Kapolri Idham Azis Bakal Purnawirawan, Jokowi Reshuffle, Jabatan Menteri Menanti

0
373
Foto : Kapolri Idham Azis bersama Presiden Jokowi

Jakarta, NAWACITAPOST – Kabar Presiden Joko Widodo atau Jokowi mereshuffle para menterinya sempat berhembus kencang beberapa waktu lalu. Pasalnya Jokowi benar – benar geram terhadap kinerja para menterinya. Dalam rapat kabinet terbatas (ratas) pada 18 Juni 2020, Jokowi secara tegas menyampaikan. Reshuffle kabinet bisa dilakukan andaikata diperlukan. Jokowi juga marah besar. Terlebih karena para menterinya bersikap seakan – akan kondisi pandemi adalah situasi yang biasa saja, tidak istimewa. Jika situasi terus bertahan, Jokowi mengultimatum akan membubarkan lembaga tertentu. Tak lain demi mengatasi kondisi buruk akibat Covid 19. Kemudian kabar mulai meredup. Namun bisa saja kembali mencuat. Tak lain saat purnawirawannya jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Idham Azis. Jabatan menteri menantinya. Entah akan sama kedudukan disodorkan seperti Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Tito Karnavian ataupun lainnya. Bisa saja menangani bagian pertahanan, politik, hukum atau keamanan. Rencana purnawirawannya Idham Azis akan dilangsungkan pada 2021 mendatang.

BACA JUGA: Usai Tuan Puan Viral, Jurnalis Narasi TV Milik Najwa Shihab Kini Terancam Hukum Penghinaan Kemenkes

Foto : Kapolri Idham Azis bersama Presiden Jokowi

Namun, memang ada beberapa kandidat menggantikan Idham Azis kelak diakhiri nanti. Diantaranya Gatot Eddy Pramono, Rycko Amelza Daniel, Boy Rafli Amar, Agus Andrianto, Listyo Sigit Prabowo, Nana Sudjana, HM Fadil dan Ahmad Luthfi. Dari kesemua, hampir sebagian besar berpengalaman di bidang reserse. Banyak kasus ditangani dengan baik oleh beberapa diantaranya. Seperti kasus pencurian kekerasan lintas provinsi, pembobolan Bank Indonesia, melumpuhkan teroris Ashari dan kelompoknya serta masih banyak lainnya.  Jelang proses penggantian, Idham Azis memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Yakni terhadap 77 Perwira Tinggi (Pati) Polri. Kenaikan pangkat menyusul mutasi sejumlah jabatan di tubuh korps Bhayangkara. Kemudian disusul dengan kenaikan tujuh tipologi Polda menjadi tipe A. Dari jajaran Pati Polri, ada tiga Inspektur Jenderal (Irjen) yang menjadi Komisaris Jenderal atau berbintang tiga. Diantaranya Komjen Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT, Komjen Andap Budi Revianto selaku Inspektur Jenderal Kemenkumham dan Komjen Rycko Amelza Dahniel sebagai Kabaintelkam Polri.

BACA JUGA: Berkoar Tuan Puan, Najwa Shihab Benar Tuluskah ?

Foto : Kapolri Idham Azis bersama Presiden Jokowi

Terdapat pula 26 personel Polri yang naik pangkat dari Brigadir Jenderal menjadi Inspektur Jenderal. Beberapa diantaranya mengemban tugas sebagai Kapolda baru ataupun hasil dari kenaikan Polda masing – masing menjadi tipe A. Terdapat pula sejumlah Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri yang menjadi Irjen. Yakni AS SDM Kapolri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Kakor Sabhara Baharkam Polri Irjen Wahyudi Hidayat. Lalu, Kandesus 88 Polri Irjen Marthinus Hukom dan Gubernur Akpol, Irjen M. Asep Syahrudin. Lalu juga menaikkan pangkat dari 48 personel menjadi perwira tinggi. Dari yang semula berpangkat Komisaris Besar (Kombes) menjadi Brigadir Jenderal. Diantaranya adalah, Karo Binkar SSDM Polri Brigjen Suwondo Nainggolan. Kemudian, Direktur Tindak pidana Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dan Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Muharrom Riyadi, dan lainnya. Kapolri sebelumnya telah menerbitkan sejumlah Surat Telegram Rahasia. Tepatnya pada 1 Mei 2020 lalu. Yang mana berisikan tentang mutasi sejumlah perwira polisi. Beberapa diantaranya termasuk pengangkatan sembilan Kapolda baru. Sembilan Kapolda yang dilantik yakni Brigjen Ahmad Luthfi sebagai Kapolda Jawa Tengah, Irjen Mohammad Fadil Imran sebagai Kapolda Jawa Timur, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri.

BACA JUGA: Akrab dengan Anies Baswedan, Fadli Zon Tidak Disukai Wahidin Halim?

Foto : Kapolri Idham Azis bersama Presiden Jokowi

Kemudian, Irjen Fiandar sebagai Kapolda Banten, Brigjen Teguh Sarwono sebagai Kapolda Bengkulu, Brigjen Dedi Prasetyo sebagai Kapolda Kalimantan Tengah. Lalu, Irjen Aris Budiman sebagai Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Nico Afinta sebagai Kapolda Kalimantan Selatan, dan Irjen Muhammad Iqbal sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB). Disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Kombes Awi Setiyono melalui keterangan resmi, 19 Mei 2020. Tak berselang lama Kapolri Jenderal Idham Azis meminta maaf kepada masyarakat pada 1 Juli 2020. Terutama apabila selama bertugas, jajarannya belum dapat memenuhi ekspektasi yang ada. Meski demikian, Jenderal polisi berbintang empat merasa. Bahwa dirinya selalu memikirkan untuk bertindak dan berbuat yang terbaik untuk institusi kepolisian. Dia pun menyinggung penilaian masyarakat terhadap Polri. Dapat dikatakan baik dengan mencapai 82 persen. Menjadi modal dasar dicintai masyarakat. Terus akan membenahi institusi. Pasalnya memang Jokowi meminta dengan tegas. Agar Polri mengutamakan keselamatan rakyat dalam melakukan penindakan hukum. Tindakan persuasif dan humanis harus diutamakan. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?