Baca Juga : Tak Ada Kompromi, Hengky Luntungan : KLB Partai Demokrat Harus Segara Dilakukan
Dua rentetan itu diungkapkan Jhoni kepada SBY. Bahwa Demi Tuhan ayah kandung dari AHY dan Ibas itu tidak berkeringat, apalagi sampai berdarah dalam pendirian Partai Demokrat. SBY masuk Demokrat setelah mengundurkan diri dari Menkopolhukam era Presiden RI ke- 5 Megawati, tegas Jhoni masih dalam unggahan Video.
Partai Demokrat berhasil lolos menjadi peserta Pemilu 2004, kata Jhoni, merupakan hasil kerja keras pendiri dan pengurus di seluruh Indonesia.
Jhony pun membongkar kelakuan SBY. Bahwa sebenarnya SBY lah yang melakukan kudeta di Partai Demokrat dengan menjatuhkan kepemimpinan Anas Urbaningrum. Padahal Anas terpilih secara sah dan legal dalam Kongres Partai Demokrat pada 2010 mengalahkan dua kandidat lainnya, Andi Malarangeng (dukungan SBY) dan Marzuki Alie.
Dalam perjalanannya, Anas kemudian tersandung kasus hukum. Meski belum menjadi tersangka, lanjut Jhoni, SBY dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina kemudian mengambil kepemimpinan Partai Demokrat dengan membentuk Presidium.
Presidium ini akal bulus SBY menyingkirkan Anas dari Demokrat. Bisa dibilang SBY melakukan kudeta secara halus dengan mengatasnamakan Presidium, yang dibentuk dan ditentukan 100 persen kewenangannya oleh dirinya sendiri, tujuannya menggusur (kudeta) terhadap Anas, jelas Jhoni yang kala itu menjadi tim sukses Anas Urbaningrum dalam perebutan Ketua Umum Partai Demokrat, pada 2010 saat gelaran Kongres ke -2.