanda KLB Demokrat benar-benar menguat. Jika ditilik dari tuduhan SBY dan AHY yang telah menyeret nama para deklataror, sepertinya kian kental KLB perlahan dan pasti bisa saja terlaksana. Jika, KLB  tak terlaksana berarti sudah ada kompromi tingkat tinggi antara Max Cs dan SBY – AHY dalam partai Demokrat.