Presiden Jokowi melalui Mensos Juliari Bakal Perpanjang BST hingga 2021

0
522
Foto : Presiden Jokowi dan Mensos Juliari P. Batubara

Jakarta, NAWACITAPOST – Pemerintah pusat yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara bakal memperpanjang Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga tahun 2021. Juliari mengatakan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) akan diperpanjang hingga tahun 2021. Namun untuk sementara, dana bantuannya direncanakan lebih kecil. Yakni sebesar Rp 200.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Foto : Ilustrasi BST Kemensos

“Presiden Jokowi sudah menyetujui untuk perpanjangan BST yang dimulai bulan Januari sampai Juni. Nilainya menjadi Rp 200. 000 per orang. Tapi mudah – mudahan bisa disesuaikan lagi menjadi Rp 300.000 tergantung keputusan Presiden,” kata Juliari pada (14/11/2020). Perpanjangan penyaluran BST dilakukan untuk membantu masyarakat yang perekonomiannya terganggu akibat Pandemi Covid 19. Dalam kondisi normal, pemberian bantuan ini terbukti efektif mengurangi angka kemiskinan.

BACA JUGA: Juliari P. Batubara Berprestasi Kala Besar, Kecilnya Nakal

“Tapi memang karena saat ini masih Pandemi, kemiskinan naik. Itu kan hampir pasti di seluruh dunia juga begitu. Kita harapkan saat kondisi normal pemberian bantuan ini bisa berkontribusi mengurangi kemiskinan,” kata Juliari. Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tercatat sebanyak 29 juta warga miskin di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 20 juta orang sudah mendapat bantuan dari Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Foto : Mensos Juliari urus penyaluran BST

“Program BST ini sendiri sudah menjangkau 9 juta warga miskin di Indonesia yang belum mendapat bantuan program regular. Baik itu BPNT maupun PKH (Penerima Keluarga Harapan),” terang Juliari. Di Sumatera Utara (Sumut), Kemensos (Kementerian Sosial) telah menyalurkan BST terhadap 550.976 KPM. Ditargetkan hingga akhir Desember 2020 nanti sebanyak 610.375 KPM telah menerima bantuan tersebut.

BACA JUGA: Lonte Lebih Mulia Ketimbang Habib Rizieq Shihab?

“Saat ini sudah 550 ribu KPM di Sumut yang menerima atau sekitar 90,3 persen yang tersalurkan. Tahap terakhir nanti bulan Desember. Khusus di Medan ada 54.810 KPM dan yang sudah tersalurkan sebanyak 48.464 KPM,” jelas Juliari. Menurutnya, sesuai pesan Presiden RI Jokowi agar BST dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan pokok keluarga. Jangan dibelikan rokok, lipstick, pulsa dan barang konsumtif lainnya.

Foto : Cara Cek BST di DTKS

“Kita belum tahu sampai kapan pandemi berakhir, maka manfaatkan BST untuk kebutuhan mendasar saja,” tutur Juliari. Juliari menambahkan nilai BST Gelombang I sebesar 600.000 per KPM selama tiga tahap yakni April-Mei-Juni. Gelombang II sebesar 300.000 per KPM selama 6 tahap yakni Juli hingga Desember 2020. Nilai bantuan disesuaikan karena situasi krisis membaik dan harga mulai stabil. “Presiden juga berpesan dalam pengambilan BST agar berlangsung tertib dan disiplin patuhi protokol kesehatan untuk saling menjaga keselamatan bersama. Pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” pungkasnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Viral Berita Kasus Korupsi Masa Bupati Idealisman Dachi