Salah Seorang Warga Riau Asal Nias Dikeroyok Hingga Tewas, Pelaku Belum Semua Ditangkap

0
406
Foto : Adieli Zebua

Jakarta, NAWACITAPOST – Seorang warga Riau asal Nias yang berdomisili di jalan Purwosari Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Adieli Zebua (34) yang mana sehari – harinya berprofesi sebagai pedagang grosir barang harian direnggut nyawanya. Tak lain akibat dikeroyok dan dianiaya oleh sejumlah orang di daerah Kulim Kecamatan Tenayanraya Kota Pekanbaru Riau. Penganiayaan dan pengoroyokkan yang mengakibatkan korban tewas. Yaitu terjadi pada (24/2/2021) sekitar pukul 06.30 WIB di RW 007 Kelurahan Bencah Lesung Kecamatan Tenayanraya Kota Pekanbaru, Riau.

BACA JUGA: Sebut Dulu Janjinya Apa Ya, Gubernur Anies Bohong atau Pura Lupa atau Sudah Pikun?

Atas kejadian tersebut, pihak Kepolisian Sektor Tenayanraya Pekanbaru membuat laporan Mode – A dan langsung bertindak menangkap 3 orang yang diduga pelaku serta ditahan. Dari keterangan pihak penyidik Polsek Tenayanraya menerangkan. Bahwa korban Adieli Zebua sempat dibawa ke rumah sakit. Namun sebelum sampai di rumah sakit, korban telah meninggal dunia. Penyidik Polsek Tenayanraya menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Berawal pada pukul 05.00 WIB ketika pihak yang merasa kehilangan hp berteriak. “Maling, maling, maling!”

BACA JUGA: Habis Main Ranjang dengan Gisel, Jedar Berikutnya Pasca Putus dari Richard Kyle

Kemudian orang berdatangan mencari yang diduga maling tersebut. Lalu ada warga yang berinisiatif mengecek via google untuk mencari keberadaan korban. Dari hasil pengecekan di google, menunjukkan bahwa korban masih berada di sekitar bukit dekat rumah yang berteriak maling. Lalu pukul 6.00 WIB, korban yang dituduh mencuri hp tersebut ditemukan dibawah tumpukkan rumput. Lalu karena geram warga yang ada pada TKP memukuli korban sampai merenggang nyawanya. Penyidik menambahkan. Ada 3 orang warga yang ditusuk oleh korban dan sekarang masih dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA: Congrats, BTS! Pakai Lip Balm Harga 80 Ribuan, Seabrek Prestasi Gemilang Ditorehkan

Dari hasil penyidikan terhadap ketiga pelaku yang sudah ditangkap, penyidik memperoleh keterangan. Bahwa ketiga orang yang sudah ditangkap tersebut merasa keberatan kalau hanya mereka yang ditangkap. Mereka meminta pihak Kepolisian Sektor Tenayanraya untuk menangkap para pelaku lain yang berjumlah 10 orang lebih. Nama – nama pelaku yang dimaksud telah dikantongi oleh penyidik. Yang mana didapatkan dari keterangan ketiga tersangka yang sudah ditahan. Sementara saksi mata yang ada di TKP berinisial ML mengatakan. Sekitar pukul 6.30 WIB, korban keluar dari tumpukkan rumput tersebut. Ketika beberapa orang mencucuk – cucukkan besi runcing di tumpukan rumput tersebut.

BACA JUGA: Pria Tertampan Sedunia Tahun ke Tahun, Ini!

Akibat besi runcing yang dicucuk – cucukkan ke tumpukan rumput tersebut, korban keluar dan langsung dipukul kepalanya dengan kayu akasia. Lalu korban diikat kakinya dan diseret – seret dari bukit sampai ke tanah yang datar. Kemudian ada salah seorang warga yang memegang tasbih dan memukul – mukulkan ke tubuh korban. Lalu mengambil tutup galon air mineral, dia bakar. Terus dia teteskan ke tubuh korban. Sementara yang lain, ada yang menginjak leher dan menumbuk bagian perut korban.

Foto : Yanida Ndruru

Lalu Yanida Ndruru (28), istri korban meminta pihak Kepolisian Sektor Tenayanraya untuk menangkap segera para pelaku lain. Yang mana belum tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya menurut hukum yang berlaku di negara ini. Namun sampai saat ini, para pelaku yang lain belum ada yang ditangkap. Ketika hal ini ditanya Penasihat Hukum keluarga korban kepada penyidik Polsek Tenayanraya. Penyidik mengatakan bahwa para pelaku tersebut tidak ada ditempat. “Itu bukan tugas kami tetapi tugasnya Buser,” tandasnya. (Ayu Yulia Yang)