Pasca Kongres PDIP, Sutjipto Joe Angga Bicara Pilwali Surabaya

39
350
Pasca Kongres PDIP, Sutjipto Joe Angga Bicara Pilwali Surabaya
SUTJIPTO JOE ANGGA

Surabaya NAWACITA – Pasca Kongres 2020, Teka-teki terkait Rekom Kepala daerah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan masih belum terjawab. Bahkan pernyataan Ketua Bappilu DPP PDIP Bambang Wuryanto bahwa sudah siap 3 Rekom Kepala Daerah di Jatim belum bisa memuaskan masyarakat Surabaya yang sedang hangat berbicara masalah Pilihan Walikotanya.

Ditemui saat acara PDAM Surabaya di Hotel Mercure Darmo Surabaya (13 Januari 2020), Sutjipto Joe Angga Politisi kawakan PDIP mengatakan belum ada keputusan dari DPP terkait Pilwali Surabaya 2020. Hal ini dikarenakan ada kasus yang kita semua tahu dan itu sangat mempengaruhi.

Baca juga : Sutjipto Joe Angga : Ada Sesuatu di PDAM Surabaya

” Pekan ini saya akan berangkat ke Jakarta, ngomong sama temen-temen DPP. Ada permasalahan disana dan ada permasalahan disini,” cakapnya.

Angga (Panggilan Sutjipto Joe Angga) mengungkapkan sebagai senior di PDIP dengan kerendahan hati dan sebagai seorang juara turun ke PSI (Red. Partai Solidaritas Indonesia Surabaya) dan ke partai lain, melamar, ketuk pintu, namun hasilnya sekarang mulai terbalik.

” Yang saya kuatirkan terjadi, suasana kebatinan partai-partai ingin mengeroyok PDIP. Bukannya saya takut, kita ini petarung, cuma bertarung untuk apa, kita kan sudah diajari Musyawarah Mufakat” ujarnya.

Baca juga : Datang Ke Rakercabsus Gerindra Surabaya, Machfud Arifin Optimis Dapat Rekom

Menurutnya, Sebagai Pemenang harusnya berjiwa besar dan bisa merangkul semua, ujarnya sambil menceritakan Guyonan Baktiono (Anggota DPRD Fraksi PDIP) terkait tidak butuh partai lain.

” Permasalahan internal, kalau memberi komentar saya juga ndak seneng, itu yang saya sesalkan arus berubah karena pernyataan Baktiono,” ujarnya.

Baca juga : Disebut Pantas Bersanding Dengan Wisnu Sakti, Lia Istifhama Tidak Takabbur

Angga juga menyampaikan siap dengan segala kondisi, sebagai petarung itu ndak perlu berkoar-koar, ndak takut ini itu, kita siap dikeroyok, ndak perlu karena lawan tidak menantang.

” Kalau lawan menantang baru kita jawab, kita sudah jadi juara buat apa arogan. Ini kan bukan dewasa,” ujarnya.

Kembali terkait Rekom dan munculnya nama Machfud Arifin, Bacawali kota Surabaya yang sudah mendaftar di berbagai partai khususnya PDIP ini menjelaskan kebiasaan PDIP selalu mepet, namun Ia berterus terang melihat situasi di kota dan di pusat ‘sekedar tebak-tebakan’, menurut Angga PDIP menunggu Rekomnya Machfud Arifin dari partai lain.

Baca juga : Perebutan Cawawali Surabaya, Kader PDIP : Sah dan Wajar

Ditanya apabila diposisikan di L2, Angga masih melihat perkembangan. ” Lihat L1 nya nanti, kira-kira bisa menang apa enggak. Lalu saya di L2 bisa bermanfaat bagi masyarakat Surabaya apa enggak. Yang jelas saya akan berkonsultasi dengan kalian,” ujarnya bergurau dengan awak media.

Lebih lanjut, Angga menjelaskan bahwa semua penentunya dari suara umum sampai Ibu Mega. ” Walaupun saya¬† ‘Banteng Lawas’ hanya bisa memberi sebuah catatan saja,” lanjut Angga.

Ditanya mengenai hasil survey, Angga mengatakan ini kan baru survey awal banyak-banyakan Baner. ” Mungkin di survey awal saya tidak terlalu bagus, yang penting hasil akhir,” ujarnya

Pokoknya saat ini dirinya sangat serius dalam menghadapi Pilwali. ” Seperti saya muncul disini, kalian semua tau siapa saya, bobotnya sampai dimana. Saya sudah siap membenahi Surabaya yang ternyata masih sangat banyak yang harus dibenahi “.

Semua intinya adalah Pancasila yaitu musyawarah mufakat. ” Jangan gontok-gontokan ditakutkan ‘Tikus-Tikus’ bisa berpesta,” ujarnya menutup wawancara. (BNW)

Comments are closed.