Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Wacana penyebutan Prabowo – Ganjar diungkap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga adik kandung Prabowo Subianto, Hasim Djojohadikusumo belum lama berselang.
Baca Juga : Duet Prabowo – Ganjar di Pilpres 2024, PKB : Koalisi Mungkin Bubar
Berefek kedua partai itu merenggang, sehingga Ketum PKB Cak Imin angkat suara dengan mengatakan, bubar saja koalisi, bila Prabowo – Ganjar. Seperti diketahui, Gerindra dan PJB telah membentuk poros koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, tegasnya usai bertemu dengan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra di Kantor PBB, kawasan Pasar Minggu, Jakarta, baru-baru ini.
Hal senada disampaikan anak buah Cak Iman, Maman Imanul Haq biasa disapa Kang Maman, ketika ditemui media termasuk Nawacitapost.com, usai menjadi moderator dalam seminar MKD yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (17/3/2023). Jika lebih dari wacana, Prabowo – Ganjar, maka PKB akan bertanya baik-baik ke Gerindra, ujarnya.
Sementara Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, usai membuka sidang reses DPR ke 18, Selasa (14/3/2023) di kompleks Senayan, Jakarta, kepada media yang dihadiri Nawacitapost.com, terkait usulan Prabowo – Ganjar, “saya sudah bertanya ke Pak Hasim, secara utuh, Pak Hasim menyebut itu hanya sebuah wacana, dan bukan keputusan Gerindra,” jelasnya.
Namun, menurut pengamat politik dari Unsrat Manado, Fery Liando, mengutip media cahaya siang, jika pasangan Prabowo – Ganjar benar terjadi, maka akan sangat sulit bagi Prabowo diusung sebagai Capres, karena Gerindra tak memenuhi ambang batas Presiden Threshold (PT), yang bisa mengajukan hanya PDIP.
Sementara beberapa partai di Senayan, walaupun belum mendeklarasikan Capres, tapi sudah membentuk koalisi. Sekalipun menjaga jarak dengan Golkar dan PPP, tetapi usulan PAN dalam Rakernas di Semarang, menyebut Ganjar – Erick Thohir.
Liando juga mengesalkan sikap PKB yang seolah-olah pembentukan koalisi itu pembagian jabatan capres dan cawapres, tegas dosen ilmu Politik dan pemerintahan yang menekuni tentang kepemiluan yang juga jebolan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).