Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Dampak penurunan mulai dirasakan Partai Nasional Demokrat (NasDem), pasca resmi bakal capreskan (Bacapres) Anies Baswedan, di NasDem Tower, kawasan Gondangdia, Jakarta, Selasa (3/10/2022).
Baca Juga : NasDem, Demokrat dan Anies Jadi Penonton Pilpres 2024, Jika…
Direktur Riset dan Kajian Lingkaran Suara Publik (LSP) Indra Nuryadin, menjelaskan terkait temuan survei partai politik tersebut. Posisi NasDem sebagai partai pengusung Jokowi, pada Pileg 2019 diprediksi bakal berada di bawah ambang batas parlemen 4 persen.
"Temuan survei sementara mencatat perolehan NasDem sebagai partai pengusung Jokowi pada Pemilu 2014 dan 2019 termasuk pendukung Ahok pada Pilgub DKI 2017 berada di bawah ambang batas parlemen 4 persen ucapnya seperti dalam keterangannya, Sabtu (15/10/2022).
Sebelum Suvei LSP diumumkan ke publik, satu hari partai besutan Surya Paloh mengumumkan nama Anies, tokoh elit NasDem di Bali mengundurkan diri, kemudian menjalar ke sejumlah daerah lainnya. Bahkan ada yang membakar KTA dan seragam partai.
Menurut LSP, suara NasDem akan mengalami penurunan secara terus menerus, karena bacapreskan Anies yang tak mampu mendongkrak partai itu.
Belum lagi, menurut kabar berhembus, seharusnya jika mau dicapreskan, ada kesepakatan dari Partai Demokrat, dan PKS untuk diumumkan pada 10 November 2022.
Namun, nampaknya NasDem jalan sendiri, dan mengambil momentum dua hari sebelum HUT TNI ke- 77.
Akibat dari hal itu, mungkin Anies hanya menjadi Bacapres NasDem, tanpa ada dukungan dari partai lain, selain itu NasDem bakal tak punya Capres 2024, ditambah kehilangan kursi Parlemen Senayan.