Kamis, 4 Juni 2026

Perebutan Cawawali Surabaya, Kader PDIP : Sah dan Wajar

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Senin, 13 Januari 2020 | 02:34 WIB

Surabaya NAWACITA - Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020 menjadi daya tarik tersendiri khususnya melihat situasi yang terjadi di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).


Sebagai Partai pemenang pemilu Legislatif di 2019 yang lalu, PDIP yang berhasil mendapatkan 15 kursi atau 30% dari 50 kursi di Legislatif berhak mengusung Calonnya sendiri sesuai ketentuan KPU yaitu 20%.




Baca juga : Datang Ke Rakercabsus Gerindra Surabaya, Machfud Arifin Optimis Dapat Rekom

 

Disini, ada fenomena unik terjadi di PDIP Surabaya karena banyak calon saling berebut untuk mendapat rekom baik sebagai Calon Walikota atau Calon Wakil Walikota. Dan yang menarik dari kandidat yang memperebutkan calon L-2 (wakil walikota) justru sebagian besar calon berasal dari non kader PDIP, diantaranya, Lia Istifhama, Dwi Astutik, Fandi Utomo, Gunawan, Warsito, Haries Purwoko, dll. Dan dari kader sendiri ada nama Armuji.


Sementara, kans untuk posisi Calon Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana masih menempati posisi teratas sebagai kader partai yang berlambang ‘Kepala Banteng Moncong Putih’ tersebut.




Baca juga : Rakercabsus, Gerindra Surabaya Undang Empat Bacawali

 

Fenomena tersebut direspon oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto.


Dihubungi lewat telepon, (Sabtu, 11/1/2020) menurut Politisi PDIP yang akrab disapa Bambang Pacul, disebutkan hal itu sah dan wajar.


"Keinginan seseorang tidak bisa dipenjara. Apalagi keinginan disertai usaha itu hal yang wajar. Tapi Wakil kan cuma satu bukan sepuluh," terang dia.


Menurut Bambang disela agenda Rapat Kerja Nasional I PDIP di Jakarta Internasional Expo (Jiex) Kemayoran, Bambang Pacul menyatakan fenomena tersebut memang menjadi tren baru.


"Saya tidak usah nyombong. Kan bisa dilihat ketika dibuka pendaftaran. Banyak yang mendaftar di DPD (PDIP Jatim, Red)," ujar Bambang Pacul.


Apakah kader eksternal harus ber-KTA PDIP? "Kalau sudah punya keinginan dan berusaha maka wajib untuk memenangkan partai juga," jawab Bambang diplomatis.


Anggota Komisi VI DPR RI ini mengakui fenomena tren tersebut? "Saya tidak tahu kenapa. Tapi yang jelas mendaftar di PDIP, kalau begini kan keren. Kata anak muda sekarang," terang Bambang sambil tersenyum.


Terpisah, Whisnu Sakti Buana sebagai Bakal Calon Walikota Surabaya yang sudah mendaftar tidak ingin  berandai-andai.


"Yang pasti kita hanya berbuat yang terbaik. Semua apa kata DPP dan Ibu Ketua Umum nanti yang memutuskannya," kata Suksesor Tri Rismaharini dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang ini. (*)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB